Gara-Gara Covid-19, Pendaftar Haji Baru Turun 50 Persen

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 6 Juli 2020 18:01
Gara-Gara Covid-19, Pendaftar Haji Baru Turun 50 Persen
Rp2,3 triliun dana pelunasan haji 2020 sudah dibatalkan dari kas BPKH.

Dream - Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu, mengatakan pandemi Covid-19 turut berdampak pada pengelolaan dana haji. Dia menyebut terjadi penurunan pendaftar haji baru dengan angka cukup besar, mencapai 50 persen.

" Kami mengamati memang dampak Covid-19 ini memberikan tantangan yang cukup berat bagi keuangan haji. Pertama, meningkatnya pembatalan haji. Ke dua, berkurangnya jumlah pendaftar baru, bahkan sampai turun sampai 50 persen," ujar Anggito, dikutip dari Merdeka.

Anggito mengatakan, berkurangnya pendaftar haji berpotensi menyebabkan penurunan dana kelolaan. Ditambah lagi, adanya indikasi pembatalan haji akibat pandemi Covid-19.

" Memang ada potensi kenaikan dana kelolaan, tapi ada juga potensi penurunan dana kelolaan karena jemaah haji baru yang mendaftar itu kurang lebih 50 persen dari kondisi normal karena Covid-19, juga ada indikasi peningkatan pembatalan haji karena kebutuhan paska-Covid-19," ucap dia.

1 dari 4 halaman

Selanjutnya, Anggito menyebutkan saat ini terdapat dana pelunasan haji 2020 sebesar Rp2,3 triliun yang dibatalkan dari kas BPKH. Dia mempersilakan jemaah menarik kembali uang tersebut atau membiarkan mengendap.

Menurut Anggito, ada nilai manfaat jika dana dibiarkan mengendap. Tetapi, dia menyerahkan pilihan sepenuhnya kepada jemaah haji.

" Yang mengendap mendapatkan nilai manfaat sesuai waktu pengendapan, yang ditarik akan segera dikembalikan. Itu akan kami laksanakan dalam waktu yang telah dimandatkan dalam peraturan," kata dia.

Sumber: /Ahda Bayhaqi

2 dari 4 halaman

Haji 2020 Ditunda, Begini Nasib Perlengkapan Ibadan Calon Jemaah

Dream - Pemerintah telah memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji untuk tahun ini dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan. Di sisi lain, Kementerian Agama sebetulnya sudah menyiapkan perlengkapan untuk para jemaah haji 1441 H/2020 M.

Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Nasrullah Jasam, perlengkapan haji musim ini, termasuk souvenir, sudah disiapkan untuk jemaah yang melakukan pelunasan.

Bagi jemaah yang sudah mendapatkan perlengkapan dan souvenir haji dari Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji, maka tahun depan tidak akan mendapat lagi. Perlengkapan dan souvenir tersebut berisi antara lain kain ihram, mukena, serta kain baik haji.

" Kami berkoordinasi dengan pihak BPS BIPIH, sesuai KMA (Keputusan Menteri Agama) 494 Tahun 2020, jemaah yang sudah mendapatkan perlengkapan haji tahun ini tidak akan mendapatkan lagi di tahun berikutnya," ujar Nasrullah, dikutip dari Kemenag.

 

3 dari 4 halaman

Untuk jemaah meninggal yang porsinya dilimpahkan kepada ahli waris yang berbeda jenis kelamin, maka perlengkapannya menjadi berbeda. Menurut Nasrullah, sesuai kesepakatan dengan BPS, maka perlengkapan yang sudah diterima dapat diganti

" Misalkan jemaah haji meninggal dunia adalah laki-laki dan ahli waris penggantinya berjenis kelamin perempuan, maka disepakati kain ihramnya diambil dan diganti dengan mukena," kata dia.

Sedangkan untuk gelang jemaah, Nasrullah menyebut semuanya sudah jadi. Tinggal penulisan nama, kloter, dan tahun keberangkatan.

" Itupun tergantung dengan Nota Kesepahaman (MoU) penetapan kuota jemaah haji oleh Arab Saudi. Tergantung situasi apakah kuota masih 221 ribu atau bertambah atau juga bisa jadi berkurang," ucap dia.

 

4 dari 4 halaman

Terkait dokumen perjalanan haji, Kemenag tengah menyiapkan video tutorial yang menjelaskan alur penyelesaian dokumen dengan e-visa. Video akan dibagikan kepada seluruh Kantor Wilayah Kemenag provinsi dan Kankemenag kabupaten kota.

" Karena alur penyelesaian dokumen haji akan di-Kanwilkan dan di-Kankemenagkan, karena itu kita tidak mungkin melakukan sosialisasi sampai dengan Kankemenag yang jumlahnya 500-an. Maka kita buat semacam video tutorial juknis (petunjuk teknis) penyelesaian alur dokumen dengan e-visa," kata Nasrullah.

Beri Komentar