Momen Perayaan Hari Santri di Sekolah

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 22 Oktober 2019 16:00
Momen Perayaan Hari Santri di Sekolah
Mereka mengenakan sarung ala pakaian santri ketika berada di pesantren

Dream - Beberapa sekolah turut merayakan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2019. Berbagai momen keceriaan para murid tergambar dari perayaan tersebut.

Seperti yang dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tarbiyatul Wildan, Lemahabang, Cirebon, Jawa Barat. Siswa laki-laki terlihat mengenakan sarung. Murid perempuan mengenakan kain yang biasa dilakukan para santri di pesantren.

mi

Dalam peringatan Hari Santri Nasional ini, para siswa turut membacakan sholawat, tilawah Alquran. Setelah itu, guru dan siswa makan bersama.

Selain itu, perayaan peringatan Hari Santri Nasional juga dilakukan di SMA NU 1 Kradenan,Grobogan. Melalui akun Twitter-nya, para siswa juga terlihat menggunakan pakaian ala santri.

 
 
 
View this post on Instagram

Upacara Hari Santri 2019 . . . #ceremony #harisantri #santrinasionalis #santrindonesia

A post shared by MAN Batang (@man_batang) on

 

1 dari 7 halaman

Gelar Upacara Bendera Menggunakan Sarung

" Hari ini (Sabtu minggu ketiga) agenda di sekolah kami, ada Sabtu bersholawat. Pakaian juga ala santri. Penuh warna dan cinta damai. Semoga syafaat Nabi Muhammad berlimpah kepada Kita semua," tulis @smanusakradenan.

Sementara, Madarasah Aliyah Negeri (MAN) Batang merayakan Hari Santri Nasional dengan melakukan upacara bendera dengan mengenakan baju koko dan juga sarung.

Guru yang juga bertindak sebagai pembina upacara, juga terlihat mengenakan baju koko sembari memberikan amanat upacara.

Hari Santri pertama kali diresmikan pada 22 Oktober 2015. Penetapan hari santri diambil dari momen resolusi jihad KH Hasyim ASy'ari yang menjadi penggerak perlawanan rakyat melawan penjajah.

2 dari 7 halaman

Santri Diimbau Sebarkan Islam dengan Penuh Kasih Sayang

Dream - Habib Jindan bin Novel Salim bin Jindan mengimbau para santri menyebarkan Islam dengan penuh kasih sayang. Imbauan itu disampaikan dalam puncak peringatan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2019.

" Ilmu dan agama yang asli akan memunculkan sikap tawadhu dan penuh kasih sayang kepada sesama," ujar Habib Jindan dalam keterangan tertulis Kementerian Agama.

Dia mengatakan, apabila santri belajar ilmu agama secara benar, maka tidak akan terjadi provokasi mengenai isu agama.

" Ilmu yang benar membuat pemiliknya tidak gampang terpancing provokasi. Hati-hati zaman sekarang banyak ustad yang aneh-aneh," tambah Habib Zindan.

Menurut dia, ilmu dan ketakutan kepada Allah itu tidak dapat dipisahkan. Sejatinya, semakin orang berilmu, maka tidak akan muncul rasa sombong dalam dirinya.

" Yang mengklaim berilmu tetapi tidak tercermin dalam sikap, maka ilmunya palsu," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, KH Ahmad Muwaffi atau Gus Muwaffiq, menyatakan, Islam tidak hanya bicara mengenai jubah atau pakaian saja.

" Jubah itu kalau di sini terwujud dalam bentuk sarung," kata Gus Muwaffiq.

Hari Santri pertama kali diresmikan pada 22 Oktober 2015. Penetapan hari santri diambil dari momen resolusi jihad pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy'ari, yang menjadi penggerak perlawanan rakyat melawan penjajah. (eko)

3 dari 7 halaman

NU Bacakan 1 Miliar Sholawat Jelang Hari Santri

Dream - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan memperingati hari santri yang jatuh pada 22 Oktober 2019. Pusat peringatan diselenggarakan di Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari, Jakarta, pada 21 Oktober 2019.

Ketua Lembaga Dakwah PBNU, Agus Salim mengajak para santri, warga NU untuk bersama-sama membacakan sholawat nariyah hingga satu miliar kali.

" Diikuti serentak warga NU dari Sabang sampai Merauke serta luar negeri," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 16 Oktober 2019.

Agus menjelaskan, tujuan acara 1 Miliar Sholawat Nariyah ini tak lain untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT demi keselamatan bangsa dan mendoakan arwah para pejuang yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

" Jasa mereka, utamanya para ulama, selain harus kita kenang, yang tidak kalah penting adalah harus kita teladani," ucap dia.

Acara tersebut rencananya akan dihadiri Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, KH Ma'ruf Amin dan juga Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

" Iya, Kiyai Ma'ruf akan hadir memberikan pidato kebangsaan, Gubernur DKI Jakarta Pak Anis juga hadir, serta alim ulama," kata Ketua Panitia Pelaksana Malam Puncak Hari Santri Nasional 2019 KH. Misbahul Munir.

4 dari 7 halaman

Jokowi di Depan Kiai Madura: Jika Saya Anti-Ulama, Tak Mungkin Ada Hari Santri

Dream - Jokowi bertemu dengan para ulama se-Madura di sela kunjungannya ke Jawa Timur. Di hadapan para kiai, ustaz, sekaligus pengasuh pondok pesantren itu, dia menyampaikan keheranannya karena kerap dianggap anti-ulama.

" Presiden itu anti-ulama, lho, lho, lho. Saya itu masuk ke pondok pesantren berapa kali, hari ini dengan ulama," ujar Jokowi ketika berpidato dalam Deklarasi Akbar Ulama Madura di Bangkalan, Jawa Timur, dikutip dari .

Presiden bernama lengkap Joko Widodo ini menjelaskan bahwa pada hari pertama kunjungan ke Jawa Timur, sudah keluar masuk pondok pesantren di Jombang. Jokowi menjalin silaturahim dengan para kiai, pengasuh, serta para santri di beberapa pesantren besar, seperti Darul Ulum, Teruireng, Denanyar, dan Bahrul Ulum Tambak Beras.

" Dan yang menerbitkan Keppres Hari Santri tangga 22 Oktober itu siapa?" kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

 

5 dari 7 halaman

Enggak Mungkin Ada Hari Santri?

Menurut Jokowi, jika dia anti-ulama, tentu Keppres Hari Santri tidak mungkin ditandatangani. " Lho kalau kita anti-ulama enggak mungkin ada Hari Santri," terang dia.

Tak hanya itu. Dalam pemilihan presiden pun Jokowi sampai memilih calon wakil presiden dari kalangan ulama. Jokowi merasa perlu menjawab tudingan miring yang menyebutnya anti-ulama.

" Juga wakil presiden. Kita milih saja wakil presiden KH Prof Ma'ruf Amin. Beliau Ketua MUI. Beliau juga Rais Aam di NU."

" Lah kok dibalik-balik. Ini kan dibalik-balik namanya. Kalau enggak saya jawab, dibolak-balik lagi," kata Jokowi.

6 dari 7 halaman

Gebrakan Santripreuneur di Hari Santri

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Santripreuneur saat peringatan hari Santri Nasional yang jatuh pada Senin, 22 Oktober 2018.

Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta, mengatakan, saat ini jumlah santri dari seluruh pondok pesantren se-Indonesia berjumlah sekitar 5 juta. Dengan kuantitas sumber daya manusia yang dimiliki, pesantren dapat menjadi wadah yang potensial sebagai penggerak ekonomi di lingkungan pesantren.

" Pemberdayaan ekonomi dalam program Santripreuneur diimplementasikan melalui implementasi pengembangan keuangan mikro pesantren," kata Arifin di Kantor Baznas, Wisma Sirca, Jakarta, Senin 22 Oktober 2018.

 

7 dari 7 halaman

Gerakan Ekonomi Pesantren

Arifin menjelaskan, program ini diharapkan mampu memberdayakan ekonomi di lingkungan pesantren. Selain santri, masyarakat sekitar juga dapat berperan serta.

Direktur Baznas Microfinance, Noor Azis, mencontohkan, gerakan ekonomi pesantren sudah diinisiasi Pesantren Sidogiri, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Di pesantren itu, para warga menjadi penyalur makanan untuk para santri.

" Dari pihak pesantren juga memberikan harus halal, tidak hanya halal tapi juga toyyib," ucap Azis.

Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas, Randi Swandaru berujar, program ini sebenarnya sudah ada sejak 2016. Di tahun 2016-2017, ada 112 pesantren yang mendapat bantuan program Santripreuneur dengan dana Rp6,3 miliar.

" Kau untuk tahun 2017-2018 itu bertambah menjadi 144 pesantren dengan total dana tersalurkan Rp7,4 miliar," ujar Randi.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone