Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bayi usia 50 hari di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dinyatakan positif Covid-19. Diduga, penyebabnya bayi tersebut dibawa ke hajatan oleh orangtuanya.
" Pada Sabtu ini di Kabupaten Cirebon terdapat penambahan kasus positif Covid-19, di mana menimpa seorang bayi berusia 50 hari," ujar Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan, dikutip dari Liputan6.com.
Menurut Nanan, bayi tersebut menambah jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon menjadi 14. Rinciannya, lima orang dirawat, tujuh sembuh dan dua meninggal.
Bayi tersebut kemudian diidentifikasi dengan kasus 14. Bayi itu diduga tertular dari sang paman yang baru datang dari daerah episentrum.
" Riwayat kontak dengan pamannya yang datang dari episentrum pada saat hajatan," kata Nanan.
Selanjutnya, Nanan menerangkan bayi tersebut mengalami gejala klinis seperti suhu tubuh 38 derajat Celcius, batuk, sesak dan diare. Orangtuanya membawa bayi itu ke rumah sakit untuk menjalani rapid test.
Hasilnya, bayi itu reaktif. Demikian pula dengan ayahnya juga reaktif, tetapi sang ibu non-reaktif.
" Sehingga dilakukan tes swab dan hasilnya memang bayi berusia 50 hari itu positif Covid-19, sedangkan ayah dan ibunya negatif," kata Nanan, dilaporkan Antara.
Setelah bayi itu dinyatakan positif, Nanan mengatakan pihaknya segera melakukan pelacakan kontak. Baik dari bayi tersebut maupun pamannya.
" Untuk itu kami meminta izin keramaian hajatan untuk diperketat serta harus memperketat orang yang datang dari episentrum," ucap Nanan.
Sumber: Liputan6.com/Mevi Linawati
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya