Balita di Bandung Punya Bola Mata 3 Warna, Ini Penjelasan Dokter

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 9 September 2019 13:01
Balita di Bandung Punya Bola Mata 3 Warna, Ini Penjelasan Dokter
Warna bola mata Amelia bisa berubah dari hitam ke biru.

Dream - Amelia Anggraeni, Balita asal Bandung, Jawa Barat, sempat menjadi sorotan. Putri kecil yang baru berusia 2 tahun 5 bulan memiliki bola mata unik dengan tiga warna.

Secara fisik tidak ada perbedaan antara balita dari pasangan Hendra Kuswandi, 30 tahun dan Reni Nuryanti, 32 tahun ini dengan anak-anak lainnya. Tetapi, warna bola mata milik balita yang tinggal di Kampung Sukamanah II, Kelurahan Waters, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung ini sangat mencolok dan dapat berubah-ubah menjadi coklat, abu-abu dan biru.

Dokter Puskesmas Pasawahan, Meilinda Harahap, menjelaskan keunikan yang dimiliki Amelia dikenal dengan istilah Heterochromia iridis, yaitu perubahan warna bola mata disebabkan kondisi pada bagian iris.

" Dari sisi medis tidak ada kelainan, hanya warna iris matanya saja yang berbeda-beda," ujar Meilinda, dikutip dari Liputan6.com.

Meilinda menceritakan saat awal kelahiran iris mata Amelia berwarna putih. " Selang 2-3 bulan kemudian abu-abu lalu biru dan sekarang ada coklat dan hitam," kata dia.

 

1 dari 6 halaman

Tak Ada Efek Samping

Kondisi tersebut sejauh ini tidak menimbulkan efek samping. Menurut dia, Amelia tetap bisa melihat secara normal serta aktivitasnya tidak terganggu.

Selanjutnya, Meilinda menjelaskan perubahan iris mata Amelia terjadi karena faktor melamin. Jika berada di tempat dengan cahaya terang, bola mata Amelia terlihat kebiruan.

Dia pun menyatakan kondisi Amelia tidak sama dengan orang Eropa. Kondisi warna mata biru pada orang Eropa terjadi karena pengaruh iklim dan makanan.

" Mereka (orang Eropa) suka makanan mentah. Kalau untuk Amelia bisa jadi pengaruh makanan dari orangtua sewaktu hamil dulu, cuma pengaruhnya kecil," kata dia.

 

2 dari 6 halaman

Efek Tyndall, Tingkat Cahaya Masuk ke Mata

Sementara, dokter spesialis mata Rumah Sakit Mata Cicendo, Mayasari Wahyu, berpendapat perubahan warna pada bola mata Amelia bisa terjadi karena efek tyndall. Ini terjadi karena adanya sinar masuk ke dalam iris atau selaput pelangi pada mata seseorang dan memantulkan warna.

" Jadi perubahan warna mata tergantung pada tingkat cahaya yang masuk ke dalam iris mata. Sehingga pada jam-jam tertentu warna mata Amelia kerap berubah-ubah.

Faktor lain, kata Maya, disebabkan adanya transiluminasi iris. Kondisi ini sering terjadi pada anak dengan pigmen melamin yang kurang. " Maka berwarnanya akan transparan," kata dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

3 dari 6 halaman

Wow! Balita Ini Bertahan Hidup Sendirian di Hutan

Dream - Balita 22 bulan, Kenneth Howard, menghilang dari rumahnya di Kentucky, Amerika Serikat, tiga hari lalu. Orang tuanya panik dan menawarkan sejumlah uang imbalan bagi siapa saja yang menemukan balita laki-laki.

Orang tuanya bilang, Howard pergi begitu saja lewat pintu belakang rumahnya. " Aku seperti orang linglung, seperti mimpi buruk," kata ayahnya, Elden Horward, dikutip dari laman Mirror, Jumat 17 Mei 2019.

Pencarian pun dilakukan. Selama tiga hari tim penyelamat keluar masuk hutan. Howard kemudian ditemukan 609 meter dari rumahnya. Dia dalam kondisi telanjang kaki dan tanpa minuman.

Dia mampu melewati malam di hutan yang kerap dikunjungi coyote dan beruang itu, seorang diri.

4 dari 6 halaman

Kemampuan Bertahan Hidup Dipuji

Asisten Kepala Dinas Kebakaran South Magoffin, Brent Handshoe, memuji kemampuan bertahan hidup Howard kecil.

" Dia bocah kecil tangguh. Aku tak dapat percaya dengan segala bantuan ini," ucap Brent.

" Bocah ini benar-benar bocah gunung Kentucky!"

5 dari 6 halaman

Viral Penumpang Balita Disuruh Bawa Bagasi Sendiri, Ini Kata Lion Air

Dream – Maskapai Lion Air membantah kabar viral tentang petugasnya yang telah meminta penumpang cilik membawa barang bawaannya sendiri. Informasi yang beredar menyebutkan kejadian itu berlangsung dalam penerbangan nomor JT-911 rute Bandung-Sumatera Utara. 

Dikutip dari akun Facebook Lion Air, Senin 29 April 2019, kejadian ini berlangsung dalam penerbangan pada 23 April 2019 lalu. Kala itu, petugas handlle menemukan seorang penumpang membawa sembilan barang bawaan.

Maskapai menyebut penumpang melaporkan tiga bagasi tercatat dengan bobot 30 kg dan 4 bagasi kabin. Petugas layanan darat memberikan tanda label kuning pada keempat barang bawaan itu.

“ Berdasarkan kondisi ini, petugas sudah mengawali dengan menyampaikan permohonan maaf kemudian menginformasikan barang bawaan berjumlah sembilan koli melebihi batas yang sudah ditentukan untuk dibawa ke dalam kabin,” tulis maskapai.

Lion Air menyebut setiap penumpang, kecuali bayi, boleh membawa satu bagasi kabin maksimal seberat 7 kg dan satu barang pribadi seperti tas laptop/perlengkapan bayi/bahan bacaan/kamera dan tas jinjing.

Dimensi bagasi kabin tak boleh lebih dari 40 cmx30 cmx20 cm. Untuk kategori anak, ada juga jatah dan diperbolehkan membawa bagasi kabin menurut ukuran standar.

 

6 dari 6 halaman

Tindakan yang Ditawarkan Lion Air

Lion Air membantah telah meminta anak-anak membawa bagasinya.

“ Dalam hal ini, barang bawaan yang menjadi hak anak bisa dibawa/diwakilkan oleh pendamping atau jika anak bepergian tanpa pendamping, dapat dibantu bawakan oleh petugas. Petugas Lion Air tidak meminta/menyuruh penumpang kategori anak membawa bagasi sendiri,” tulis maskapai.

Petugas maskapai menyarankan barang bawaan lainnya didaftarkan sebagai bagasi ke dalam kompartemen baasi pesawat. Tapi, penumpang menolak.

“ Situasi ini terjadi di ruang tunggu keberangkatan (waiting room), berlangsung cukup lama dan ketika waktu penumpang terakhir memasuki pesawat (final boarding),” tulis maskapai.

Berikut ini adalah tulisan lengkap pernyataan Lion Air.

“ Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group memberikan informasi resmi mengenai penerbangan nomor JT-911 pada Selasa (23/ 4) yang melayani penerbangan dari Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat (BDO) tujuan Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO) yang memiliki jadwal keberangkatan (schedule time departure) pukul 10.15 WIB, bahwa operasional dijalankan sesuai standar prosedur (SOP).

Klarifikasi Lion Air terkait penanganan enam penumpang dan barang bawaan yang tidak dapat melanjutkan penerbangan JT-911. Saat proses check-in, penumpang melaporkan tiga bagasi tercatat total 30 kg dan empat bagasi kabin. Petugas layanan darat (ground handling) memberikan tanda label kuning (baggage tag) pada keempat barang bawaan tersebut.

Ketika petugas layanan darat menjalankan penanganan (handle) berdasarkan hasil pengamatan (sweeping and profiling) terhadap barang bawaan/ bagasi yang dibawa penumpang, petugas menemukan (actual) sembilan barang bawaan oleh penumpang dimaksud. Berdasarkan kondisi ini, petugas sudah mengawali dengan menyampaikan permohonan maaf kemudian menginformasikan barang bawaan berjumlah sembilan koli melebihi batas yang sudah ditentukan untuk dibawa ke dalam kabin.

Setiap penumpang (kecuali bayi) diperbolehkan membawa satu bagasi kabin (cabin baggage)maksimum berat 7 kg dan satu barang pribadi (personal item) seperti tas laptop/ perlengkapan bayi/ bahan bacaan / kamera/ tas jinjing wanita (hand luggage) ke dalam kabin (hand carry), yang mengikuti aturan berlaku menurut maksimum dimensi bagasi kabin tidak lebih dari 40 cm x 30 cm x 20 cm. Kategori anak (child)usia 2-12 tahun juga mempunyai jatah dan diperbolehkan membawa bagasi kabin menurut ukuran standar. Dalam hal ini, barang bawaan yang menjadi hak anak bisa dibawa/ diwakilkan oleh pendamping atau jika anak bepergian tanpa pendamping dapat dibantu bawakan oleh petugas. Petugas Lion Air tidak meminta/ menyuruh penumpang kategori anak membawa bagasi sendiri.

Oleh karena itu petugas menyarankan barang bawaan lainnya agar didaftarkan sebagai bagasi tercatat (dibagasikan) ke dalam kompartemen bagasi pesawat, namun penumpang menolak atas informasi yang disampaikan petugas. Situasi ini terjadi di ruang tunggu keberangkatan (waiting room), berlangsung cukup lama dan ketika waktu penumpang terakhir memasuki pesawat (final boarding).

Petugas darat lainnya menginformasikan kepada kru pesawat, masih ada penumpang di ruang tunggu yang sedang menyelesaikan kapasitas barang bawaan. Dikarenakan waktu keberangkatan sudah sesuai, penumpang dimaksud tidak segera masuk ke pesawat dan pertimbangan upaya Lion Air menjaga kinerja ketepatan waktu (on time performance), maka pilot sebagai person in command (PIC) memutuskan pesawat pada penerbangan JT-911 tutup pintu (door close) serta bersiap lepas landas.”

 

 

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-