5 Juta Orang Tinggalkan Wuhan Sebelum Karantina Wabah Virus Corona

Reporter : Sugiono
Selasa, 28 Januari 2020 14:39
5 Juta Orang Tinggalkan Wuhan Sebelum Karantina Wabah Virus Corona
Walikota Wuhan memperingatkan akan terjadi peningkatan penyebaran virus corona di seluruh dunia.

Dream - Walikota Wuhan, Zhou Xianwang memperingatkan penyebaran virus corona yang berpusat di kota itu kemungkinan akan terus meningkat di seluruh dunia.

Dilansir dari Marketwach.com, Zhou Xianwang, mengatakan 5 juta orang telah meninggalkan kota sebelum pembatasan perjalanan diberlakukan menjelang Tahun Baru China.

Dia memperkirakan setidaknya 1.000 dari sekitar 3.000 suspek didiagnosis terinfeksi virus yang sangat menular tersebut.

Sementara itu, Ma Xiaowei, Direktur Komisi Kesehatan Nasional China, mengatakan virus corona jenis baru ini memiliki masa inkubasi 10 hingga 14 hari.

Virus dengan sebutan 2019-nCoV ini bahkan dapat menular meski pasien tidak menunjukkan gejala-gejalanya. Inilah yang membedakan 2019-nCoV dengan SARS.

" Dari pengamatan, virus ini mampu menular bahkan selama masa inkubasi," Ma mengatakan pada konferensi pers, menurut sebuah laporan di South China Morning Post.

Ma menambahkan beberapa pasien memiliki suhu normal dan ada banyak kasus yang lebih ringan. Ada pembawa virus tersembunyi di sana.

Penyakit penyebab pneumonia yang menginfeksi saluran pernapasan ini telah menimbulkan korban jiwa sebanyak 107 orang di China.

Data tersebut diungkapkan oleh John Hopkins University Centre for Systems Science and Engineering (JHU-CSSE) pada Selasa, 28 Januari 2020 pukul 10.55 WIB.

Jumlah kematian terbesar terjadi di wilayah Provinsi Hubei. Di mana di dalamnya terdapat kota Wuhan.

Di provinsi ini, terdapat 100 orang yang meninggal. Di provinsi ini pula dilaporkan 2.714 orang terjangkit virus corona.

Sebagian besar korban meninggal akibat virus corona adalah pasien dewasa. Sementara korban termuda adalah seorang bayi perempuan berusia 9 bulan.

1 dari 7 halaman

Belum Ada Vaksin, China Sembuhkan Pengidap Virus Corona Pakai Obat HIV

Dream - Mungkinkah ini setitik harapan yang semua orang cari terkait wabah virus corona baru yang mematikan?

Wabah virus corona atau virus Wuhan ini telah tumbuh semakin mengkhawatirkan karena jumlah kematian yang dikonfirmasi naik menjadi 80, dengan lebih dari 2.300 kasus yang dilaporkan hingga saat ini.

Dengan penyebaran epidemi ini yang begitu cepat, kebutuhan untuk menyembuhkan penyakit mematikan ini sangat mendesak. Dan sepertinya China mungkin baru saja menemukan solusinya.

Komisi Kesehatan Kota Shanghai mengklaim telah menyembuhkan pasien pertama mereka yang terinfeksi virus Wuhan sejak awal wabah merebak.

Menurut laman The Star Malaysia, seorang wanita berusia 56 tahun yang diidentifikasi sebagai Chen, dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah menjalani perawatan akibat terpapar virus yang juga disebut 2019-nCoV oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) ini.

Disebutkan para dokter China bahwa Chen sembuh setelah menjalani percobaan penyembuhan menggunakan obat untuk penderita HIV. Obat tersebut diklaim bisa menghentikan penyebaran penyakit ke sel-sel tubuh.

Chen menunjukkan proses pemulihan yang signifikan dalam sistem pernapasannya setelah menjalani pemindaian CT Scan pada paru dan dua tes darah independen. Artinya dia dinyatakan sembuh dari virus corona baru, seperti yang dilaporkan pada Minggu, 26 Januari 2020 oleh koran Beijing Daily, milik pemerintah.

Chen diketahui sebagai salah satu penduduk Wuhan - kota tempat virus corona berasal. Dia awalnya dirawat di rumah sakit pada 12 Januari setelah merasakan gejala seperti flu pada 10 Januari.

Kasus lainnya juga telah dilaporkan ketika seorang pria berusia 46 tahun menjadi orang pertama di Provinsi Zhejiang yang sembuh dari penyakit serupa. Warga Wuhan, yang diidentifikasi sebagai Yang itu, meninggalkan rumah sakit setelah menjalani perawatan selama seminggu.

Tapi benarkah obat untuk penderita HIV bisa menyembuhkan pasien yang terserang virus corona?

2 dari 7 halaman

Awal Penggunaan Obat HIV Atasi Virus Sejenis Corona

Dikenal sebagai 2019-nCoV, virus corona di Wuhan ini merupakan strain baru dari virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang menewaskan hampir 800 orang di awal tahun 2002.

Strain baru ini setidaknya 70 persen serupa dalam urutan genom dengan virus SARS. Virus berkode SARS-CoV ini adalah virus hewan yang diyakini berasal dari kelelawar yang pertama kali menginfeksi manusia di Provinsi Guangdong pada tahun 2002.

Dua tahun setelah wabah SARS itu, sebagian besar penelitian menyepakati bahwa protease inhibitor, sebuah kelas obat antivirus yang digunakan untuk mengobati HIV, dapat digunakan untuk mengatasi SARS.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa salah satu obat yang dikenal sebagai Nelfinavir dapat 'menghambat perkembangan virus corona SARS' yang mengarah pada penurunan racun dalam sel yang sudah terinfeksi. Disimpulkan bahwa 'nelfinavir dapat mengurangi produksi virus dari sel'.

Pada tahun 2006, panel ahli WHO tentang pengobatan SARS meminta tinjauan sistematis dan ringkasan komprehensif dari penggunaan protease inhibitor untuk pasien yang terinfeksi SARS agar bisa digunakan sebagai panduan pengobatan di masa depan dan mengidentifikasi prioritas untuk penelitian.

Pada tahun yang sama, para ilmuwan menemukan kesuksesan dalam menggunakan protease inhibitor lain termasuk lopinavir, ritonavir dan ribavirin pada 41 pasien yang terinfeksi SARS - jenis penyakit yang sama yang ditemukan dalam virus corona baru di Wuhan.

Penelitian itu mengungkapkan lopinavir dan ritonavir menunjukkan hasil yang lebih baik dalam mengatasi virus SARS.

Sementara ahli mikrobiologi Yuen Kwok-yung dari Universitas Hong Kong meminta warga di China untuk tidak khawatir. Dia mengonfirmasi penggunaan protease inhibitor (obat untuk HIV) akan digunakan untuk memerangi infeksi virus corona.

(Sumbe: Star Online Malaysia, Express.co.uk)

3 dari 7 halaman

Cara Penularan Virus Corona Baru Masih Misterius

Dream - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merujuk laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) hingga kini belum mengetahui secara pasti proses penularan virus corona yang santer disebut berawal dari hewan. Penelitian oleh WHO sampai saat ini masih dilakukan.

" Sampai saat ini penularan yang sesungguhnya belum diketahui," ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono di kantornya, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.

Anung menyebut, dugaan sementara penyebab virus Corona karena ditularkan hewan. Meski baru sebatas dugaan, Kemenkes mengimbau masyarakat Indonesia yang sedang berada di China untuk tidak kontak langsung dengan hewan-hewan yang ada di sana.

" Sampai saat ini (penularan) diduga kontak langsung dengan hewan," ucap dia.

4 dari 7 halaman

Kondisi Pasien

Jika merasa tubuhnya sedang tidak fit dan batuk, Anung mengatakanmenyarankan untuk menggunakan masker guna mengurangi penyebaran virus.

" Kalau batuk silakan pakai masker. Orang batuk gunakan etika batuk (pakai) masker, sapu tangan atau tisu," kata dia.

Anung memastikan, 11 dari 13 pasien yang diisolasi di rumah sakit di Indonesia negatif terjangkit virus Corona. Kemenkes masih menunggu hasil laboratorium dua orang lainnya yang kini masih belum keluar.

" Kita mendapat sekarang 13 (pasien) dan hasilnya negatif. Dua masih sedang dilakukan pemeriksaan dan mudah-mudahan besok sudah ada (hasil laboratorium)," ujar dia.

5 dari 7 halaman

Viral Video Tangis Dokter Merawat Pasien Corona: `Saya Ingin Hidup Juga`

Dream - Pesatnya penyebaran virus corona telah menyebabkan munculnya rasa frustasi dari tenaga medis di Tiongkok. Setelah viral seorang perawat yang menangis histeris, kini laman sosial media kembali melihat pria diduga dokter yang marah-marah saat melakukan sambungan telepon. 

Saking emosional dengan kondisi yang dihadapinya, dokter yang mengenakan kacamata dan masker itu tak kuasa lagi menahan tangis saat menelepon. 

Untuk diketahui, Wuhan saat ini memiliki 11 juta penduduk. Sejumlah rumah sakit di kota tersebut kewalahan melayani banyaknya jumlah pasien yang terus berdatangan.

Cepatnya penularan virus 2019-NCoV membuta para tenaga medis juga rentan terpapar. Terbukti, seorang dokter dikabarkan meninggal dunia setelah bekerja keras membantu pasien terinfeksi virus corona.

Kelelahan dan kecemasan petugas medis di Wuhan juga dialami dokter di video berikut ini.

Dimana terekam seorang dokter menangis di sela menghadapi banyaknya pasien akibat terkena virus corona.

Dari video terlihat dokter yang tak diketahui namanya itu tengah berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon.

6 dari 7 halaman

Ingih Hidup Juga

Dikutip dari World Of Buzz, sambil menangis dokter itu mengatakan bahwa dirinya juga ingin bertahan hidup.

" Saya ingin bertahan hidup juga, tetapi ada begitu banyak orang yang berbaring di tanah," kata dokter dalam rekaman video tersebut.

DOkter© dream.co.id

Diketahui bahwa dokter itu tengah mencoba untuk menghubungi ketua rumah sakit.

" Kapan kami bisa melihatmu? Bagaimana kita bisa pulang dan menghabiskan waktu bersama keluarga kita untuk Tahun Baru Imlek? Apa yang kamu lakukan?" ucapnya.

7 dari 7 halaman

Coba Ditenangkan

Melihat dokter itu dalam kondisi emosional, seorang wanita yang diduga rekannya berusaha menenangkannya.

Namun sang dokter seakan tak menghiraukannya. Ia malah berteriak kepada wanita itu.

" Kami ingin hidup! Lihat situasi ini!," ujar dokter sambil berteriak.

Dokter itu berteriak makin keras hingga seorang wanita menegurnya.

" Jangan ribut...," imbau seorang perawat.

" Saya tidak membuat keributan! Ada begitu banyak orang sakit di atas ranjang, apa yang kita lakukan?!," balas dokter lagi.

Berikut videonya:

Beri Komentar