Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Ramadan selalu ditunggu oleh setiap Muslim di Indonesia. Mereka selalu merayakan bulan ini dengan meningkatkan ibadah baik dengan puasa, sholat tarawih, dan memperbanyak membaca Alquran.
Tetapi, bagi sebagian Muslim, Ramadan bukan hanya bulan untuk meningkatkan semangat ibadah. Mereka juga memanfaatkan Ramadan sebagai ajang untuk menimba ilmu agama.
Tiap bulan puasa, sudah lazim bagi masyarakat pesantren untuk turin menggelar pengajian kitab tertentu. Kitab-kitab itu tidak hanya diperuntukkan bagi para santri, melainkan bagi warga umum yang berniat mengaji kitab,
Pengajian tersebut kerap dinamai dengan pengajian pasaran. Ini karena pengajian digelar di luar agenda resmi yang dijadwalkan pesantren bersangkutan.
Tidak hanya di pesantren, pengajian ini juga kerap digelar di sejumlah masjid. Pesertanya adalah para Muslim yang tinggal di sekitar masjid tersebut.
Selain itu, sejumlah sekolah dari SD hingga SMA kerap menggelar pengajian serupa. Mereka berusaha memanfaatkan momen Ramadan untuk lebih memperdalam pengetahuan seputar agama.
Kegiatan pengajian merupakan satu dari pelbagai kegiatan yang digelar bertujuan memuliakan bulan suci Ramadan. Ditambah keutamaan bulan Ramadan dibanding bulan-bulan lainnya berupa dilipatgandakannya pahala menjadi motivasi bagi Muslim untuk meningkatkan ibadah sekaligus ilmunya.
Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, dari Nabi Muhammad SAW bersabda, " Barangsiapa hadir di majelis ilmu pada bulan Ramadah maka Allah menulis bagi orang tersebut tiap-tiap jangkahan kakinya sebagai ibadah satu tahun." (Kitab Duratun Nasihin).
Bulan Ramadan hanya datang sekali dalam setahun. Banyaknya majelis-majelis ilmu membuka banyak kesempatan untuk memperdalam agama, yang belum tentu ada di bulan-bulan lain.
Kesibukan bukan lagi menjadi kendala yang dapat menghalangi niat menimba ilmu. Di waktu-waktu senggang di sela pekerjaan, Muslim dapat memanfaatkan waktu itu untuk menimba ilmu di majelis yang lebih singkat.
Selengkapnya, baca pada tautan ini.
Selama Ramadan ini, Dream membuka kesempatan bagi pembaca yang ingin bertanya seputar Islam. Jika Anda punya pertanyaan, silakan klik di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya