Delapan Mahasiswa Indonesia di Wuhan Sudah Kembali ke Aceh

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 28 Januari 2020 15:00
Delapan Mahasiswa Indonesia di Wuhan Sudah Kembali ke Aceh
Para mahasiswa tersebut akan dijemput pemerintah Aceh.

Dream - Sebanyak delapan mahasiswa asal Aceh yang kuliah di China akan kembali ke Tanah Air. Delapan mahasiswa tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Blang bintang Aceh Besar, Selasa, 28 Januari 2020.

Juru bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Gani (SAG) membenarkan kepulangan delapan orang yang pulang ke Aceh.

" Benar, informasi yang kami terima semalam, ada 8 orang yang akan tiba di Bandara SIM hari ini," kata SAG kepada merdeka.com.

Kata SAG, satu mahasiswa akan tiba pada pukul 10.30 WIB dan tujuh lainnya pada pukul 16.00 WIB. Semua proses penanganannya di bandara dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

" Mereka sudah ada di lokasi (Bandara SIM)," kata dia.

 

1 dari 5 halaman

Pemerintah Provinsi Koordinasi

Seorang mahasiswa, Dinda Destari, sudah di Jakarta sejak kemarin dan segalanya ditanggung pihak kantor penghubung Aceh. Sedangkan Maria Effi Yana sudah membeli tiket kepulangan sejak 27 Januari 2020, berangkat dari Shanghai ke Kuala Lumpur.

Dari Kuala Lumpur menuju Banda Aceh tiba di Banda Aceh haripukul 17.00 WIB akan dijemput oleh posko Dinas Sosial Aceh.

Begitu juga mahasiswa lainnya Muhammad Sahuddin, Genta Mardika Putra berangkat dari Fuzhou ke Guangzhou ke Jakarta dan Mirna Yunita berangkat dari Beijing ke Jakarta, Fiqhi Nahdhiah Mahkmud berangkat dari Hangzhou-Kuala Lumpur, dari Kuala Lumpur - Medan.

Nadlia Ariyati berangkat dari Hangzhou-Kuala Lumpur, dari Kuala Lumpur - Medan dan Yulia Fitria berangkat dari Nanchang ke Bangkok, lalu Bangkok - Jakarta.

Sementara itu Kasi Penyakit Menular Dinas Kesehatan Aceh, Iman mengaku saat ini pihaknya sedang menggelar rapat koordinasi penanganan kasus virus Corona di China.

Sumber:

2 dari 5 halaman

Indonesia Kesulitan Evakuasi 242 WNI di Wuhan

Dream - Kementerian Kesehatan memastikan sebanyak 242 mahasiswa di Indonesia yang sedang kuliah di Wuhan, China, dalam kondisi baik. Kondisi itu dipastikan dari data Kementerian Luar Negeri.

" Sebanyak 242 WNI di Wuhan alhamdulillah dalam keadaan baik-baik," ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihartono, di kantornya, Jakarta, Senin 27 Januari 2020.

Menurut Anung, pemerintah Indonesia kesulitan untuk memulangkan WNI yang berada di Hubei, Ibu Kota Provinsi Wuhan. Selain karena akses transportasi ditutup, berbagai prosedur juga harus dilewati untuk mengeluarkan seseorang dari wilayah yang terjangkit virus Corona itu.

Menurut dia, prosedurnya harus melakukan karantina terhadap WNI yang hendak keluar dari China selama masa inkubasi yaitu 1 sampai 14 hari. Berbagai pemeriksaan kesehatan pun harus dilakukan oleh Dinas Kesehatan China.

" Seandainya kita bisa evakuasi bukan dari Hubei ke Indonesia, tapi ke Tiongkok doang yang bebas, itu pun harus di karantina dulu," ucap dia.

3 dari 5 halaman

Karantina

Setelah melewati masa karantina di China, WNI baru diizinkan pulang. Namun, setibanya di Tanah Air, WNI itu tidak serta-merta bisa langsung pulang ke rumah. Dia harus kembali menjalani masa karantina 1 sampai 14 hari.

" Karantina dua kali masa inkubasi. Kita lakukan itu sampai negatif semua, baru boleh cerita dia bertemu masyarakat dan lainnya," kata dia.

4 dari 5 halaman

Ini Tahapan Penanganan Pasien Diduga Terjangkit Virus Corona di Indonesia

Dream - Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Anung Sugihantono, memastikan akan terus memantau para pasien yang sebelumnya diduga terpapar virus corona. Hingga pemeriksaan kemarin, ke-13 pasien tersebut tak terbukti terjangkit virus corona.

" Kita mendapat sekarang 13 (pasien) dan hasilnya negatif. Dua masih sedang dilakukan pemeriksaan dan mudah-mudahan sudah ada (hasil laboratorium)," ujar Anung di Kemenkes, Jakarta, Senin 27 Januari 2020.

Anung menjelaskan masa inkubasi virus Corona terjadi selama 1-14 hari. Selama masa inkubasi, pasien akan diperiksa secara intensif di laboratorium.

Apabila pasien sudah masuk ruang isolasi, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Anung, pasien yang mendapat perawata di ruang isolasi belum bisa disebut sebagai penderita virus Corona.

" Pertama, itu tahapannya people under ovservation. Kalau suspect dilakukan laboratorium ditemukan virus Corona disebut confirm," ucap dia.

Anung berharap, virus Corona yang saat ini menjadi perhatian dunia tidak masuk ke Indonesia. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga hidup sehat.

" Imun tubuhlah yang akan melawan (virus)," kata dia.(Sah)

5 dari 5 halaman

Wabah Virus Corona, Indonesia Tak Larang Warga China Berkunjung

Dream - Meski penyerabarn virus Corona semakin mengkhawatirkan, Indonesia belum meneluarkan larangan berkunjung untuk warga China, baik untuk kegiatan bisnis maupun wisata. Apalagi, seluruh bandara diklaim siap mengantisipasi penyebaran virus mematikan tersebut.

“ Ini negara lain juga welcome. Kita juga harus welcome dan santun,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dikutip dari Merdeka.com.

Pemerintah Indonesia juga tidak melarang penerbangan ke seluruh wilayah China. Saat ini, Kemenhub baru melarang penerbangan dari dan ke Wuhan, wilayah di Negeri Tirai Bambu yang menjadi pusat penyebaran virus Corona.

" Memang menutup hanya Wuhan saja (terkait virus corona). Ke kota-kota lain kita tetap melakukan penerbangan," tambah Budi Karya.

Beri Komentar