Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Waketum DMI, Syafruddin (Istimewa)
Dream - Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Syafruddin, mengingatkan pentingnya para pengurus masjid untuk menyiapkan generasi muda dan remaja masjid. Menurut dia, generasi muda memikul tanggung jawab besar bagi perkembangan peradaban Islam di masa mendatang.
" Pondasinya ini terletak di generasi muda. Tidak ada perbedaan di DMI semuanya sama agar berkembang dengan baik dan membuat inovasi dan berkontribusi pada perkembangan Islam," kata Syafruddin dalam Rapat Kerja Nasional I DMI di Jakarta, Sabtu 24 November 2018.
Syafruddin menyatakan remaja masjid harus bisa mengambil peran dalam penguatan peradaban Islam, khususnya di era digital seperti sekarang ini. Dia menambahkan anak muda nantinya harus mampu membuat umat sejahtera.
" Transformasi dan berinovasi adalah jawabannya," ucap Syafruddin.
Menjawab tantangan dunia industri 4.0, DMI memasukkan teknologi informasi dan digital ke dalam 10 program unggulan. Bahkan, DMI telah memiliki aplikasi sendiri dan bakal meluncurkan TV Muslim.
" Fokus ke depan adalah TV DMI yang sedang kita gagas, karena sudah banyak hamba Allah yang mau membantu," kata Syafruddin.
Selanjutnya, Syafruddin mengatakan DMI harus dapat membuat Indonesia sebagai contoh dalam menjaga keberlangsungan kemajuan peradaban Islam di Indonesia. Hal ini mengingat Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
Selain itu, dia mengingatkan masjid harus bebas dari kepentingan apapun, termasuk kepentingan pemerintah. Masjid harus fokus pada upaya menyejahterakan umat.
Lebih lanjut, Syafruddin menegaskan DMI hanya mengurus masjid sebagai benda. Bukan mengurus orang-orangnya.
" Benda tidak punya afiliasi politik," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya