Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Pembangunan Jalan Blok 206 Yang Menjadi Lokasi Insiden Mina Tahun Lalu (saudigazette.com.sa)
Dream - Otoritas Proyek Pembangunan Mekah dan Situs Suci membangun jalur langsung menuju areal Jamarat pada Jalan Blok 206. Pada tahun lalu, jalan ini menjadi lokasi insiden yang menewaskan ribuan jemaah haji akibat bertubrukan.
Harian berbahasa Arab, Makkah melaporkan, mengutip sumber dari otoritas tersebut, jemaah yang menggunakan jalan ini tidak lagi harus bertemu dengan sejumlah persimpangan jalan. Mereka bisa langsung menuju areal jamarat melalui jalan layang yang saat ini tengah dibangun.
Proyek pembangunan jalan langsung ini diperkirakan akan selesai pada 1 Zulhijah 1437 Hijriah. Dalam perhitungan Masehi, proyek diperkirakan selesai pada 2 September 2016.

Jalan ini sebelumnya hanya diperuntukkan bagi jemaah haji pejalan kaki yang hendak ke areal jamarat untuk melempat jumrah. Ujung jalan tersebut merupakan pertigaan yang hanya memungkinkan bagi jemaah berbelok ke arah kiri atau kanan.
Usai berbelok, jemaah yang menuju areal jamarat akan bertemu dengan arus jemaah keluar areal tersebut yang telah melaksanakan pelontaran jumrah. Akibat arus jemaah yang begitu besar dan tidak lagi ada jalan alternatif, jemaah dari kedua arah bertabrakan hingga banyak yang meninggal pada tahun lalu.
Otoritas pembangunan juga akan membongkar seluruh tenda yang menghalangi jalan. Tenda-tenda tersebut akan dipindah, menyusul dipindahnya kantor pemerintah dari kawasan tenda ke areal yang letaknya sedikit menjauh.

Sementara itu, pembangunan Kota Mekah diperkirakan akan segera selesai sebelum musim haji. Nantinya, otoritas perluasan Masjidil Haram akan mengaktifkan sekitar 27 pusat layanan yang terbagi sebanyak 22 unit di Mina, tiga unit di Muzdalifah, dan dua unit di Arafah.
Pusat layanan ini akan bekerja mengawasi kebersihan dan kesehatan lingkungan serta memastikan keamanan makanan bagi para jemaah. Mereka juga akan memantau pergerakan jemaah dari dan menuju tenda bermukim.
Di sisi lain, temperatur di Mina akan diturunkan dari 33 derajat Celsius menjadi 21 derajat Celsius sepanjang musim haji tahun ini. Untuk program ini, otoritas pelayanan akan menggunakan mesin AC tipe baru yang dikembangkan oleh perusahaan asal Australia.
(Ism, Sumber: saudigazette.com.sa)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun