Kabah dan Hajar Aswad Dilarang Disentuh, Ini Prosedur Haji 2020

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 7 Juli 2020 10:00
Kabah dan Hajar Aswad Dilarang Disentuh, Ini Prosedur Haji 2020
Saudi menyusun prosedur pelaksanakan haji dengan menerapkan protokol kesehatan secara menyeluruh.

Dream - Arab Saudi telah menetapkan ibadah haji 1441 H atau 2020 M tetap digelar, tetapi dengan pembatasan yang ketat dan hanya warga asing sudah berada di wilayah Saudi yang diizinkan ikut.

Jelang pelaksanaan haji, Saudi menyiapkan sederet protokol untuk menjaga keamanan dan keselamatan semua pihak. Tidak hanya bagi jemaah namun juga petugas haji baik di Masjidil Haram, Arafah, Mina, dan Muzdalifah.

" Pembatasan ini bertujuan untuk melindungi semua pihak, yang telah menjadi prioritas Kerajaan sejak mulai munculnya pandemi," ujar Menteri Haji dan Umrah Saudi, Mohammed Saleh Benten.

Beberapa protokol tersebut meliputi penutupan kawasan Arafah, Mina, dan Muzdalifat mulai 19 Juli. Kawasan ini dilarang dimasuki siapapun tanpa izin.

Tanda panduan akan ditempatkan di seluruh area dan ditulis dalam pelbagai bahasa. Tanda tersebut memuat peringatan mengenai bahaya Covid-19, protokol cuci tangan, etika batuk dan bersin, serta penggunaan hand sanitizer berbahan dasar alkohol.

1 dari 4 halaman

Area Tawaf

Penyelenggara akan mengatur jemaah di area tawaf di sekitar Kabah untuk mencegah adanya kerumunan. Jemaah akan diingatkan untuk menjaga jarak minimal 1,5 meter dari jemaah lain.

Penyelenggara juga akan memastikan distribusi jemaah di seluruh lantai arena Sai. Juga memasang garis pembatas untuk mengelola jaga jarak ketika jemaah berada di area tersebut. Sebelum musim haji tiba, penyelenggara juga diharuskan membersihkan area Kabah dan Sai oleh tim yang menjaga kebersihan diri sebelum dan sesudah bertugas.

 

2 dari 4 halaman

Kabah dan Hajar Aswad Tak Boleh Disentuh

Menyentuh Kabah dan Hajar Aswad dilarang untuk sementara waktu. Alat penghambat akan dipasang agar jemaah tidak memaksakan diri.

Seluruh karpet ditiadakan dan jemaah diharuskan membawa alat sholat sendiri. Ini untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Makanan juga tidak diizinkan dibawa masuk ke dalam masjid. Demikian pula di lantai paling bawah.

 

3 dari 4 halaman

Protokol Kesehatan Untuk Pribadi Jemaah dan Petugas

Seluruh petugas, pemandu, jemaah maupun pekerja Masjidil Haram harus menjalani pemeriksaan suhu badan. Melindungi diri dengan masker dan pelindung wajah sepanjang waktu selama melaksanakan ibadah haji.

Tanda lantai ditempatkan di sejumlah lokasi seperti area klaim bagasi, restoran dan pemberhentian bus. Tiap tanda dipasang dengan jarak 1,5 meter dari lainnya.

 

4 dari 4 halaman

Di Arafah dan Muzdalifah

Sedangkan untuk di Arafah dan Muzdalifah, jemaah harus patuh menjaga jarak sepanjang waktu. Juga mengenakan masker dan penyelenggara diharuskan memastikan tidak lebih dari 10 jemaah berada di dalam tenda seluas 50 meter persegi.

Jemaah juga diharuskan mematuhi tanda yang sudah terpasang. Kemudian penyelenggara harus mengawasi dan memastikan jemaah patuh pada aturan.

Selain itu, penyelenggara juga harus memastikan tidak lebih dari 50 jemaah dalam rombongan yang menuju Jamarat untuk melempar jumrah. Sedangkan batu kerikil yang sudah didisinfektan dan dikemas akan disediakan untuk jemaah.

Sumber: Arab News

Beri Komentar