5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Jamu Pepaya Jantan Karya Pelajar MAN 3 Malang (kemenag.go.id)
Dream - Selama ini, penyakit malaria diketahui hanya bisa disembuhkan dengan obat terbuat dari bahan pohon kina. Sayangnya, pohon kina kini semakin sulit dijumpai.
Tetapi, beberapa pelajar Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang, Jawa Timur, telah menemukan alternatif obat malaria pengganti kina. Obat tersebut yaitu jamu pepaya jantan.
Salah satu penemu jamu pepaya jantan, Rizka Fajrina, bersama beberapa temannya menemukan ramuan jamu itu dalam penelitian yang mereka jalankan. Hasilnya, jamu ini bisa menjadi obat malaria stadium akhir.
Menurut Rizka, penelitian tentang jamu ini dijalankan dalam waktu cukup lama dan menghabiskan biaya cukup besar. Ini lantaran penelitian itu membutuhkan alat bernama plostometer yang berguna untuk meneliti hingga objek terkecil yaitu jumlah sel.
Tak ayal jika penelitian jamu pepaya jantan ini diganjar sejumlah penghargaan. Beberapa di antaranya seperti juara Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat Nasional tahun 2017 yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
" Juga menang pada Lomba Karya Ilmiah yang diadakan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)," kata Rizka, dikutip dari kemenag.go.id, Jumat, 24 November 2017.
Pepaya jantan merupakan jenis tanaman yang jarang menghasilkan buah. Jika berbuah, kata Rifka, bentuknya kecil. Masyarakat lebih sering mengonsumsi bunga pepaya jantan sebagai sayuran.
Jamu pepaya jantan hanyalah satu dari sekian banyak hasil penelitian pelajar MAN 3 Malang yang membanggakan. Karya lain yang juga membanggakan adalah aplikasi dakwah multifungsi berbasis android, Adem App.
Aplikasi yang masih dalam proses pengembangan ini dilengkapi sejumlah fitur untuk memudahkan pengguna. Selain itu, aplikasi tersebut juga terhubung dengan media sosial.
" Hijratun Notif berisi pengingat, misalnya muncul kalimat 'the day is friday, don't forget to read Al Kahfi'," kata Rizka.
Sebagian besar karya pelajar MAN 3 Malang ini dipamerkan di ajang International Islamic Education Expo 2017 di ICE BSD, Tangerang, Banten. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?