5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Rozy, Selebgram Robot Dengan Follower Yang Banyak (Instagram @rozy.gram)
Dream - Rozy, seorang selebgram yang tengah membuat heboh dunia maya. Penampilannya cantik dan punya banyak follower di Instagram di Korea Selatan.
Dilihat sekilas, mungkin banyak yang mengira Rozy adalah gadis cantik usia 22 tahun. Anggapan itu salah besar.
Ya, Rozy bukan manusia. Dia adalah robot dengan kecerdasan artifial (Artificial Inteligence/AI).
Rozy diciptakan oleh rumah produksi Sidus Studio X. Sejak Desember 2020 hingga saat ini, akun media sosialnya dijaga tetap aktif sehingga banyak yang mengira dia adalah manusia sungguhan.
" Kami mengiklankan dua kali pekan ini dan sekarang kami punya enam kontrak eksklusif. Dia (Rozy) mendapatkan lebih dari 100 sponsor sekarang, tapi kami belum bisa memprosesnya," ujar CEO Sidus Studio X, Baek Seung Yeop.
Baek mengatakan perusahaan telah mencapai target profit. Dia pun berpikir Rozy akan menghasilkan lebih banyak lagi pendapatan.
" Saya pikir Rozy bakal bisa menghasilkan lebih dari 1 miliar won (setara Rp12,1 miliar) akhir tahun ini," kata dia.
Menurut Korea.net, Rozy diciptakan dengan menggabungkan tampilan yang sangat digemari kelompok milenial dengan sedikitnya 800 ekspresi wajah.
Juga gerakan dari pemeran melalui teknologi 3D modelling. Inilah yang membuat karakter Rozy tampak hidup
" Di tiga bulan pertama akun Instagram Rozy diaktifkan, tidak ada yang memperhatikan dia adalah model virtual 3D," kata Baek.
Dia menerangkan popularitas manusia virtual berasal dari fakta mereka dapat menghindari skandal privasi. Selain itu, mereka tidak terbatas ruang dan waktu karena lokasi dan pemandangan dapat dibuat melalui grafik komputer.
Selain itu, manusia virtual tidak bisa sakit atau menjadi tua. Sehingga mereka dapat tetap aktif dalam jangka waktu yang lama atau bahkan selamanya, dikutip dari World of Buzz.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?