Vaksin Covid-19 Diyakini Tak Akan Memberikan Kekebalan Jangka Panjang

Reporter : Sugiono
Minggu, 7 Juni 2020 11:00
Vaksin Covid-19 Diyakini Tak Akan Memberikan Kekebalan Jangka Panjang
Saat ini para ilmuwan di berbagai belahan dunia berlomba mengembangkan vaksin Covid-19.

Dream - Penasihat Kesehatan Gedung Putih, Dr. Anthony Fauci, tidak yakin vaksin Covid-19 yang saat ini dikembangkan oleh para ilmuwan di berbagai belahan dunia bisa memberikan kekebalan jangka panjang.

SARS-CoV-2 merupakan jenis virus corona baru yang menyebabkan Covid-19. Sama seperti SARS dan MERS, virus ini menyerang pernapasan manusia.

" Jika Covid-19 memiliki sifat seperti virus corona lain, kemungkinan besar itu tidak akan memberikan kekebalan jangka panjang," kata Fauci, yang juga direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional, mengatakan dalam wawancara dengan Editor JAMA, Howard Bauchner.

1 dari 4 halaman

" Jika melihat sejarah virus corona, yang menyebabkan penyakit mirip flu, vaksin hanya mampu memberi efek kekebalan berkisar dari tiga, enam bulan hingga hampir kurang dari setahun," tambah Fauci.

Bagi Fauci, hal yang sama bisa juga terjadi pada vaksin virus SARS-CoV-2. Vaksin kemungkinan tidak akan memberi kekebalan dan perlindungan dalam jangka panjang.

2 dari 4 halaman

Institut Kesehatan Nasional telah bekerja cepat dengan perusahaan biotek Moderna untuk mengembangkan vaksin potensial untuk mencegah Covid-19.

Fauci mengatakan Moderna berharap bisa melibatkan sekitar 30.000 orang ketika memulai uji coba vaksin Covid-19 tahap 3 yang digelar pada bulan Juli.

3 dari 4 halaman

" Setidaknya ada empat vaksin potensial yang akan diuji coba. Pada awal 2021 kami berharap telah memproduksi ratusan juta dosis vaksin Covid-19," katanya.

Ketika ditanya apakah para ilmuwan akan dapat menemukan vaksin yang efektif, Fauci mengatakan dia ‘sangat optimis' namun ‘tidak ada jaminan'.

Dia memperingatkan ‘mungkin butuh berbulan-bulan untuk mendapatkan jawaban’ sebelum para ilmuwan bisa menentukan apakah vaksin bisa bekerja efektif.

4 dari 4 halaman

Pejabat dan ilmuwan Amerika berharap vaksin untuk mencegah Covid-19 akan siap pada paruh pertama 2021, yaitu 12 hingga 18 bulan sejak para ilmuwan China pertama kali mengidentifikasi virus corona dan memetakan urutan genetiknya.

Ini merupakan pengembangan vaksin tercepat karena prosesnya biasanya memakan waktu sekitar satu dekade untuk memproduksi vaksin yang efektif dan aman.

Pengembangan vaksin tercepat di dunia masih dipegang oleh vaksin penyakit gondong. Pengembangan hingga produksi vaksin gondong membutuhkan waktu lebih dari empat tahun dan baru dilisensikan pada tahun 1967.

Sumber: CNBC.com

Beri Komentar