Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Imam Besar Al Azhar, Syeikh Ahmad Al Tayeb (en.qantara.de)
Dream - Imam Besar Al Azhar Mesir, Syeikh Ahmed Al Tayeb, menyinggung praktik poligami yang dianut sebagian Muslim. Dalam pandangannya, poligami merupakan bentuk ketidakadilan bagi wanita dan bahkan bertentangan dengan Alquran.
" Mereka yang mengatakan pernikahan harus poligami sepenuhnya salah. Kita harus membaca ayat Alquran secara penuh," ujar Syeikh Ahmed, dikutip dari Telegraph.co.uk.
Syeikh Ahmed menyampaikan hal itu dalam dialog Jumatnya yang disiarkan televisi setempat. Menurut dia, pernikahan monogami adalah aturan yang sebenarnya, sementara poligami adalah pengecualian dengan pembatasan.
Tetapi, dia tidak menyerukan larangan pada praktik poligami. Syeikh Ahmed menyebut faktor utama dalam poligami adalah keadilan.
" Jika tidak ada keadilan, maka dilarang memiliki istri lebih dari satu," kata dia.
Selanjutnya, Syeikh Ahmed menyatakan praktik poligami muncul akibat kurangnya pemahaman terhadap Alquran dan Sunah Rasulullah Muhammad SAW. Poligami, dalam pandangannya, sering tidak adil tidak hanya bagi wanita namun juga anak-anak.
Imam Besar itu menyerukan adanya perbaikan cara pandang masyarakat terhadap kaum wanita. Menurut dia, kaum wanita merepresentasikan setengah dari jumlah total masyarakat.
" Jika kita tidak peduli pada mereka, ini seperti berjalan dengan satu kaki," kata Syeikh Ahmed.
Pernyataan Syeikh Ahmed menuai polemik di media sosial. Banyak pihak yang mendukung pendapat Imam Besar ini namun tidak sedikit dari mereka yang menentangnya.
Dewan Nasional Perempuan Mesir menyambut baik pendapat Syeikh Ahmad. " Islam menghargai para wanita, memperlakukan mereka secara adil dan memberikan sejumlah hak kepada mereka yang tidak ada sebelumnya," ujar Ketua Dewan Nasional Perempuan Mesir, Maya Morsi.
Tetapi, sebagian orang berargumen sebaliknya. Seperti Ulama Alexandria, Sameh Hamouda, yang menyatakan poligami justru baik bagi wanita.
" Poligami adalah solusi sosial bagi kaum hawa," kata Sameh di akun Facebooknya. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya