Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tata Surya Di Planet HR 9799c (Foto: Science Alert)
Dream - Misteri alam semesta selalu menjadi daya tarik manusia. Berbagai macam perkembangan teknologi dibuat untuk mencari tahu kehidupan di luar bumi.
Upaya itu dilakukan Observatorium Keck, Amerika Serikat. Tim dari Observatorium Keck melakukan lompatan besar dalam pengamatan exoplanet.
Dikutip dari Science Alert, Jumat 23 November 2018, dalam pengamatan terbarunya, Observatorium Keck mendeteksi kandungan air di atmosfer planet yang berjarak 179 tahun cahaya dari konstelasi Pegasus.
Sistem tata surya di planet ini memiliki pusat bernama HR 8799. Planet-planet di tata surya ini disebut HR 8799 b, c, d, dan e.
Bintang itu tata surya ini berumur 30 juta tahun cahaya. Bintang ini terkenal karena sifatnya yang tergolong aneh.
Pengamatan baru pada HR 8799 c, pertema kali dilakukan pada 2008. Para astronom belakangan menyebut temuan terbaru itu sebagai `batu loncatan` menuju gambaran exoplanet yang lebih baik dan lebih baik.
Planet ini disebut sebagai planet gas raksasa yang memiliki masa tujuh kali lebih besar ketimbang Jupiter. Dalam temuan air di atmosfer planet ini, peneliti mengonfirmasi tidak adanya metana.
Kemampuan pengamatan ini tak lain karena kemampuan dua teknologi teleskop di Keck, yaitu optik adaptif dan spektrometer. Optik adaptif berfungsi untuk mengatasi efek buram pada atmosfer Bumi.
Sementara, spektrometer disebut sebagai Near-Infrared Cryogenic Echelle Spectrograph (NIRSPEC), sebuah spektrometer resolusi tinggi yang bekerja dalam cahaya inframerah. NIRSPEC menjadi kunci menganalisis komposisi kimia di atmosfer.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya