Kasus Kerumunan di Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut 2 Tahun Penjara

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 18 Mei 2021 11:19
Kasus Kerumunan di Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut 2 Tahun Penjara
Rizieq dinilai bersalah menghasut masyarakat untuk datang ke pernikahan putrinya sekaligus menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 14 November 2020.

Dream - Eks Pimpinan Front Pembela Islam, Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq Shihab, dituntut hukuman dua tahun penjara. Rizieq dituding bersalah lantaran memicu terjadinya kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, yang melanggar protokol kesehatan untuk menekan Covid-19 pada 14 November 2020.

" Memohon kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Habib Rizieq Shihab dengan pidana penjara selama 2 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan semenara dan memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan," ujar Jaksa Penuntut Umum membacakan naskah tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, dikutip dari Liputan6.com.

Dalam tuntutan tersebut, JPU menyatakan Rizieq terbukti telah melakukan penghasutan yang membuat massa menghadiri acara pernikahan putrinya yang bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Akibatnya, acara tersebut memicu pelanggaran prokes pencegahan Covid-19 karena memunculkan kerumunan.

JPU menyatakan Rizieq melanggar Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan. Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 160 KUHP juncto Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau Pasal 82A ayat (1) juncto 59 ayat (3) huruf c dan d UU Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan menjadi Undang-Undang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 10 huruf b KUHP juncto Pasal 35 ayat (1) KUHP.

" Menyatakan Rizieq Shihab terbukti bersalah melakukan tindak pidana penghasutan untuk melakukan pelanggaran Undang-Undang Kekarantinaan," ucap JPU.

 

1 dari 5 halaman

5 Terdakwa Lain Dituntut Penjara 1 Tahun 6 Bulan

Dalam perkara ini, terdapat lima terdakwa lain selain Rizieq Shihab yaitu Haris Ubadillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Al Habsyi, dan Maman Suryadi. Kepada lima terdakwa tersebut, JPU meminta Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara 1 tahun 6 bulan.

JPU menilai kelima terdakwa turut membantu Rizieq melakukan penghasutan. Sehingga ribuan massa hadir dalam acara pada 14 November 2021 tersebut.

Padahal, saat itu pandemi Covid-19 masih sangat mengkhawatirkan. Kasus harian yang tercatat di bulan-bulan tersebut masih sangat tinggi sehingga dikhawatirkan kerumunan yang terjadi dapat memicu meluasnya pandemi Covid-19.

" Menyatakan para terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penghasutan untuk melakukan pelanggaran Undang-Undang Kekarantinaan," kata JPU.

2 dari 5 halaman

Bima Arya Dapat Informasi Keberadaan Habib Rizieq dari Nomor Misterius

Dream - Wali Kota Bogor, Bima Arya, bersaksi dalam persidangan Habib Rizieq Shihab, mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI). Dia memberikan kesaksian terkait kasus dugaan menghalangi kerja Satgas Covid-19 Kota Bogor di Rumah Sakit UMMI.

Bima menjelaskan kronologi kasus yang menimpa Habib Rizieq dalam perkara ini. Menurut Bima, kejadian itu bermula pada Kamis, 26 November 2020.

Kala itu, dia mendapatkan informasi terkait keberadaan Habib Rizieq yang sedang jalani perawatan di RS UMMI Bogor. Dia kemudian menggelar rapat dengan Kadinkes Bogor hingga Forkopimda setempat.

" Kami membahas langkah-langkah terkait dengan pencegahan penanggulangan Covid-19 di Kota Bogor saat itu. Karena kasus sedang terus meningkat jadi kami harus mengambil langkah-langkah yang strategis dan cepat," kata Bima dalam persidangan, Rabu 14 April 2021.

3 dari 5 halaman

Sempat Koordinasi dengan Dirut RS UMMI

Majelis hakim kemudian mempertegas pernyataan Bima. Hakim bertanya sumber informasi yang memberi tahu Bima tentang keberadaan Habib Rizieq di RS UMMI.

" Informasi dari pusat dari nomor yang tidak saya kenal. Bahwa ada keberadaan Habib Rizieq Shihab di Kota Bogor tepatnya yaitu di RS UMMI," tutur Bima.

Namun Bima dalam persidangan tidak merinci soal informasi dari nomor tak dikenal tersebut. Bima hanya menjelaskan, usai mendapatkan informasi tersebut, dia melakukan koordinasi kepada Dirut RS UMMI, Andi Tatat.

4 dari 5 halaman

Dapat Informasi dari Nomor Misterius

Bima kembali menegaskan ketika ditanya Kuasa Hukum Rizieq bahwa dirinya tidak mengetahui siapa yang memberi informasi kepada dirinya melalui pesan singkat terkait keberadaan Habib Rizieq.

" Tadi saudara bilang mendapatkan informasi Habib Rizieq itu bagaimana saudara bisa mendapatkan informasi itu?" tanya kuasa hukum Habib Rizieq.

" Itu tiba-tiba saja ada nomor yang tak dikenal mengubungi saya, belum saya save dan dia memberitahu keberadaan Habib Rizieq. Lalu saya langsung koordinasi ke Dinkes," jawabnya.

5 dari 5 halaman

Dihadirkan Sebagai Saksi

Kehadirnya dalam sidang kali ini, sesuai dengan agenda yang telah dijadwalkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk pemeriksaan saksi fakta. Atas hal itu Bima pun mengaku siap menyampaikan keterangannya sesuai hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

" Saya akan sampaikan semua sesuai dengan BAP saya. Fakta dan data," ujarnya.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar