Jabar Punya Mobil Vaksin Jangkau Lansia Kesulitan Datangi Faskes

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 26 Februari 2021 16:01
Jabar Punya Mobil Vaksin Jangkau Lansia Kesulitan Datangi Faskes
Mobil ini akan menjangkau lansia dengan keterbatasan fisik sehingga kesulitan mengantre.

Dream - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, mengatakan masyarakat lanjut usia menjadi kelompok prioritas menerima vaksinasi Covid-19. Karena keterbatasan fisik pada kelompok usia ini, Pemerintah Provinsi Jabar telah membuat inovasi dengan mobil vaksin.

Kendaraan khusus tersebut akan mendatangi para Lansia yang menjadi target vaksinasi, khususnya di daerah terpencil.

" Jadi nanti jangan kaget kalau orang divaksin ada mobil vaksin Jabar muter-muter di daerah yang sulit atau menjemput Lansia yang mungkin secara fisik kerepotan menunggu antrean," ujar Ridwan, dikutip dari Humas Jabar.

Ridwan mengatakan inovasi mobil vaksin yang digagas Jabar telah mendapat izin dari Presiden Joko Widodo.

" Alhamdulillah kami diizinkan oleh Bapak Presiden untuk menggunakan inovasi mobil vaksin," kata Ridwan.

 

1 dari 5 halaman

Pada tahap kedua vaksinasi, Jabar menargetkan 6,6 juta penerima. Rinciannya, 4.403.983 penerima adalah lansia dan 2.195.215 merupakan petugas pelayanan publik.

Lebih lanjut, Ridwan mengingatkan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi para lansia sebelum menjalani vaksinasi Covid-19. Tidak semua lansia dapat divaksin.

" Tidak semua lansia disuntik, yaitu yang memenuhi syarat, yang tentunya kita harapkan proporsional," kata Ridwan.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Muncul Lagi Mutasi Baru Virus Corona, Bisa Lemahkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Dream - Sejumlah ahli di Amerika Serikat (AS) menemukan varian baru virus corona yang bermutasi di Kota New York dan California.

Temuan dari dua tim peneliti Caltech dan Columbia University mengungkapkan bahwa mutasi baru Virus Corona ini dapat melemahkan efektivitas vaksin dan menyebar dengan cepat di Kota New York.

Pada November 2020, varian baru COVID-19 yang disebut sebagai B.1.526 itu pertama kali ditemukan dalam sampel pasien di Kota New York.

" Ini bukan berita yang menggembirakan. Tapi dengan mengetahui keberadaannya itu merupakan langkah bagus karena dengan begitu kita mungkin kita bisa melakukan sesuatu untuk (mencegah lebih lanjut)," kata Dr. Michel Nussenzweig, ahli imunologi di Universitas Rockefeller yang ikut terlibat dalam penelitian baru itu, dilansir New York Times, Kamis 25 Februari 2021.

3 dari 5 halaman

Varian Baru Inggris

Menurut laman CNN, varian B.1.427 and B.1.429 yang ditemukan di California, tidak hanya lebih menular tetapi juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah. Namun, Nussenzweig mengatakan ia lebih menkhawatirkan varian yang ditemukan di New York dari pada yang menyebar dengan cepat di California.

Sementara itu, varian baru lain yang menular, yang ditemukan di Inggris, kini menyebabkan sekitar 2.000 kasus infeksi di 45 negara bagian AS.

Kasus itu pun diperkirakan akan menjadi infeksi Covid-19 yang paling banyak di AS pada akhir Maret 2021.

 

4 dari 5 halaman

Usia Pasien yang Tertular

Para peneliti Caltech menemukan peningkatan B.1.526 dengan memindai mutasi pada ratusan ribu urutan genetik virus dalam database yang disebut GISAID.

" Ada pola yang berulang, dan sekelompok isolat terkonsentrasi di wilayah New York yang belum pernah saya lihat," ungkap Anthony West, ahli biologi komputasi di Caltech.

Pasien yang terinfeksi Covid-19 yang terkena mutasi tersebut rata-rata berusia sekitar enam tahun lebih ke atas dan lebih mungkin di rawat di rumah sakit.

Sebagian besar pasien itu juga ditemukan di lingkungan yang dekat dengan rumah sakit.

5 dari 5 halaman

Kini, para ilmuan AS telah memberi tahu pihak berwenang Negara Bagian New York dan di kota New York, serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, kata Dr. Ho.Dr David Ho, direktur Aaron Diamond AIDS Research Center.

" Varian yang memiliki keunggulan akan meningkat frekuensinya cukup cepat, terutama ketika jumlahnya menurun," terang Andrew Read, seorang ahli mikrobiologi evolusioner di Penn State University.

Sumber: New York Times

Beri Komentar