Jaksa Minta Hakim Abaikan Ahli Jessica karena Cacat Hukum

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 5 Oktober 2016 14:50
Jaksa Minta Hakim Abaikan Ahli Jessica karena Cacat Hukum
JPU menyatakan ahli pihak Jessica memiliki kredibilitas yang cacat hukum.

Dream - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta majelis hakim kasus pembunuhan kopi bersianida mengabaikan keterangan ahli yang dihadirkan kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso.

Jaksa menyatakan keterangan para ahli Jessica tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, keterangan tersebut tidak didasarkan fakta, melainkan hanya argumen ahli.

Selain itu, jaksa menekankan hakim dapat mengabaikan keterangan ahli patologi forensik Beng Beng Ong dan ahli toksikologi Michael David Robertson karena keduanya memiliki rekam jejak yang cacat hukum.

" Dalam menilai keterangan, hakim harus memperhatikan sifat dan cara hidup kesusilaan ahli," ujar Jaksa Ardito Muwardi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu 5 Oktober 2016.

Ardito mengatakan, Beng Ong terbukti telah melakukan pelanggaran imigrasi saat hadir dalam persidangan. Pelanggaran tersebut berupa penyalahgunaan visa terbatas untuk kepentingan komersil.

" Ahli patologi forensik Beng Beng Ong hadir ke Indonesia secara ilegal karena menggunakan visa kunjungan, yang seharusnya menggunakan visa terbatas atau vitas," ujar Ardito.

Sementara tentang Michael David Robertson, kata Ardito, sudah selayaknya hakim mengabaikan keterangan ahli toksikologi tersebut. Ini lantaran Michael terjerat kasus kriminal.

" Michael adalah buronan kepolisian San Diego, California, di mana surat penangkapan terhadap Michael masih berlaku dengan tuduhan menghalangi peradilan," kata Ardito.

" Apabila melihat secara objektif, kredibilitas ahli sudah cacat hukum sehingga keterangannya dapat dikesampingkan," ucap Ardito.

Beri Komentar