5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
(Foto Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Gunung Agung kembali meletus pada Jumat 22 Februari 2019. Letusan pertama terjadi pada pukul 16.31 Wita, erupsi ke dua terjadi padapukul 17.01 Wita.
Pada erupsi pertama, semburan material vulkanik mencapai ketinggian 700 meter dari atas puncak. Sementara, pada erupsi ke dua, mencapai ketinggian 300 meter dari atas puncak.
Akibat semburan abu vulkanik, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) mengeluarkan Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) berwarna oranye, sehingga instansi terkait penerbangan bisa melakukan antisipasi dengan cepat.
" Pascaerupsi ini Gunung Agung masih tetap berpotensi untuk erupsi kembali. Tipe erupsi yang mungkin terjadi dapat bersifat efusif (aliran lava ke dalam kawah) maupun eksplosif (lontaran lava pijar maupun abu)," Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devy Kamil Syahbana, kepada Liputan6.com.
Meski demikian, Devy menyebut, indikasi terjadinya erupsi besar yang setara dengan November 2017 masih belum teramati. Saat ini status Gunung Agung masih berada di level III atau Siaga. Radius berbahaya yang ditetapkan yaitu 4 kilometer dari puncak gunung.
Dari analisis data komprehensif, Gunung Agung menunjukkan peningkatan aktivitas magmataik. PVMBG akan terus memantau 24 jam aktivitas Gunung Agung. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan siaga serta mengikuti rekomendasi dari PVMBG.
Sumber: Liputan6.com/Dewi Divinta
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?