Antisipasi Panik Corona, Polisi Bakal Jaga Pusat Perbelanjaan

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 3 Maret 2020 08:02
Antisipasi Panik Corona, Polisi Bakal Jaga Pusat Perbelanjaan
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak perlu belanja berlebihan.

Dream - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menyatakan pemerintah akan menyiagakan personel kepolisian untuk berjaga di sejumlah supermarket.

Ini untuk mengantisipasi adanya kepanikan warga yang berburu masker, usai diumumkannya kasus virus corona pertama di Indonesia.

" kita akan ambil langkah-langkah itu. Nanti Kapolri supaya menurunkan anggotanya untuk ikut membatasi masyarakat melakukan hal yang berlebihan seperti itu," ujar Moeldoko.

Selain itu, Moeldoko juga berencana memantau kondisi pasokan bahan pangan di lapangan. Dia ingin memastikan pasokan tetap aman.

" Ya nanti pasti akan ditinjau," kata Moeldoko.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengimbau, masyarakat tetap tenang usai pengumumam kasus warga Depok positif corona.

Masyarakat juga diminta untuk tidak berbelanja secara berlebihan terutama soal masker dan bahan pokok.

" Enggak perlu. Saya minta masyarakat tenang. Jangan dibuat makin gawat ini, semuanya supaya berjalan seperti biasa. Termasuk belanja jangan berlebih-lebihan," kata Muhadjir.

Lebih lanjut, Muhadjir juga mengingatkan masyarakat tidak perlu memborong bahan pokok serta tidak perlu merasa panik. Dia menilai ketenangan tetap dibutuhkan dalam situasi yang berkembang seperti sekarang ini.

" Enggak, saya kira enggak diperlukan. Jangan gampang panik lah, dalam kondisi seperti ini diperlukan ketenangan, hati-hatian dan juga tidak grasak-grusuk," tutur dia.

Sumber: merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

1 dari 5 halaman

Jawa Barat Siaga 1 Corona

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menetapkan status Jabar Siaga 1 virus corona, Covid-19. Status ini dinyatakan setelah dua orang di Depok dinyatakan positif virus corona.

Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan siaga 1 kepada rumah sakit di seluruh Jawa Barat.

" Saya imbau warga yang melihat atau mengalami gejala-gejala yang mirip, kan susah dibedakan ya, mana flu mana virus corona untuk segera cek. Kemudian, nanti tim dari RS Hasan Sadikin akan mem-follow-up, termasuk yang akan mengirim sampel," ucap Ridwan Kamil, Senin, 2 Maret 2020.

Emil mengeluarkan instruksi kepada Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar untuk bersiaga.

Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar misalnya, diinstruksikan untuk mengecek kondisi tenaga kerja asing dan mengoordinasikannya.

" Imigrasi sudah kita tingkatkan supaya mereka yang datang dari pelabuhan maupun dari mana itu dicek temperaturnya," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Arie Nugraha

2 dari 5 halaman

Jokowi Umumkan Dua WNI Positif Corona di Indonesia

Dream - Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan adanya kasus infeksi virus corona di Indonesia. Kasus ini terjadi pada dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan positif usai diperiksa secara ketat.

Jokowi mengatakan tertularnya dua WNI tersebut karena berinteraksi dengan warga Jepang yang datang ke Indonesia. Warga Jepang itu sendiri sudah meninggalkan Indonesia dan sempat datang ke Malaysia.

" Begitu ada informasi bahwa orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana positif corona, tim dari Indonesia langsung telusuri," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com.

Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan dua WNI yang berinteraksi dengan warga Jepang tersebut. Keduanya adalah ibu berusia 64 tahun dan putrinya berusia 31 tahun.

" Kami cek kita ternyata posisi yang sakit, dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," kata dia.

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan pemerintah telah melakukan banyak persiapan untuk mengantisipasi infeksi virus corona.

" Tapi perlu saya sampaikan bahwa sejak awal pemerintah benar-benar mempersiapkan," kata Jokowi.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

3 dari 5 halaman

Penderita Corona di Iran Berjatuhan di Jalanan, Mirip Wuhan

Dream - Infeksi virus corona di Iran semakin menjadi. Bahkan muncul banyak kasus orang terduga terpapar Covid-19 berjatuhan di jalanan.

Seperti negeri zombie, kasus orang suspek corona berjatuhan muncul di sejumlah kota di Iran. Mirip dengan kondisi di Wuhan, Hubei, China.

Media setempat, Iran News Wire lewat akun Twitternya, @IranNW, mengunggah beberapa video kasus pasien corona berjatuhan. Salah satunya diunggah pada Sabtu, 29 Februari 2020 waktu setempat.

Video itu menunjukkan seorang pria berjaket hitam dan bermasker jatuh terduduk di tepi jalanan Teheran. Tidak ada yang berani mendekat membantunya.

Beberapa saat kemudian, petugas medis berpakaian khusus tiba dan menolong pria tersebut. Mereka membaringkan pria itu di tempat tidur lipat lalu membawanya ke dalam ambulans.

4 dari 5 halaman

Ambruk di Halte Bus

Video lain diunggah pada Minggu, 1 Maret 2020 waktu setempat memperlihatkan seorang pria ambruk di halte bus. Peristiwa ini terjadi di Teheran selatan.

Pria itu sempat ditolong oleh seseorang. Sementara orang-orang lainnya tidak ada yang berani mendekat.

5 dari 5 halaman

Bocah Sekolah Ambruk

Selain itu, akun yang sama mencuitkan kembali unggahan pengguna Twitter @Borna__. Akun tersebut memajang video anak sekolah yang diduga terpapar corona.

Di video itu, terlihat seorang anak sempat menunduk di depan mobil warna putih, lalu terbaring sejenak di kap mesin. Beberapa saat kemudian, anak itu berjalan sempoyongan lalu terjatuh di depan mobil.

Iran menjadi negara keempat dengan kasus infeksi corona terparah di dunia. Virus ini tidak hanya menginfeksi masyarakat biasa namun juga para pejabat, salah satunya Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar.

Beri Komentar