Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut (Foto: KLY)
Dream - Sebagaimana sudah diumumkan Presiden Joko Widodo, Senin 2 Maret 2020, dua warga Indonesia dipastikan terkena virus Corona. Keduanya kini sudah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Sulianti Saroso Jakarta, dan kondisi mereka membaik, perlahan mulai pulih.
Di tengah merebaknya berita tentang virus ini, para penderita, dan upaya pemerintah menangani serta menghadang penyebaran, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mengimbau pimpinan dan pemilik media anggota AMSI di seluruh Indonesia untuk mengedepankan kode etik jurnalistik dalam pemberitaan dan mengikuti langkah-langkah berikut.
Pertama, identitas penderita virus Corona harus dirahasiakan. Nama, alamat dan data pribadi pasien tidak boleh disebarluaskan.

(Wenseslaus Manggut)
" Media wajib memastikan pemerintah sudah menangani para penderita secara maksimal dan melakukan segala yang diharuskan demi mencegah penyebaran virus ini," kata Wenseslaus Manggut, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).
Kedua, hindari konten berita yang memicu publik menjadi panik. Konten seperti itu tidak akan membantu siapapun, tidak akan membantu negara, atau masyarakat dalam menangkal penyebaran virus ini dan menangani mereka yang tertular.
Ketiga, perbanyak konten-konten berita yang sifatnya edukatif, tentang bagaimana cara penularan, cara mengantisipasi, cara bersin dan cara batuk agar virus apapun tidak menular ke keluarga, sahabat di kantor, atau orang lain di area publik yang mereka kunjungi.

Keempat, edukasi publik bahwa peluang sembuh dari virus ini sangatlah besar. Tumbuhkan optimisme lewat data. Data kesembuhan tersedia di banyak negara. Vietnam bahkan mengumumkan semua yang terkena virus ini sembuh total.
Kehati-hatian sangat penting, tapi ketakutan dan paranoid tidak membantu apa-apa, malah justru memparah suasana.
Kelima, edukasi publik untuk hidup sehat. Konsumsi makanan sehat, olahraga, cara mencuci tangan, dan begitu banyak cara-cara sederhana agar terhindari dari virus ini.
Keenam, dorong para pebisnis, pemilik, dan pengelola fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, restoran, hotel, perkantoran, transportasi umum untuk mengikuti ketentuan standar World Health Organization (WHO) dan pemerintah, dalam mengoperasikan fasilitas publik demi mencegah terjadinya penyebaran virus ini.
Ketujuh, dorong dan bantu pemerintah agar terus melakukan sosialisasi secara terus-menerus tentang standardisasi penanganan yang dilakukan dan hindari ruang media kita dipakai untuk debat kusir, bertengkar, berpolemik yang tak perlu, yang justru menimbulkan kebingungan dan kepanikan di tengah masyarakat.
Kedelapan, kepada seluruh media anggota AMSI agar dalam penugasan setiap wartawan dan kru ke lapangan harus memperhatikan aspek-aspek keamanan dan keselamatan sesuai prosedur standar masing-masing.
" Kepada masyarakat umum dan pengguna media sosial, kami berharap agar bersama para pengelola media, mari mencegah penyebaran berita bohong, dengan membaca berita dari sumber terpercaya, serta terus tumbuhkan semangat optimisme. Sudah puluhan ribu orang sembuh total dari virus ini," pesan Wenseslaus.
Dream - Wabah virus corona sudah sampai Indonesia. Menerapkan pola hidup sehat harus dilakukan sekarang juga. Menjaga sistem kekebalan tubuh adalah kunci utama agar terhindar dari virus bernama resmi Covid-19 ini.
Penting diketahui ada empat kelompok yang sangat rentan terkena virus yang berasal dari China ini. Siapa saja mereka? Pertama adalah mereka yang berusia lanjut, tepatnya di atas 40 tahun.

" Tampaknya ada ambang batas ini, di bawah 35 kita melihat nol kasus. Seiring bertambahnya usia dari 40-an ke 80-an, kami melihat peningkatan kematian," kata Michael Mina, MD, PhD, asisten profesor epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, dikutip dari WebMD.
Sebuah studi yang diterbitkan di The Journal of American Medical Association (JAMA) yang memeriksa 45.000 kasus pertama di Cina menemukan bahwa 80% kasus corona termasuk ringan. Sebanyak 20% lainnya yang didiagnosis memiliki gejala sedang, berat, atau kritis, termasuk sulit bernapas, radang paru-paru, dan kegagalan organ.
Sejauh ini paparan virus yang terjadi pada anak usia 1-9 hanya 1% dan tidak ada kematian, menurut penelitian JAMA. Sementara 1% lainnya berusia 10-19.
Penelitian menemukan orang-orang di usia 70-an yang terkena virus, 8% meninggal dunia. Hampir 15% dari mereka yang berusia 80 tahun ke atas juga meninggal dunia.
" Seseorang berusia 80-an memiliki risiko yang cukup tinggi untuk tidak meninggalkan rumah sakit jika dirawat karena COVID-19," kata Mina.
Kelompok kedua yang paling berisiko terkena Corona adalah kaum pria. Data awal menunjukkan bahwa pria menyumbang lebih dari setengah kasus corona di China. Hal itu menurut Chinese Center for Disease Control and Prevention.
Pria yang terinfeksi meninggal dua kali lebih sering daripada wanita yang terinfeksi. Kelompok ketiga adalah perokok. Beberapa ahli mengatakan kepada The New York Times, bahwa hal itu bisa jadi karena pria Cina lebih mungkin menjadi perokok daripada wanita.
Kelompok keempat adalah mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, atau masalah paru-paru. " Virus Covid-19 dibandingkan dengan pneumonia virus, cenderung memiliki efek yang lebih buruk pada orang yang sudah memiliki sistem kekebalan yang lemah dan bisa memicu kematian," kata Jeanne Marrazzo, MD, direktur Division of Infectious Diseases di University of Alabama di Birmingham School of Medicine.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya