Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.
Dream - Tren kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia masih terjadi. Tidak hanya pada kasus baru, namun juga pasien sembuh dan meninggal.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, dalam 24 jam terakhir sudah ada 12.756 spesimen yang diperiksa. Sehingga akumulasi pemeriksaan menjadi 928.238 spesimen.
" Dari pemeriksaan ini kita dapatkan kasus konfirmasi positif sebanyak 1.209 orang sehingga akumulasinya menjadi 65.958 orang," kata Yurianto, Senin 6 Juli 2020.
Sedangkan kasus sembuh bertambah 814 orang. Jumlah tersebut menambah angka pasien sembuh akumulatif menjadi 29.919 orang.
Angka kematian turut mengalami penambahan sebanyak 70 orang. Sehingga totalnya menjadi 3.241 orang.
" Kalau kita bandingkan dengan angka kematian global, maka angka kita masih di atas rata-rata global," ucap Yurianto.
Dia menyebut saat ini tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia berada di tingkat 5,0 persen. Sedangkan angka rata-rata dunia sebesar 4,47 persen.
Tren kenaikan pada data Covid-19 masih ditopang oleh beberapa provinsi. Seperti Jawa Timur dengan 308 kasus baru dan 104 sembuh, kemudian DKI Jakarta dengan 232 kasus baru dan 373 sembuh.
" Jawa Tengah melaporkan kasus baru sebanyak 127 orang dan sembuh 60 orang. Jawa Barat 126 kasus baru dan sembuh 16 orang. Sulawesi Selatan melaporkan 84 kasus baru dan 79 sembuh," ucap Yurianto.
Lebih lanjut, Yurianto mengatakan masih bersifat dinamis dan berubah seiring ditemukannya kasus baru. Juga seiring dengan perawatan yang baik.
" Angka ini akan terus dinamis seiring kita menemukan kasus yang mampu kita isolasi, mampu kita rawat dengan baik maka sudah barang tentu angka kematian ini akan turun juga jumlahnya persentasenya juga akan turun. Angka kesembuhannya juga demikian, semakin lama akan semakin bertambah," ucap dia.
Dream - Pandemi Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan angka penurunan. Hingga hari ini, Minggu 5 Juli 2020, pasien yang positif terus bertambah, mencapai 1.607 orang.
Hal ini disampaikan oleh juru bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melalui konferensi pers daring di Graha BNPB Jakarta, Minggu 5 Juli 2020.
" Jumlah akumulatif pasien meninggal berjumlah 3.171 orang, pasien yang meninggal bertambah 82 orang," ujar Yurianto.
Dengan adanya penambahan pasien positif 1.607 orang, total akumulatif ada 63.749 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia sampai saat ini. Untuk jumlah pasien sembuh total ada 886 pada hari ini.
Jadi, total akumulatifnya, sebanyak 29.105 pasien Corona Covid-19 sudah dinyatakan sembuh. Data update pasien virus Corona Covid-19 ini tercatat sejak Sabtu, 4 Juli 2020 pukul 12.00 WIB hingga hari ini pukul 12.00 WIB.
Laporan Devira Prastiwi/ Sumber: Liputan6.com
Dream - Terjadi penambahan kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia sebanyak 1.447 pada Sabtu, 4 Juli 2020. Adapun totalnya mencapai 62.142 kasus.
" Penambahan kasus hari ini 1.447 pasien, sehingga total konfirmasi menjadi 62.142 orang," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto di Media Center Gugus Tugas, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu 4 Juli 2020.
Jawa Timur masih melaporkan angka kasus baru cukup tinggi, yakni 413, kemudian DKI Jakarta 223 kasus baru, Sulawesi Selatan (195), Jawa Tengah (110) dan Bali (91).
Jatim sudah berkali-kali mencatatkan kasus harian tertinggi. Menggantikan DKI Jakarta yang sebelumnya berstatus episentrum virus.
Sementara untuk kasus sembuh pada hari ini, Yuri melaporkan ada penambahan sebanyak 651 jiwa. Sehingga secara total yang sudah dinyatakan negatif dari paparan Virus Corona COVID-19 ada 28.219 orang.
Untuk angka kematian akibat Corona di Indonesia, bertambah sebanyak 53 menjadi 3.089 jiwa.
Dream - Jika semua berjalan sesuai dengan rencana yang dibuat ilmuwan Oxford University, vaksin Covid-19 kemungkinan mulai tersedia pada bulan Oktober tahun ini.
Sementara itu, perusahaan farmasi AstraZeneca siap memproduksi 30 juta dosis vaksin Covid-19 jika uji coba terhadap manusia telah selesai dilakukan Oxford University.
Seperti yang disebutkan seorang peneliti terkemuka Oxford University, Profesor Adrian Hill, hasil uji klinis vaksin Covid-19 akan keluar pada bulan Agustus atau September.
" Jika tidak ada halangan dan sesuai dengan skenario, maka vaksin Covid-19 akan tersedia di pasar pada bulan Oktober," kata Profesor Hill.
Kabar menggembirakan itu diungkapkan Profesor Hill, Direktur Institut Jenner di Universitas Oxford, di webinar Perhimpunan Rheumatologi Spanyol baru-baru ini.
Profesor Hill meyakinkan kembali peserta webinar bahwa vaksin Oxford ChAdOx1 telah sukses dalam uji coba terhadap hewan dan sekarang sedang diuji pada manusia.
" Vaksin ini telah menunjukkan hasil yang sangat baik saat diuji coba terhadap simpanse, dan sekarang telah beralih ke fase uji coba kepada manusia," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya