Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aksi Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 (Sulselsatu)
Dream - Video berisi aksi bongkar peti jenazah viral di media sosial. Disebutkan peti tersebut berisi jenazah Covid-19 yang sudah dipulasara mengikuti protokol yang berlaku
Awalnya, peti tersebut dibawa oleh petugas menggenakan Alat Pelindung Diri (APD). Rencananya, peti berisi jenazah berinisial S akan dimakamkan di Pemakaman Umum Lingkungan Kampung Beru, Kelurahan Manjangloe, Kecamatan Tamalea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Ratusan warga menyaksikan rencana pemakaman tersebut. Belum sempat dimakamkan, tiba-tiba warga merebut peti jenazah tersebut dari tangan petugas dan membongkarnya.
Dikutip dari Sulselsatu, insiden yang terjadi pada Sabtu, 4 Juli 2020 tersebut dipicu teriakan beberapa anggota keluarga jenazah. Mereka meminta peti jenazah dibongkar sehingga membuat suasana memanas.
" Segerombolan massa yang berteriak meminta untuk membuka peti jenazah. Petugas mencoba untuk melarang tapi karena jumlah keluarga lebih banyak dibandingkan dengan petugas sehingga jenazah berhasil dikuasai oleh pihak keluarga,” ujar Jubir Gugus Tugas Covid-19 Jeneponto, Mustaufiq.
Setelah menguasai peti, massa membongkarnya secara paksa menggunakan linggis. Lalu, jenazah dibawa pulang keluarga untuk dimandikan dan petugas medis diusir.
Mustaufiq mengatakan keluarga membuka peti dan mendapati jenazah diberi tanah sebagai prosedur pemakaman secara Islam. Pihak keluarga jenazah lantas protes dan memaki petugas pemakaman.
" Warga beranggapan jika jenazah tersebut tidak diperlakukan dengan baik," kata dia.
Karena terdesak, petugas pun menyelamatkan diri. Sedangkan pihak keluarga membawa jenazah ke rumah untuk dimandikan.
" Kami sayangkan karena awalnya pihak keluarga setuju dan bahkan dia tanda tangani secara protap namun di lapangan lain lagi hasilnya," kata Mustaufiq.
Lebih lanjut, Mustaufiq menyatakan kasus ini telah diserahkan kepada pihak berwajib. " Kita serahkan kasus ini ke aparat penegak hukum," kata dia.
Sumber: Sulselsatu
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya