Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Cerita mengerikan tentang teror penembakan di Selandia Baru disampaikan Ramzan Ali, saksi mata yang berada di Masjid Al Noor. Dia adalah orang terakhir yang berhasil keluar hidup-hidup dari masjid di Dean Ave, Christchurch, tersebut.
" Bisa dibilang aku diberkati. Aku beruntung. Allah melindungiku," kata Ramzan Ali, dikutip Dream dari laman New Zealand Herald, Sabtu, 16 Maret 2019
Sebanyak 49 orang dinyatakan meninggal dunia akibat penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch. Sebanyak 30 di antaranya meninggal dalam serangan di Masjid Al Noor, Dean Ave, yang terletak di dekat Hagley Park. Sementara 48 orang terluka akibat serangan biadab teersebut.
Setelah penembakan membabi-buta itu, polisi setempat menangkap tiga pria dan satu wanita. Pemerintah setempat menyebut penembakan itu sebai serangan teroris.
Saat serangan itu, Ramzan Ali tengah menjalankan sholat Jumat di Masjid Deans Ave. Pria 62 tahun itu memperkirakan ada 300 Muslim di masjid tersebut. Menurut dia, khutbah jumat baru saja dimulai saat penembakan terjadi.
" Aku melihat orang-orang berlarian ke semua pintu. Untuk mengeluarkan 300 orang dari pintu tidak mudah, dari dua pintu, karena dia [penembak] masuk melalui pintu utama, dan ada dua pintu lagi di samping," kata Ali.
Dia tiarap di belakang bangku, meskipun Ali tahu kakinya tetap saja kelihatan. " Dia mulai menembak, dor, dor, dor. Sepupuku duduk di sampingku dan dia menembak kakinya."
Tembakan sempat berhenti dan terdengar lagi sebanyak tujuh letusan. Rupanya jeda tembakan merupakan waktu penembak mengisi kembali amunisi.
" Aku berpikir, 'Ya Tuhan, aku berharap dia kehabisan pelurunya. Aku berharap dia kehabisan peluru," ujar Ali.
Saat itulah Ali berpikir menjadi waktu tepat untuk menyelamatkan diri keluar dari masjid. Seorang pria duduk di dekat pintu utama dan memberinya isyarat kepadanya untuk mendekat.
" Dan apa yang [penembak] lakukan, dia menembaknya pada bagian dada. Tepaat di depanku," tutur Ali.
Dia kemudian tiarap di dekat jedela yang sudah rusak dan kemudian menyelamatkan diri ke Hagley Park. " Aku adalah orang terakhir yang keluar masjid dalam kondisi hidup."
Suami sepupu Ali dan seorang temannya terluka parah dalam serangan brutal tersebut. Saat wawancara itu, Ali mengatakan bahwa saudaranya, Ashraf, masih berada di masjid dan hilang.
" Ketika aku mencarinya, ada banyak orang meninggal di kedua pintu. Aku tidak melihat saudaraku. Aku berharap dia selamat," ujar pria asal Fiji yang pindah ke Selandia baru pada 1989 tersebut.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya