Bikin Haru, Polisi Peluk dan Hibur Bocah Korban Tsunami Banten

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Minggu, 30 Desember 2018 15:45
Bikin Haru, Polisi Peluk dan Hibur Bocah Korban Tsunami Banten
Bocah kecil ini tidak mau melepaskan pelukan pada pak polisi.

Dream - Amukan tsunami yang menerjang Tanjung Lesung, Banten, pada Sabtu 22 Desember 2018 lalu meninggalkan sederet kisah pilu.

Hal ini juga dirasakan oleh bocah laki-laki bernama Adit. Tangisnya pecah ketika mendengar kabar kematian keluarganya.

Adit berhasil lolos dari terjangan tsunami lantaran sedang berada di Lampung. Saat itu, dia mengikuti kompetisi sepak bola Timnas U-13.

Kehilangan orangtua tentu membuat Adit merasakan kepiluan yang sangat. Dia bahkan tidak tahu harus bagaimana lagi menjalani hidup tanpa orangtuanya.

Di tengah kesedihan itu, seorang polisi berusaha menghibur Adit. Polisi itu berusaha menenangkan bocah yang tengah dilanda duka mendalam tersebut.

Kisah Adit menjadi viral setelah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengunggah video di akun Instagram.

1 dari 5 halaman

Tegarkan Bocah Timnas U-13

Melalui videonya, tampak seorang anggota Polri yang sedang menghibur Adit. Kala itu, Adit masih memakai baju Timnas Indonesia dan memeluk polisi dengan erat.

Polisi menghampiri Adit lantaran melihat si kecil yang sedang melamun. Ia memberi semangat dan menyuruh Adit untuk tidak berhenti mendoakan orangtua serta kedua adiknya.

Ia bahkan menjanjikan Adit untuk bertemu di kemudian hari.

" Panggilnya papi aja ya. Papi kan di Karah, nanti kalau Adit ke Karah, Adit telepon. Kalau papi memang lagi enggak tugas nanti bisa temuin Adit, ya," ujarnya.

Adit dengan sangat polos mengiyakan petuah sang polisi. Ia seakan tidak ingin lepas dari pelukan polisi.

Aksi polisi sukses membuat haru warganet. Banyak dari mereka yang mendoakan Adit agar sukses menjadi anggota Timnas.

" Nggak sanggup nahan air mataaaa smoga terwujud cita2 kamu dek Adit...,"  ujar akun @sheta_yuliana.

" Kita berdoa semoga adik kita, ananda kita adit menjadi pemain bola yang sukses dan terbaik sesuai dgn cita-cita nya... Aamiin YRA,"  akun @hbullah22 menimpali.

3 dari 5 halaman

Ifan Seventeen Pertanyakan Kinerja BMKG Deteksi Tsunami

Dream - Ifan Seventeen terpaksa kehilangan orang-orang terdekatnya akibat amukan tsunami di Tanjung Lesung, Anyer, Serang, Banten pada Sabtu 22 Desember 2018 lalu. Meski sudah ikhlas, terbersit tanda tanya pada diri Ifan terkait kinerja Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Ifan merasa janggal dengan pernyataan BMKG yang sempat menyatakan gelombang di Anyer bukanlah tsunami. Padahal, banyak dokumentasi yang merekam kejadian dan menyatakan sebaliknya.

" Sebenarnya ada yang masih penasaran di aku, ini terkait masalah BMKG. Jadi aku ingat setelah kejadian Ade Jigo ngirim video, upload kalau itu tsunami, kembaranku juga instastory kalau itu tsunami soalnya hp-nya selamat, ini berarti bencana tsunaminya jelas terjadi," katanya seperti dilansir dari Liputan6.com.

Menurut Ifan, sangat disayangkan BMKG gagal mendeteksi tsunami sejak dini. Alhasil, ratusan korban pun berjatuhan.

" Aku enggak mencari kambing hitam atas kesedihanku, aku cukup dewasa, aku enggak mencoba menyalahkan atas musibah yang bencana, maksudku gini loh, BMKG itu badan yang dibangun untuk memperingatkan masyarakat terhadap tanda-tanda adanya bencana, kan begitu?" tutur Ifan dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta.

Informasi tsunami yang dikeluarkan setelah kejadian dianggapnya tidak berguna lantaran sudah terlambat.

" Kalau informasinya dikeluarkan setelah adanya bencana ini kan berarti useless (tak berguna). Tapi kalau informasinya dikeluarkan setelah bencana ternyata salah aku juga enggak ngerti lagi," sambungnya.

Lebih lanjut, Ifan berharap agar BMKG dapat memperbaiki kinerja. Ini agar tidak lagi timbul korban di kemudian hari akibat bencana.

" Seventeen itu manggung acara BUMN, which is itu badan milik negara. Masak PLN yang ngundang sendiri aja itu nggak dapat peringatan apa pun itu. Jadi yang dia bilang ada peringatan bla bla bla apapun itu kalau aku sih bullshit (omong kosong)," ia meluapkan emosinya.

4 dari 5 halaman

Pasha Ungu Lantunkan Lagu Seventeen, Ifan: Makasih, Kanda

Dream - Duka masih menyelimuti Riefian Fajarsyah atas meninggalnya sang istri, Dylan Sahara, serta ketiga rekannya di Seventeen akibat terjangan tsunami Anyer pada 22 Desember lalu.

Kisah pilu pria yang akrab disapa Ifan Seventeen itu mengundang empati dari sesama musisi. Salah satunya Pasha Ungu.

Vokalis yang juga menjadi Wakil Wali kota Palu itu membawakan lagu Seventeen berjudul 'Kemarin' di acara Celeb Fest, Singapura, pada Sabtu kemarin.

Sambil memetik gitar akustik, Pasha menyanyikan lirik lagu karya mendiang gitaris Seventeen, Herman Sikumbang. 

Lagu yang tengah menjadi buah bibir usai tragedi tsunami itu dibawakannya dengan syahdu tanpa diiringi personil Ungu lainnya.

Meski begitu, Pasha meminta maaf kepada Ifan usai membawakan lagu. Aksinya ini diunggah melalui Instagram Story akun @pashaungu_vm.

 Pasha Ungu

" Dinda @ifanseventeen maaf ya tadi kanda ga izin dulu. Kanda bawain lagunya di singapore dan semua nyanyi juga titip doa buat dinda.. InsyaAllah dinda kuat dan dan terus berkarya,"  tulis Pasha.

Kendati demikian, Ifan tidak marah dibuatnya. Ia justru mengunggah ulang postingan Pasha di Instagram pribadinya.

 Ifan Seventeen

" MasyaAllah kanda, makasih udah mau nyanyiin lagu @seventeenbandid anak2 kalo tau pasti seneng banget, barakallah kanda :),"  tulisnya lewat Insta Story @ifanseventeen.

Ia juga memuji aksi sahabatnya itu.

" Kanda lebih keren bawainnya,"  Ifan menambahkan.

Sebelumnya, Pasha juga pernah menyanyikan lagu tersebut dengan alunan piano sambil mengajak Ifan.

5 dari 5 halaman

Menyayat Hati, Jawaban Ifan Seventen Diajak Pasha Ungu Nyanyi Lagu Kemarin

Dream - Ifan Seventen belum bisa menghapus kesedihannya kehilangan sang istri, Dylan Sahara,  dan tiga rekannya belum bisa sirna. Pria bernama lengkap Riefian Fajarsyah itu menjadi satu-satunya anggota Seventeen yang selamat dari amukan Tsunami Anyer, Sabtu, 22 Desember 2018, lalu.

Sepekan berlalu, Ifan banyak mendapat dukungan dan semangat dari rekan sesama artis. Salah satu yang cukup sering menunjukan empati kepada Ifan adalah Pasha Ungu.

Terakhir, vokalis Ungu yang menjadi wakil walikota Palu itu mencoba menyanyikan lagu Seventeen berjudul 'Kemarin'. Sambil bermain piano, Pasha menyanyikan lirik lagi yang diciptakan mendiang gitaris Seventen, Herman Sikumbang.

" Lagi coba belajar mainin musiknya dan ngafalin lyricnya. Siapa tahu nanti nyanyi bareng saudaraku @ifanseventeen,"  tulis Pasha dalam insta storiesnya.

Rupanya postingan Pasha kembali diunggah Ifan di akun Instagramnya. Sebuah jawaban haru justru diberikan Ifan pada suami Adelia Pasha itu.

Ifan dengan halus menolak ajakan Pasha untuk menyanyikan lagu Kemarin. Suami Dylan itu mengaku tak cukup kuat untuk menyanyikan lagu yang diciptakan oleh salah satu personil Seventeen.

Lagu 'Kemarin' diketahui mengandung lirik yang mengisahkan tentang seseorang yang ditinggal selama lamanya oleh orang yang dicintai.

" Ya Allah Kanda, aku nggak tau kapan bisa nyanyi lagi, apalagi lagu itu,"  balas Ifan Seventeen.

Malah dia menyarankan untuk Pasha menyanyikan lagu itu sendiri.

" Kanda saja yang nyanyi ya, pasti lebih bagus,"  usul Ifan kepada Pasha.

Melihat Ifan yang menolak ia untuk nyanyi bersama, Pasha justru menguatkan Ifan dan membujuk Ifan agar tetap kuat dan mau kembaki untuk menyanyi

 Pasha Ungu

" Jangan dong. Harus dinda yang nyanyiin nanti sama Ungu kanda temenin ya,"  kata Pasha Ungu.

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri