Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Paspor Yang Ditemukan Di Jasad Pelaku Bom Bunuh Diri Di Stade De France Beridentitas Prajurit Suriah (dailymail.co.uk)
Dream - Penyidik Perancis berhasil mengidentifikasi identitas yang tertera dalam paspor yang ditemukan di tubuh pelaku serangan di Stade de France, Paris, Perancis. Mereka menyimpulkan identitas itu merujuk pada nama seorang prajurit Suriah.
Paspor tersebut memuat nama Ahmad al-Mohammad, lahir di Idlib, salah satu kota di Suriah pada 10 September 1990. Dia tercatat sebagai prajurit yang loyal terhadap rezim Presiden Bashar Al Assad dan sudah tewas beberapa bulan lalu, menurut laporan Kantor Berita Perancis, AFP.
Sumber yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan paspor tersebut dibuat berdasarkan identitas nyata. Sumber itu juga menyatakan paspor tersebut mungkin sengaja dipalsukan.
Ini lantaran ditemukan beberapa paspor sama baik identitas maupun foto yang tertera di dalamnya. Fakta ini didapat saat Polisi Serbia menangkap seorang migran Suriah yang kedapatan membawa paspor yang sama dengan paspor yang ditemukan di jasad pelaku bom bunuh diri di Stade de France.
Sementara, fakta lain yaitu paspor tersebut juga terdaftar di Pulau Leros, Yunani, pada 3 Oktober lalu. Paspor ini juga ditemukan di kawasan Serbia dan Kroasia beberapa hari kemudian.
Bahkan, hanya dengan 2.000 dolar, seorang wartawan Nick Fagge dengan mudah mendapat paspor dengan identitas yang sama persis.
Pakar Terorisme dari Universitas Daekin Australia Profesor Greg Barton menaruh curiga dengan temuan paspor ini. Dia menangkap adanya kejanggalan dalam motif bom bunuh diri tersebut.
" Pelaku bom bunuh diri akan menjalankan ritual mandi dan berdoa dengan menengadahkan tangan. Mereka tahu bahwa dokumen tersebut tidak akan tahan ledakan. Ini bisa menjadi cara bagi ISIS untuk mengibaskan api kebencian terhadap para pendatang," ungkap dia.
Sumber: dailymail.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya