Mengapa Pemerintah Pilih Vaksin Sinovac? Ini Alasannya

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 15 Desember 2020 09:00
Mengapa Pemerintah Pilih Vaksin Sinovac? Ini Alasannya
Vaksin dari Sinovac lebih dulu tiba di Indonesia.

Dream - Pemerintah memutuskan mendatangkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac awal Desember 2020. Padahal, saat ini banyak perusahaan yang telah mengembangkan vaksin Covid-19, bahkan sudah mulai digunakan vaksinasi di beberapa negara.

Juru Bicara Vaksin Covid-19, Bambang Heriyanto, mengatakan, pemerintah memilih vaksin buatan Sinovac karena pengembangannya paling cepat. Selain proses pembuatannya juga lebih dulu dibandingkan vaksin dari perusahaan lain.

" Jadi tadi karena Sinovac tercepat, terdepan juga termasuk sudah masuk dalam fase III," ujar Bambang dalam diskusi virtual.

Bambang mengatakan saat ini mulai muncul produk vaksin dari perusahaan lain, seperti dari Pfizer, Moderna, juga Sinovac. " Cuma dalam satu kelompok itu Sinovac yang terdepan," tambah Bambang.

1 dari 4 halaman

Termasuk Cepat

Bambang mengatakan ada ratusan penelitian untuk pengembangan vaksin Covid-19. Dari riset tersebut, sudah ada 10 pengembang yang terdepan dalam penelitian vaksin Covid-19, salah satunya Sinovac.

Vaksin dari Sinovac kini juga menjalani uji klinis tahap III di Indonesia. Karena itulah vaksin ini diyakini menjadi yang terdepan dibandingkan dari perusahaan lain.

" Ada namanya soft list ya, ada sekitar 10 pengembang yang sudah terdepan dalam mengembangkan vaksin Covid-19, salah satunya Sinovac. Ada juga di situ Pfizer, Sinopharm, ada Moderna. Kita melihat Sinovac ini termasuk yang cepat," ucap Bambang.

2 dari 4 halaman

Transfer Pengetahuan

Alasan lain, kata Bambang, kompetensi teknologi dalam pengembangan vaksin. Menurut dia, Sinovac punya kompetensi yang sama dengan Bio Farma dalam platform inactivated.

Dengan begitu, diharapkan terjadi transfer pengetahuan. Sehingga Indonesia bisa mengembangkan vaksin sendiri.

" Artinya kalau terjadi di situ ada transfer teknologi kita menuju ke arah mandiri, seperti yang dikatakan pak Jokowi harus cepat, aman dan mandiri. Artinya kan kita nanti suatu saat kita bisa buat vaksin sendiri," terang Bambang.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

Saudi Deklarasikan Wabah Covid-19 Sudah Terkendali

Dream - Kementerian Kesehatan Arab Suadi mendeklarasikan kemenangan melawan Covid-19. Mereka mengklaim penyebaran kasus Covid-19 saat ini telah terkendali.

Saudi melaporkan kasus infeksi baru saat ini hanya berjumlah 139. Untuk pertama kalinya kasus baru muncul di bawah 150 sejak pandemi Covid-19 melanda Saudi.

Data sebaran harian Kemenkes Saudi juga menunjukkan hampir semua daerah kini merupakan zona aman. Sejak pekan lalu, hampir semua daerah Saudi hanya mencatatkan kasus harian di bawah 50.

" Kami berada di antara negara-negara dengan kontrol dan penurunan kasus yang nyata," ujar juru bicara Kemenkes Saudi, Mohammed Al Abd Al Aly.

Al Aly mengatakan pandemi yang kini lebih terkendali bisa terjadi berkat kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

" Tidaklah mungkin tanpa koordinasi antara masyarakat dan otoritas yang berwenang dalam menghadapi pandemi ini guna memastikan setiap orang sehat dan aman," kata dia.

4 dari 4 halaman

Bersiap Vaksinasi

Dalam beberapa hari ke depan, Saudi akan melaksanakan tahap pertama penyuntikan vaksin Pfizer-BioNTech untuk melawan Covid-19. Al Aly mengimbau setiap orang bersedia divaksin meski sudah sembuh dari Covid-19.

" Laporan dari seluruh dunia tentang vaksin menunjukkan pertanda baik," kata Al Aly.

Al Aly menegaskan vaksin sangat penting untuk menjamin keamanan dan kesehatan masyarakat. Dia menekankan semua orang perlu mendapatkan vaksin.

" Tidak ada penelitian yang dapat mengkonfirmasi atau menyangkal infeksi kedua setelah beberapa waktu berlalu dari diagnosis awal mereka," kata dia.

Lebih lanjut, Al Aly mengatakan pemeriksaan kesehatan untuk orang yang akan divaksin tidak diperlukan. Seseorang yang telah mendaftar untuk mendapatkan vaksin akan menjalani wawancara biasa mengenai kesehatan mereka, dikutip dari Arab News.

 


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar