Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menko PMK Muhadjir Effendy (Kemenko PMK)
Dream - Pemerintah memutuskan memangkas cuti bersama 2021. Dari tujuh hari cuti bersama yang telah ditetapkan sebelumnya dipangkas menjadi dua hari.
" Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) sebelumnya terdapat 7 hari cuti bersama, setelah dilakukan peninjauan kembali SKB, maka cuti bersama dikurangi dari semula tujuh hari menjadi hanya tinggal dua hari saja," ujar Menko PMK, Muhadjir Effendy, dalam keterangan tertulis pada laman Kemenko PMK.
Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi tingkat menteri. Rapat dihadiri Menpan RB Tjahjo Kumolo, Menaker Ida Fauziyah, Menhub Budi Karya Sumadi, Sekjen Kemenag Nizar Ali, Sekjen Kemnaker, Asops Kapolri dan Pejabat Eselon 1 K/L terkait.
Muhadjir mengatakan alasan pengurangan cuti bersama yaitu kurva peningkatan Covid-19 belum juga melandai meski berbagai upaya sudah dilakukan. Terdapat kecenderungan kasus Covid-19 meningkat setelah libur panjang.
Mobilitas masyarakat cenderung naik. Sementara, program vaksinasi sedang berjalan.
" Oleh karena itu pemerintah perlu meninjau kembali cuti bersama yang berpotensi mendorong terjadinya arus pergerakan orang sehingga penularan meningkat," kata Muhadjir.
Cuti bersama yang mengalami pemangkasan yaitu:
1. 12 Maret: cuti bersama Isra' Miraj Nabi Muhammad SAW,
2. 17, 18, 19 Mei: cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah,
3. 27 Desember: cuti bersama Hari Raya Natal 2021.
Cuti bersama yang tetap yakni:
1. 12 Mei: cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dan
2. 24 Desember: cuti bersama Hari Raya Natal 2021.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Pemerintah berencana mengevaluasi cuti bersama 2021. Terdapat kemungkinan jumlah cuti akan dikurangi.
" Insyaallah minggu depan kita evaluasi, kemungkinan besar akan kita kurangi cuti bersamanya," ujar Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dikutip dari laman Kemenko PMK.
Tetapi, Muhadjir belum dapat memastikan berapa jumlah cuti bersama yang akan dihilangkan. Rapat evaluasi libur dan cuti bersama 2021 nantinya digelar melibatkan kementerian dan lembaga untuk memastikan pengurangan jumlah cuti bersama.
" Kita bicara dulu dengan kementerian terkait. Ada Menpan RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), ada Menaker (Menteri Ketenagakerjaan) ada Menag (Menteri Agama), terutama yang berkaitan dengan libur keagamaan," kata Muhadjir.
Dia mengakui libur panjang karena cuti bersama cenderung menimbulkan peningkatan kasus Covid-19. Tetapi, dia juga menyatakan libur panjang bukan penyebab utama lonjakan kasus melainkan terdapat banyak faktor lain yang turut berpengaruh.
" Ada kecenderungan begitu (Covid-19 meningkat). Jadi setiap ada libur panjang ada kemaikan kasus walaupun itu juga tidak variabel tunggal, ada banyak faktor," kata dia.
Sebelumnya, Menpan RB, Tjahjo Kumolo, mengusulkan evaluasi cuti bersama 2021 mengingat masih adanya potensi lonjakan kasus Covid-19. Tjahjo mengusulkan libur Hari Raya Idul Fitri 1442H hingga Tahun Baru 2022 diperpendek untuk menekan penyebaran infeksi virus corona.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengakui terjadi penurunan kasus harian positif Covid-19 setiap kali masa liburan. Sementara di sisi lain tingkat kasus aktif atau positivity rate malah naik.
" Memang positivity rate tinggi khususnya di hari libur jumlah yang dites itu turun, akibatnya kasus terkonfirmasinya juga turun dan positivity ratenya naik," ujar Budi, disiarkan channel YouTube Kementerian Kesehatan.
Budi menyebutkan fakta ini pernah terjadi pada 1-2 Januari 2021 setelah masa libur Natal dan Tahun Baru. Fakta ini berulang pada 10-11 Januari 2021 dampak dari libur akhir pekan, kasus terkonfirmasi menurut namun positivity rate naik.
" Yang memang kami amati, jumlah kasus positif harian turun. Kalau banyak menanyakan kenapa ini turun, karena ini dampak dari liburan panjang," kata dia.
Menurut Budi, setiap libur panjang akan memicu kenaikan kasus sekitar 30-40 persen. Rentang kenaikan kasus positif biasanya terjadi selama 14 hari sesuai dengan masa inkubasi virus.
" Sehabis naik karena dalam 14 hari itu virus mati, dengan sendiri menurun," kata dia.
Sementara paska libur Nataru, Budi memastikan puncak kasus terkonfirmasi sudah terlampaui. Dampaknya, positivity rate Covid-19 di Indonesia menurun.
" Mobilitas sejak naiknya kasus konfrmasi paska -libur Natal dan Tahun Baru dilakukan pengetatan lewat program PPKM sehingga itu juga menyebabkan kasus konfirmasinya turun," ucap dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya