Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Seorang guru sekolah dasar di Foshan, Guangdong, China, membuat heboh netizen dan masyarakat. Guru itu dinilai memberikan pekerjaan rumah yang tidak masuk akal pada murid-muridnya.
Guru bernama Su yang mengajar matematika memberikan PR bagi setiap murid kelas empat SD yaitu menghitung butir beras hingga mencapai jumlah 100 juta. Para siswa diberi waktu dua hari dan jika tidak selesai, harus terus menghitung sampai akhir pekan, dikutip dari Asia One.
Banyak netizen menduga guru itu sedang mengajarkan materi brainteaser (asah otak). Sebagian lainnya menyatakan butuh waktu lebih dari setahun untuk melakukannya.
Meski demikian, banyak yang menyatakan dukungan pemberian PR tersebut. Rupanya, mereka memahami ada maksud di balik PR itu.
Seperti yang disampaikan salah satu wali murid bermarga Mo. Menurut dia, PR tersebut dapat membantu para murid untuk mengasah otak mereka.
" Saya akan meminta putri saya menghitung 100 sampai 1.000 butir beras lebih dulu, lalu menimbangnya dan melipatgandakan angka tersebut hingga mencapai 100 juta butir agar dia memiliki pemahamam intuitif mengenai angka 100 juta," ucap Mo.
Selain itu, kata Mo, PR ini juga membantu siswa untuk melatih kesabaran.
Sejumlah netizen juga mendukung adanya PR khusus. Ini agar anak-anak termotivasi untuk menemukan cara-cara baru dalam mengerjakan PR.
Awal pekan lalu, Su akhirnya mengungkapkan maksudnya memberikan PR aneh itu. Dia berharap para siswa bisa mendapatkan pengetahuan melalui kegiatan terapan daripada dengan cara menghafal.
" Saya akan mengajarkan angka 100 juta di kelas pekan depan dan saya berharap para murid memiliki pemahaman intuitif tentang angka 100 juta lewat tugas khusus," ucap Su.
Dia sebenarnya tidak berharap murid-muridnya menghitung satu per satu butir beras sampai mencapai angka 100 juta. Dia ingin murid-muridnya menghitung 100 butir dulu.
" Kemudian melipatgandakannya dengan angka 10 atau 100 hingga mencapai 100 juta," tutur Su.
Su mengaku senang ada 10 dari 40 siswanya mampu menyelesaikan PR itu menggunakan gelas ukur atau alat lain untuk menghitung beras.
" PR khusus ini membantu siswa mengembangkan kemampuan mereka untuk menganalisis dan memecahkan masalah," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya