Edukasi Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan Vaksinasi

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 15 Januari 2021 19:01
Edukasi Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan Vaksinasi
Satgas Covid-19 akan menggiatkan edukasi untuk menumbuhkan pemahaman pada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi.

Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan pemberian pemahaman kepada masyarakat mengenai vaksinasi jauh lebih penting daripada menjatuhkan sanksi.

Sehingga, dapat muncul kesadaran pada masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 dan tercipta kekebalan komunitas secara lebih mudah.

" Sebelum menjatuhkan sanksi atau denda, kita harus membuat masyarakat mengerti. Karena ini adalah kunci keberhasilan herd immunity. Jika kita divaksinasi, maka kita bisa melindungi yang lain begitupun sebaliknya," ujar Wiku saat International Media Briefing, disiarkan channel YouTube BNPB.

Ketika sudah tumbuh kesadaran, maka masyarakat akan ambil bagian dalam upaya melindungi diri maupun negaranya. Satgas pun akan terus memberikan informasi mengenai perkembangan penanganan Covid-19.

Wiku menyadari masih ada sebagian kecil masyarakat yang mempertanyakan khasiat bahkan menolak vaksin. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga di sejumlah negara.

 

 

1 dari 5 halaman

Faktor Kesiapan Masyarakat

Menurut Wiku, hal ini terjadi lantaran Covid-19 merupakan sesuatu yang baru dan masyarakat belum siap menghadapinya. Ditambah ketidaktahuan mengenai apa yang sedang terjadi dan mengapa harus ada vaksinasi.

" Itulah kenapa pentingnya mengedukasi masyarakat secara konsisten dan terus menerus, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat," kata dia.

Sedangkan masyarakat yang mempertanyakan manfaat vaksin, ternyata ada sebagian berasal dari kalangan terdidik. Kelompok ini, kata Wiku, sebenarnya memiliki akses pengetahuan lebih baik terhadap vaksin, baik secara teknis maupun bukti ilmiah.

" Ini menjadi tantangan kita bagaimana menyampaikan pemahaman yang sulit dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti masyarakat umum," kata dia.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Penerima Vaksin Covid-19 Akan Terima Sertifikat Digital

Dream - Program vaksinasi Covid-19 nasional telah dimulai. Sejumlah daerah di Indonesia secara serentak mengelar vaksinasi mulai Kamis, 14 Januari 2021.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan terdapat wacana dari Kemenkes untuk memberikan insentif kepada para penerima vaksin. Bukan dalam bentuk hadiah baik uang tunai atau barang melainkan sertifikat digital.

" Kalau yang sudah vaksin, kita akan kasih sertifikat, cuma sertifikatnya bukan sertifikat fisik tapi sertifikat digital yang bisa ditaruh di Apple wallet atau Google wallet," ujar Budi dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, disiarkan channel YouTube TV Parlemen.

Budi mengatakan sertifikat tersebut akan memberikan kemudahan saat bepergian. Para penerima vaksin tidak perlu lagi menunjukkan hasil swab test PCR atau rapid test antigen maupun rapid test antibodi namun cukup sertifikat vaksinasi.

 

3 dari 5 halaman

" Sehingga kalau beliau terbang atau pesan tiket di traveloka tidak usah menunjukkan PCR test atau antigen. Dengan menggunakan electronic health certification itu dia langsung bisa lolos dan itu terintegrasi," kata Budi.

Untuk penerapannya, Budi segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Insentif ini dapat diperluas tidak hanya untuk penerbangan namun bisa untuk ke konser, pasar, mall, pengajian, dan masih banyak lagi.

" Asalkan ada health certificate dalam bentuk Google wallet nanti kita cari aplikasi-aplikasinya, bisa dibikin anak-anak muda Indonesia agar bisa menjadi mekanisme screening yang baik dan online," kata Budi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Vaksinasi Covid-19 Dimulai, Jokowi Tetap Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Dream - Indonesia resmi memulai program vaksinasi Covid-19 nasional. Vaksinasi perdana digelar di Istana Kepresidenan Jakarta melibatkan sejumlah perwakilan dari masyarakat.

Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang mendapat suntikan Covid-19. Meski sudah tersedia vaksin, Jokowi tetap mengingatkan masyarakat untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

" Saya ingin mengingatkan kembali tentang pentingnya protokol kesehatan, ini terus kita lakukan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan," ujar Jokowi dalam konferensi pers usai vaksinasi perdana di Istana Kepresidenan, Rabu 13 Januari 2021.

Jokowi mengatakan vaksinasi perdana yang digelar di Istana akan dilanjutkan di provinsi, kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk menekan kasus Covid-19 di Indonesia.

" Vaksinasi Covid-19 penting kita lakukan untuk memutus rantai penularan virus corona dan memberikan perlindungan kepada masyarakat Indonesia dan membantu pemulihan ekonomi," kata Jokowi.

Vaksinasi, kata Jokowi, dilakukan setelah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Juga setelah keluarnya fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia.

" Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya," kata dia.

Selain Jokowi, sejumlah tokoh dan perwakilan masyarakat juga menerima vaksin. Hadir dalam vaksinasi tersebut seperti perwakilan bidang kesehatan, perwakilan agama, perwakilan pedagang pasar, perwakilan pengusaha, perwakilan buruh, perwakilan guru, serta perwakilan tenaga kesehatan.

Secara khusus, Jokowi menyampaikan terima kasih kepada Abdul Mutholib. Abdul Mutholib merupakan salahs satu dokter kepresidenan yang menyuntikkan vaksin kepada Jokowi.

" Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Prof Dr Abdul Mutholib yang tadi telah menyuntikkan kepada saya," kata Jokowi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

5 dari 5 halaman

Dream - Wakil Ketua Dokter Kepresidenan, Abdul Muthalib, mengaku gemetar sebelum menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada Presiden Joko Widodo, Rabu 13 Januari 2021.

" Menyuntik orang pertama di Indonesia tentunya ada rasa juga (gemetar)," kata Abdul Muthalib usai menyuntik Jokowi.

Meski demikian, Abdul Muthalib mengatakan rasa grogi itu tidak menjadi halangan saat menyuntikkan vaksin kepada Jokowi.

" Pada waktu menyuntikkannya tidak masalah, tidak gemeteran lagi. Pertamanya saja agak gemeteran," kata dia.

" Bahkan tidak ada pendarahan sama sekali di bekas suntikannya," tambah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Dia juga menjelaskan tahapan vaksinasi yang dilakukan terhadap Jokowi. Pertama, kata dia, menyerahkan kartu yang salah satunya tertera badge Sinovac.

" Kemudian saya melakukan penyuntikan dibantu perawat saya dan kemudian saya gosok alkohol seperti prosedur biasa dan saya suntikkan," tutur dia.

Dia pun menyuntik Jokowi. Menurut dia, Jokowi tidak merasa sakit sedikitpun. Sehingga dia tidak lagi merasa grogi.

" Saya berhasil menyuntik bapak presiden dengan tanpa rasa sakit. Bapak sampai ke dalam komentarnya juga demikian, tanpa rasa sakit," tutur Abdul Muthalib.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar