Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Manajer Hotel Des Indes, Darmawiharto (Foto: Dream.co.id/Raissa Anjanique)
Dream - Pasien yang positif virus corona di Depok, Jawa Barat disebut tertular Warga Negara Jepang di sebuah kelab di Paloma Bistro, Hotel Des Indes, Menteng, Jakarta Pusat. Peristiwa itu disebut terjadi pada 14 Februari 2020.
Manajer Hotel Des Indes, Darmawiharto menegaskan pengelola hotel tak mengadakan acara khusus di tanggal tersebut.
" Pada tanggal 14 Februari 2020, Hotel Des Indes tidak mengadakan kegiatan atau acara di hari tersebut, tetapi setiap orang berhak untuk datang menikmati fasilitas dan pelayanan," ucap Darmawiharto, Selasa, 3 Maret 2020.
Darmawiharto memastikan pasien positif corona dan temannya tersebut hanya pengunjung Paloma Bistro. Kedua orang tersebut tidak menginap di Hotel Des Indes.
Darmawiharto mengakui pengelola hotel tidak memperhatikan kondisi fisik kedua pengunjung tersebut saat datang ke Paloma Bistro.
Selama di Paloma Bistro, kata Darmawiharto, terdapat tiga staff Paloma Bistro yang melayani kedua orang tersebut. Pihak Hotel Des Indes mengaku sudah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan, assesmen dan wawancara kepada para karyawan.
" Iya ketiga orang staff Paloma Bistro yang melayani sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan, sampai saat ini mereka tidak memberikan keluhan terkait dengan kesehatan mereka. Alhamdulillah sampai saat ini mereka sehat-sehat saja," kata dia.
Hotel Des Indes lalu melakukan tindakan preventif dan precaution dengan menyediakan hand sanitizer, masker, menyosialisasikan sebaran virus corona. Hotel Des Indes, kata dia, juga melakukan kegiatan pembersihan secara rutin.
Darmawiharto menegaskan, bahwa pihak Hotel Des Indes tidak akan menutup hotel untuk sementara, karena telah melakukan pengecekan properti dan kebersihan.
(sah, Laporan: Raissa Anjanique)
Dream - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan kronologi dua warga Depok, Jawa Barat, bisa tertular virus corona. Keduanya diketahui sempat kontak langsung dengan seorang Warga Negara Jepang.
Terawan mengatakan, WNI dan warga Jepang itu sebelumnya bertemu di sebuah kelas dansa. Usai pertemuan itu, WNI itu mengalami batuk dan menjalani rawat jalan.
" Kemudian pulang masih nggak nyaman, kalau nggak salah tanggal 26 (Februari) minta dirawat karena batuk nggak sembuh, demam," ujar Terawan.
Saat menjalani perawatan, tanggal 28 Februari pasien itu ditelepon oleh warga Jepang dari Malaysia. Orang Jepang itu memberitahu sedang dirawat di Malaysia karena positif terjangkit corona.
" Kemudian dia memberitahu dokter yang merawat, dia dalam pemantauan sehingga teman-teman dokter di rumah sakit itu telah menyiapkan diri begitu dianggap sebagai pasien dalam pemantauan," kata Terawan.
Setelah itu, pasien lalu dipindahkan ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso. Terawan mengatakan tim bergerak cepat melakukan penelusuran kontak pasien tersebut.
" Sampai sini tanggal 1 langsung kita cek dan sebagainya. Hasilnya tadi pagi maka tracking-nya sudah jalan sehingga si cewek ini bersama ibunya 64 tahun dua-duanya kita cek," kata Terawan.
Saat ini, kedua pasien tersebut dalam keadaan baik. " Hanya batuk sekali," kata Terawan.
Dream - Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso menjadi lokasi isolasi pasien diduga terjangkit virus corona. Ada 24 pasien dirawat intensif namun 21 di antaranya sudah dipulangkan sepanjang Januari-28 Februari 2020.
" 21 orang sudah dipulangkan setelah dirawat sekitar 4-5 hari karena hasil labnya negatif virus Covid-19," ujar Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, dikutip dari Liputan6.com.
Syahril mengatakan para pasien ini merupakan rujukan dari sejumlah rumah sakit di Jakarta. Masing-masing pasien menunjukkan gejala suspek corona seperti demam tinggi di atas 38 derajat, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.
" Dalam 14 hari terakhir bepergian ke daerah yang sedang ada wabah, misalnya Wuhan, Singapore, Jepang, dan Korea atau orang tersebut kontak dengan pasien yang kena virus corona," kata dia.
Sejauh ini, masih ada tiga pasien berstatus dalam pengawasan. Ketiganya dinyatakan memenuhi kriteria sesuai pedoman infeksi virus corona.
" Saat ini masih dirawat tiga orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan menunggu hasil laboraturium yang diperiksa di Litbangkes. Kondisi pasiennya baik-baik saja," ucap Syahril.
" Hasil lab kesatu sudah negatif tinggal tunggu hasil yang kedua," kata dia melanjutkan.
Meski demikian, Syahril menolak pasien-pasien itu disebut suspek virus corona. Dia menyatakan istilah paling pas yaitu Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
" Bukan Suspect. Tapi Pasien Dalam Pengawasan. Jadi dirawat di ruang isolasi sambil diperiksa laboratoriumnya," kata dia.
Sumber: Liputan6.com/Ady Anugrahadi
Dream - Ibu dan anak yang tinggal di Depok, Jawa Barat, dinyatakan positiif terinfeksi virus Corona, Covid-19. Terjangkitnya dua orang tersebut merupakan kasus pertama infeksi Covid-19 di Indonesia.
" Tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," kata Jokowi, dikutip dari Liputan6.com, Senin 2 Maret 2020.
Menurut Jokowi, kasus ini terungkap setelah ada laporan warga negara Jepang yang positif terjangkit Covid-19 usai berkunjung ke Indonesia. Pemerintah kemudian menelusuri jejak siapa saja yang kontak dengan warga Jepang tersebut.
" Begitu ada informasi bahwa orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana positif corona, tim dari Indonesia langsung telusuri," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
" Orang Jepang ke Indonesia bertamu ke siapa, bertemu siapa ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," kata dia.
Berdasar keterangan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, kedua orang yang positif Covid-19 tersebut telah dirawat intensif di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Terawan memastikan prosedur untuk penanganan pasien terinfeksi Corona sudah dilakukan.
" Kami sudah cek, kami bawa. Sudah melakukan isolasi rumah. Sesuai prosedur kami lakukan, menjaga rumahnya. Jadi sudah terdeteksi dari 1 Maret kami lakukan, begitu dengar berita, kami lakukan penelusuran, kami lakukan pemeriksaan," kata Terawan.
Dia menjelaskan, kedua orang itu melakukan kontak langsung dengan warga negara Jepang yang sebelumnya positif terjangkit virus Corona.
" Karena ini kan kontak langsung, ini kan kita cek. Kalau enggak close kontak, itu berbeda. Kita mengacu pada epidologis, mana yang paling memungkinkan," ucap Terawan.
Sumber: Liputan6.com/Nafiysul Qodar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya