Arab Saudi Kembangkan Alquran untuk Difabel

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 7 Oktober 2019 14:01
Arab Saudi Kembangkan Alquran untuk Difabel
Di acara itu, Bin Saeed meluncurkan Alquran braile terjemahan bahasa Jepang.

Dream - Simposium pengajaran Alquran untuk orang dengan kebutuhan khusus digelar di Percetakan Alquran Kompleks Raja Fahd, Madinah, Arab Saudi.

Sekretaris Jenderal Percetakan Alquran Raja Fahd, Bandar bin Fahd Al-Suwailem, meminta para partisipan yang hadir dapat mengembangkan metode baru dan ide pengajaran bagi orang dengan kebutuhan khusus.

Asisten profesor di New Valley University, mesir, Mohammed Abdul Ghaffar Yusuf, mengatakan, pentingnya mendorong pengajaran Islam pada orang difabel dan lemah.

" Simposium ini merefleksikan kepedulian Kerajaan Arab Saudi dan kepempimpinannya yang bijak untuk orang-orang berkebutuhan khusus, terutama tunanetra," kata Yusuf, diakses dari Arab News, Senin, 7 Oktober 2019.

 Simposium Alquran

Yusuf menyebut, simposium juga mencari solusi bagi para penyandang cacat. Salah satu pesan yang muncul yaitu kemungkinan membangun komunitas untuk orang-orang difabel.

Bin Saeed meluncurkan beberapa proyek pengembangan pendidikan Alquran. Termasuk di dalamnya Alquran berversi Braille dalam lima volume dan terjemahannya dalam bahasa Jepang.

1 dari 6 halaman

Vladimir Putin Kutip Alquran

Dream - “ ... dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana...

Penggalan Quran Surat Ali Imran ayat 103 itu diucapkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, saat bertemu Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Iran, Hassan Rouhani.

Selain ayat tersebut, Putin juga mengutip ayat mengenai peran yang hanya diizinkan untuk pertahanan diri. Sembari berkelakar dia menyarankan Arab Saudi membeli sistem pertahanan udara Rusia. Sebagaimana yang dilakukan Iran dan Turki.

Putin mengutip ayat tersebut bukan tanpa alasan. Dilansir RT, Putin mendesak Arab Saudi untuk mengakhiri peran dengan Yaman.

2 dari 6 halaman

Persetujuan Erdogan dan Rouhani

 cara menghafal alquran

Referensi ayat yang disampaikan Putin, dibacakan atas persetujuan Erdogan dan Rouhani.

Erdogan dan Rouhani memperingatkan invasi yang dipimpin Arab Saudi ke Yaman telah menyebabkan puluhan ribu kematian selama lima tahun terakhir. Selain itu, serangan Arab Saudi telah menyebabkan kehancuran di negara di selatan semenanjung Arab itu.

Putin bukan kali ini saja bersinggungan dengan Alquran. Dilaporkan RBTH, yang mengutip Interfaks, Juni 2019, Putin menyarankan anak-anak membaca kitab suci sebelum tumbuh dewasa.

“ Suruh mereka membaca Injil. Itu sangat bagus. Suruh mereka membaca Alquran dan Taurat. Semua (kitab suci) ini akan sangat bermanfaat bagi mereka.”

Putin menambahkan bahwa semua agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan. “ Kalau kita mengikuti ajaran (agama), dunia akan menjadi lebih baik, tenang, dan stabil,” katanya menyimpulkan.

3 dari 6 halaman

Usai Peluk Islam, Sinead O'Connor Buat Pengakuan Mengejutkan tentang Alquran

Dream - Menjalani kehidupan sebagai Muslimah selama setahun belakangan bukan perkara mudah bagi musisi asal Irlandia, Sinead O'Connor. Dia kerap mendapat ujian dari masyarakat sekitarnya yang masih membenci Islam.

Tidak jarang, O'Connor sampai dilanda emosi yang meluap-luap. Dia bahkan sampai mengatakan tidak mau lagi menghabiskan waktu dengan orang-orang kulit putih.

Dikutip dari Independent, Senin 9 September 2019, dia mengaku marah ketika membuat pernyataan bernada rasis tersebut pada Oktober tahun lalu.

Dalam serangkaian pesan yang diunggah di Twitter, musisi 51 tahun itu sempat menyebut semua non-Muslim menjijikkan. Dia juga mengkritisi teologi Kristen dan Yahudi.

4 dari 6 halaman

Memohon Maaf Sudah Rasis

Ketika tampil di dalam program acara The Late Late Show akhir pekan lalu, dia mengatakan kepada penggemarnya pernyataan tersebut tidaklah benar. Dia mengakui pernyataan itu keluar tidak tepat di masa lalu maupun saat ini.

O'Connor, yang tahun lalu mengubah namanya menjadi Shuhada Davitt usai memeluk Islam, mengaku sempat marah hingga mengeluarkan pernyataan rasis. " Pemicunya, Islamofobia yang mencampakkan saya," kata dia.

" Saya mohon maaf atas kejadian yang menyakitkan ini. Itu adalah satu dari sekian cuitan yang Anda tahu," tulis dia.

5 dari 6 halaman

Semua Berkat Alquran

Di hadapan pemandu acara The Late Late Show, O'Connor bercerita mengenai pengalamannya menemukan Islam

" Saya membaca juz dua Alquran dan saya benar-benar merasa ini rumah saya, dan saya telah menjadi Muslim sepenuh hidup saya," kata O'Connor.

Dia mengatakan seseorang bisa menjadi Muslim tanpa benar-benar menjadi Muslim karena itu adalah pola pikir.

" Seorang Muslim adalah seseorang yang yakin tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah," kata dia.

 

6 dari 6 halaman

Berubah Setelah Peluk Islam

Sepanjang hidupnya, O'Connor terkenal sebagai sosok yang penuh kontroversi. Pada Juni 2016, dia membantah laporan yang menyebutnya hilang dan mengancam akan loncat dari jembatan, lalu menyebut pernyataannya sendiri sebagai gosip palsu dan jahat.

Pada 2015, dia membuat unggahan Facebook mengklaim mengalami overdosis akibat beberapa pil di kamar hotel di Irlandia. Dia kemudian ditemukan selamat dan dilarikan ke rumah sakit.

Dia juga pernah menyobek foto Paus Johanes Paulus II sepanjang konser Saturday Night Live pada 1992.

Semua catatan kontroversi itu berubah semenjak O'Connor memeluk Islam. Kini dia merasa jauh lebih tenang.

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik