Viral, Bupati `Omeli` Siswa SMK Kendal yang Jadikan Guru Bahan Guyonan

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 12 November 2018 19:13
Viral, Bupati `Omeli` Siswa SMK Kendal yang Jadikan Guru Bahan Guyonan
Sang bupati membatalkan pertemuannya dengan Presiden Jokowi untuk datang ke SMK tersebut.

Dream - Bupati Kendal, Mirna Annisa turut bereaksi atas peristiwa dugaan perundungan guru oleh empat siswa SMK NU 03 Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Bupati rela membatalkan pertemuannya dengan Presiden Jokowi dan memilih mendatangi sekolah tersebut. 

Mirna mengatakan, sikap para siswa telah melecehkan profesi seorang guru. Meski, belakangan diketahui, interaksi guru dan empat murid dalam video itu dalam konteks bercanda.

" Itu ngawur, kalau itu anak saya, jelas tidak saya sekolahkan lagi," ucap Mirna, dikutip dari PojokSatu.id, Senin, 12 November 2018.

Mirna mengatakan, bentuk candaan di dalam kelas itu telah mencoreng dunia pendidikan.

Bupati Kendal Omeli Murid SMK yang Bully© MEN

Dalam video yang beredar, Mirna sempat menanyai motif para siswa yang bertindak sewenang-wenang pada gurunya.

 

1 dari 4 halaman

Momen Saat Siswa SMK Dinasihati Bupati

Tangkapan layar aksi dugaan bullying siswa ke guru© Instagram

" Kamu sekolah SMK mau jadi apa? Kok pada berani?" ujar Mirna.

Sebelumnya, Kepala SMK NU 03 Kaliwungu, Muhaidin, menjelaskan kronologi kejadian pada sebuah surat. Pihak sekolah juga telah memanggil semua orang tua siswa yang terlibat dalam video tersebut pada Senin, 12 November 2018.

Menurut Muhaidin, insiden itu terjadi pada hari Kamis, 8 November 2018, di kelas X TKR saat proses pembelajaran berlangsung.

Saat itu siswa sedang mengikuti pelajaran Gambar Teknik Otomotif yang diampu guru bernama Joko Susilo.

“ Pada jam 13.00 menjelang berakhirnya jam pelajaran tersebut, anak-anak ramai bercanda, ada yang saling melempar kertas, dan salah satu kertas tersebut ada yang mengenai Pak Joko,” kata Muhaidin.

Sumber: Pojoksatu.id

 

2 dari 4 halaman

Geger Video Viral Siswa SMK Jadikan Guru Bahan `Guyonan`

Dream - Jagat maya kembali viral dengan kasus guru vs siswa. Kali ini sebuah video memperlihatkan sejumlah siswa di dalam ruang kelas terlihat sedang " mengeroyok" seorang guru paruh baya.

Diduga, video tersebut direkam di salah satu SMK di daerah Kendal, Jawa Tengah.

Staf Humas Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud), Seno Hartono mengaku masih mencari tahu kebenaran isi rekaman dari video tersebut.

" Kita lagi konfirmasi, ini kita lagi telusuri," kata Seno saat dihubungi Dream, Minggu 11 November 2018.

Dalam video yang beredar terlihat seorang guru tengah berada di tengah kelas sambil dikelilingi para siswa. Dua orang siswa terlihat menyentuh tangan guru itu seperti hendak mendorongnya. 

Ulah si murid disambut reaksi guru paruh baya itu dengan melakukan perlawanan. Diselingi akdi tertawa para murid, aksi saling dorong dan menendang dilakukan guru dan murid. 

Setelah mengambil alas kaki yang sempat terlepas, aksi itu mulai berakhir saat sang guru kembali ke mejanya.

 

 

3 dari 4 halaman

Sosok Guru Terungkap

Unggahan itu tak butuh waktu lama untuk langsung menjadi viral di media sosial. Rekaman video disebar melalui Instagram maupun Youtube.

Tak lama berselang, sebuah surat pernyataan diduga dari Kepala Sekolah SMK NU 03 Kaliwungu Kendal, Muhaidin beredar di sosial media. Surat tertanggal hari ini itu beredar di sebuah akun gosip Instagram.

Dalam keterangannya dijelaskan jika peristiwa terjadi pada Kamis, 8 November 2018 di kelas X TKR pukul 09.15 hingga 13.20 WIB. Dalam surat tersebut, diketahui sang guru bernama Joko Susilo.

Menjelang jam pelajaran selesai, para siswa dilaporkan mulai bercanda. Beberapa murid bahkan ada yang melempar kertas hingga mengenai tubuh Joko.

Kemudian dimintalah maju siswa yang melempar kertas tersebut.

 

 

4 dari 4 halaman

Guru Digoda Biar Tak Marah

Rupanya, beberapa siswa maju dan mengajak Joko bercanda dengan tujuan agar tidak marah.

Setelah itu, terjadi peristiwa seolah-olah Joko sedang dikeroyok oleh siswanya. Video tersebut sempat diunggah oleh siswa di statsu WhatsApp dan viral.

" Jadi, kami tegaskan lagi bahwa pada hari Kamis, 8 November 2018 tidak ada pemukulan atau pengeroyokan siswa terhadap guru," tulis Muhaidin.

Meski demikian, Muhaidin mengaku kalau tindakan siswa-siswa tersebut sudah melampaui batas.

Untuk itu, pihak sekolah akan memanggil orang tua pada Senin, 12 November 2018.