Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kemenkes Pastikan Pasien yang Meninggal di Cianjur Negatif Corona

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 3 Maret 2020 14:40
Kemenkes Pastikan Pasien yang Meninggal di Cianjur Negatif Corona
Kemenkes sudah memeriksa 155 spesimen dari 44 rumah sakit di 23 provinsi.

Dream - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan pasien berinisial D yang meninggal dunia di Rumah Sakit Dokter Hafidz, Cianjur, Jawa Barat, negatif virus corona, Covid-19.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto memastikan hal tersebut setelah uji laboratorium menunjukkan hasil negatif.

" Yang dari Cianjur hasil pemantauan kita termasuk dalam 155 yang negatif, Jadi meninggalnya bukan karena COVID-19," kata Yurianto yang telah ditunjuk pemerintah sebagai juru bicara untuk penanganan corona, Selasa, 3 Maret 2020.

Menurur Yurianto, tim akan menanyakan kepada pihak rumah sakit terkait penyakit yang diidap di tubuh pasien yang merupakan pegawai PT Telekomunikasi Indonesia Tbk tersebut. 

" Akan kami tanyakan ke rumah sakitnya," ungkap Yuri.

Achmad menyebut, saat ini Balitbang Kemenenterian Kesehatan sudah memeriksa 155 spesimen dari 44 rumah sakit di 23 provinsi.

" Diantaranya ada dua positif, yang kemarin itu, masih ada dua yang belum kita periksa, baru masuk, yang lain negatif," ucap dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin)

1 dari 5 halaman

Dinkes Cianjur Benarkan Pasien Berstatus Suspect Virus Corona Meninggal Dunia

Dream - Seorang pasien pria (50 tahun) yang di RS Dr Hafidz (RSDH), Cianjur, Jawa Barat dilaporkan meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif diduga karena terjangkit virus corona.

Pasien berinisial D yang bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi tersebut meninggal pada Selasa, 3 Maret 2020 pada pukul 04.00 WIB. Pria yang merupakan warga Bekasi, Jawa Barat  tersebut sebelumnya menjalani perawatan di ruang isolasi di RSDH, sejak Minggu, 1 Maret 2020.

" Pasien belum dipastikan apakah positif atau negatif. Namun, statusnya memang sebagai pasien dalam pengawasan (suspect virus corona)" kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal.

Yusman mengatakan, telah mengirim sampel milik pasien D ke Litbangkes Kementerian Kesehatan RI.

Dia berjanji secepatnya akan menyampaikan hasil sampel tes kepada publik. " Pasti kita sampaikan kalau sudah ada hasilnya," kata dia.

2 dari 5 halaman

Riwayat Perjalanan ke Malaysia

Sebelumnya, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, berdasarkan informasi tim medis, D memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia.

" Beliau pegawai Telkom Bekasi, sempat ke Malaysia tanggal 14 sampai 17 Februari 2020," ucap Herman.

Pasien D disebut sempat merasakan demam dan batuk-batuk pada 20 Februari 2020. Pasien mendapat perawatan di sebuah sumah sakit di Bekasi pada 22 hingga 26 Februari 2020.

“ Tapi yang bersangkutan belum sembuh 100 persen, lalu pulang,” terang dia.

Kemudian, D berkunjung ke rumah saudaranya di Kecamatan Ciranjang, Cianjur, sekaligus bermaksud untuk mencari pengobatan.

“ Beliau berusaha mencari pengobatan alternatif di Cianjur,” kata dia.

Akan tetapi, pada Minggu 1 Maret 2020, kondisi yang bersangkutan ternyata makin menurun dan drop serta merasakan sesak nafas.

(Sumber: Liputan6.com)

3 dari 5 halaman

Media Diminta Tidak Picu Kepanikan karena Corona Covid-19

Dream - Sebagaimana sudah diumumkan Presiden Joko Widodo, Senin 2 Maret 2020, dua warga Indonesia dipastikan terkena virus Corona. Keduanya kini sudah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Sulianti Saroso Jakarta, dan kondisi mereka membaik, perlahan mulai pulih.

Di tengah merebaknya berita tentang virus ini, para penderita, dan upaya pemerintah menangani serta menghadang penyebaran, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mengimbau pimpinan dan pemilik media anggota AMSI di seluruh Indonesia untuk mengedepankan kode etik jurnalistik dalam pemberitaan dan mengikuti langkah-langkah berikut.

Pertama, identitas penderita virus Corona harus dirahasiakan. Nama, alamat dan data pribadi pasien tidak boleh disebarluaskan.

Ketum AMSI Wenseslaus Manggut

(Wenseslaus Manggut)

" Media wajib memastikan pemerintah sudah menangani para penderita secara maksimal dan melakukan segala yang diharuskan demi mencegah penyebaran virus ini," kata Wenseslaus Manggut, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Kedua, hindari konten berita yang memicu publik menjadi panik. Konten seperti itu tidak akan membantu siapapun, tidak akan membantu negara, atau masyarakat dalam menangkal penyebaran virus ini dan menangani mereka yang tertular.

4 dari 5 halaman

Konten Edukasi Kesehatan

Ketiga, perbanyak konten-konten berita yang sifatnya edukatif, tentang bagaimana cara penularan, cara mengantisipasi, cara bersin dan cara batuk agar virus apapun tidak menular ke keluarga, sahabat di kantor, atau orang lain di area publik yang mereka kunjungi.

Pasien Terduga Terjangkit Virus Corona Dirawat di RSPI Sulianti Saroso

Keempat, edukasi publik bahwa peluang sembuh dari virus ini sangatlah besar. Tumbuhkan optimisme lewat data. Data kesembuhan tersedia di banyak negara. Vietnam bahkan mengumumkan semua yang terkena virus ini sembuh total.

Kehati-hatian sangat penting, tapi ketakutan dan paranoid tidak membantu apa-apa, malah justru memparah suasana.

Kelima, edukasi publik untuk hidup sehat. Konsumsi makanan sehat, olahraga, cara mencuci tangan, dan begitu banyak cara-cara sederhana agar terhindari dari virus ini.

5 dari 5 halaman

Aspek Keselamatan Wartawan

Keenam, dorong para pebisnis, pemilik, dan pengelola fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, restoran, hotel, perkantoran, transportasi umum untuk mengikuti ketentuan standar World Health Organization (WHO) dan pemerintah, dalam mengoperasikan fasilitas publik demi mencegah terjadinya penyebaran virus ini.

Ketujuh, dorong dan bantu pemerintah agar terus melakukan sosialisasi secara terus-menerus tentang standardisasi penanganan yang dilakukan dan hindari ruang media kita dipakai untuk debat kusir, bertengkar, berpolemik yang tak perlu, yang justru menimbulkan kebingungan dan kepanikan di tengah masyarakat.

Kedelapan, kepada seluruh media anggota AMSI agar dalam penugasan setiap wartawan dan kru ke lapangan harus memperhatikan aspek-aspek keamanan dan keselamatan sesuai prosedur standar masing-masing.

" Kepada masyarakat umum dan pengguna media sosial, kami berharap agar bersama para pengelola media, mari mencegah penyebaran berita bohong, dengan membaca berita dari sumber terpercaya, serta terus tumbuhkan semangat optimisme. Sudah puluhan ribu orang sembuh total dari virus ini," pesan Wenseslaus.

Beri Komentar