Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream – Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali mulai menampakkan hasil. Tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan mengalami peningkatan.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, menyatakan dua pekan lalu, tepatnya sebelum pemberlakukan PPKM Jawa-Bali, tingkat kesadaran masyarakat memakai masker 50,27 persen dan menjaga jarak 35,98 persen.
Setelah sepekan penerapan PPKM Jawa-Bali, tingkat kesadaran memakai masker meningkat menjadi 62,42 persen dan menjaga jarak menjadi 53,09 persen.
" Kenaikan rata-rata kepatuhan protokol kesehatan sekarang ini masih belum bisa menyerupai tingginya kepatuhan di awal upaya monitoring di bulan September-Oktober lalu yaitu menembus angka 84,77 persen dalam memakai masker dan 69,04 persen dalam menjaga jarak," kata Wiku, disiarkan BNPB Indonesia.
Wiku mengatakan peningkatan kesadaran protokol keseharan belum tampak signifikan. Dia menilai seharusnya data yang ada saat ini bisa menjadi bahan refleksi untuk pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kepatuhan individu maupun komunitas, serta bahan evaluasi program operasi yustisi.
" Perlu diingat efek positif perubahan perilaku ini membutuhkan waktu yang lama untuk berdampak pada penurunan kasus namun dapat menghasilkan perbaikan penanganan pandemi yang berkelanjutan apabila dijalankan terus menerus," kata Wiku.
Lebih lanjut, Wiku mengingatkan masyarakat tidak boleh lengah dalam menerapkan prokes. Selalu gunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan agar tidak tertular Covid-19.
Laporan: Josephine Widya
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya