Hari Pertama Larangan Mudik, Bandara Soetta Kosong Melompong

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 6 Mei 2021 13:00
Hari Pertama Larangan Mudik, Bandara Soetta Kosong Melompong
Terminal 2 Bandara Soetta terlihat sangat sepi. Tidak ditemukan adanya penumpang yang melakukan check in.

Dream - Kondisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng sepi penumpang di hari pertama penerapan larangan mudik Lebaran Idul Fitri 2021. Padahal, sehari sebelumnya Bandara Soetta dipadati banyak calon penumpang.

Di hari ini, hanya ada satu pesawat yang dioperasikan maskapai. Berbeda dengan hari sebelumnya pada Rabu, 5 Mei 2021, lalu lintas pesawat di bandara ini cukup padat.

Dikutip dari Liputan6.com, suasana di Terminal 2 Bandara Soetta terlihat sangat sepi. Tidak ditemukan adanya penumpang yang melakukan check in.

Kondisi ini terlihat pada area pemeriksaan dokumen kesehatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Demikian pula dengan kondisi di area check in.

Hanya terlihat petugas dari Polres Bandara Soetta dan Satgas Penananan Covid-19. Mereka tengah berjaga di Terminal 2.

 

1 dari 4 halaman

Hanya 1 Pesawat Tiap Maskapai Beroperasi

Kondisi ini jauh berbeda dengan sehari sebelumnya. Sempat terjadi antrean panjang calon penumpang di terminal ini.

Senior Manager of Branch Communiation and Legal Bandara Soetta, M Holik Muardi, memastikan hari ini hanya ada satu pesawat dari masing-masing maskapai yang beroperasi. Berbeda dengan kemarin yang masih ada 20 hingga 40 penerbangan.

" Keberangkatan di Terminal 2 masih ada, hanya Batik Air dan Airasia, masing-masing satu flight," kata Holik.

Pesawat tersebut sudah berangkat tadi pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Sehingga saat ini tidak ada calon penumpang yang terlihat.

" Itupun (penerbangan) hanya untuk calon penumpang yang masuk dalam kategori pengecualian, diperbolehkan naik pesawat di musim pelarangan mudik ini," terang Holik.

2 dari 4 halaman

H-1 Larangan Mudik, Bandara dan Stasiun di Jakarta Diserbu Penumpang

Dream - Larangan mudik mulai berlaku tengah malam nanti mulai pukul 00.00 WIB. Seluruh moda transportasi akan dilarang bergerak saat larangan terjadi kecuali kendaraan-kendaraan tertentu.

Meski demikian, satu hari jelang berlakunya larangan mudik, kepadatan calon penumpang justru terjadi. Bahkan pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan peningkatan.

Seperti pada Terminal 2 Bandara Soetta, terjadi kepadatan calon penumpang di area keberangkatan. Mereka sedang mengantre untuk validasi dokumen kesehatan dan proses check in.

" Hari ini sedikit ada kenaikan dibandingkan dengan hari kemarin tapi masih dalam batas range yang kita hitung untuk bisa diamankan secara operasi dan secara pelayanan," ujar Executive General Manager Bandara Soetta, Agus Haryadi, dikutip dari Liputan6.com.

 

3 dari 4 halaman

80 Ribu Penumpang di Bandara Soetta

Pergerakan penumpang di Terminal 2 dan 3 Bandara Soetta diprediksi mencapai 80 ribu orang untuk keberangkatan maupun kedatangan. Sebelumnya, pergerakan penumpang rata-rata di angka 40-60 ribu orang.

Untuk mengurai kepadatan, kata Agus, pihaknya membuka Sub Terminal 2F pada jam-jam tertentu. Ini agar kerumunan yang bisa memicu penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir.

" Kita siap untuk dioperasikan bahkan beberapa hari kemarin secara berkala di jam- jam tertentu kita operasikan. Sehingga kemudian kita pastikan pelayanan terutama protokol kesehatan bisa kita jaga dengan baik," kata Agus.

 

4 dari 4 halaman

Puluhan Ribu Penumpang Kereta

Kepadatan juga terjadi di Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Tercatat ribuan penumpang meninggalkan Jakarta sehari sebelum larangan mudik berlaku.

Kepala Humas KAI Daerah Operasi I, Eva Chairunnisa, mengatakan sekitar 10 ribu penumpang dijadwalkan berangkat dari Jakarta di H-1 larangan mudik.

" Dari Stasiun Pasar Senen 5.000 dan 5.000 dari Stasiun Gambir. Jumlah kuota penumpang berangkat sudah melalui pembatasan kapasitas maksimal 70 persen," kata Eva.

Eva menjelaskan pihaknya mengoperasikan antara 17 hingga 20 rangkaian kereta. Selama masa pengetatan, para penumpang diharuskan memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan.

" Pada masa pengetatan perjalanan juga diwajibkan memiliki surat pemeriksaan Covid dengan hasil negatif dengan masa berlaku 1x24 jam," ucap Eva.

Beri Komentar