Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menutup sementara layanan selama tujuh hari ke depan. Langkah ini diambil usai penemuan sembilan orang yang menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) reaktif Covid-19.
" Sembilan orang yang reaktif hasil rapid test kemarin hari Senin 24 Agustus 2020 terdiri dari hakim dan pegawai PN Jakarta Pusat," ujar Humas PN Jakarta Pusat, Bambang Nurcahyo, dikutip dari Liputan6.com.
Untuk sementara, para hakim dan pegawai bekerja dari rumah terhitung mulai 25 Agustus hingga 1 September 2020. Keputusan ini didasarkan pada Surat Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No.W10-U/7740/KP.04.2/8/2020 tertanggal 24 Agustus 2020.
Meskipun ditutup, layanan yang sifatnya mendesak tetap akan dijalankan. Salah satunya persidangan yang harus segera diselesaikan.
" Untuk sementara perkara-perkara yang ditangani oleh hakim-hakim ditunda dulu selama satu minggu ke depannya, kecuali perkara yang sangat mendesak, yang harus segera diselesaikan, tetap dilaksanakan," kata Bambang.
Saat ini, sembilan orang yang dinyatakan reaktif Covid-19 tengah menjalani tes usap (swab test) Polymerase Chain Reaction (PCR).
" Saat ini hari Selasa, 25 Agustus tengah dilakukan swab test lanjutan dari rapid test yang telah dilakukan PN Jakarta Pusat pada hari Senin, 24 Agustus terhadap beberapa rekan hakim dan pegawai PN Jakarta Pusat yang hasil rapid testnya ada sembilan orang reaktif," kata dia.
Sumber: Liputan6.com/Fachrur Rozie
Dream - Belasan pegawai di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kemeterian Pertanian (Kementan) dilaporkan tertular virus Covid-19. Akibatnya sebagian gedung di areal perkantoran Kementan di wilayah Ragunan, Jakarta Selatan itu ditutup sementara selama tiga hari.
Informasi yang beredar menyebutkan sebanyak 17 orang di Ditjen PKH Kementan positif tertular Covid-19 setelah dilakukan uji swab.
Plt Sekretaris Ditjen PKH Makmun mengatakan, pihaknya melakukan tes poperase chain reaction (PCR) kepada seluruh pegawai. Kementan juga memutuskan menutup sementara kegiatan di kantor Ditjen PKH yang berlokasi di Gedung C Kementan.
" Gedung C Lantai 6-9 dilakukan Lockdown untuk dilakukan Desinfeksi pada seluruh ruangan dan mobil jemputan Ditjen PKH serta seluruh pegawai untuk dilakukan Swab guna diuji PCR," kata Makmun dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Agustus 2020.
Kebijakan penutupan sementara berlaku selama 3 hari, mulai hari ini hingga hingga Rabu, 26 Agustus 2020. Seluruh pegawai diarahkan untuk bekerja di rumah (work from home/WFH) selama masa lockdown, dan wajib melaporkannya sesuai surat edaran.
Untuk pegawai yang dinyatakan Negatif Covid-19 berdasarkan hasil PCR disarankan melakukan kegiatan pertemuan di luar kantor atau dinas luar kantor dengan tetap menerapkan Protokol Covid-19 secara ketat.
Menurut kabar yang diberikan staf internal Ditjen PKH, seluruh pegawainya diwajibkan untuk melakukan tes swab sejak 1-2 pekan yang lalu.
" Pegawai yang hasil PCR nya positif telah/dan akan dilakukan Isolasi Mandiri dan penanganan lainnya sesuai tingkat keparahan penyakit serta melaporkan perkembangan penyakitnya setiap hari kepada atasan langsung dan atasan langsung melaporkan ke Plt Sesditjen PKH," tutur Makmun.
(sah, Sumber: Liputan6.com)
Dream - Pakar Kesehatan Masyarakat, Dr Hermawan Saputra, mengingatkan warga untuk semakin disiplin dan mematuhi protokol kesehatan di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
" Pada saat ini, hampir seluruh sektor mulai dibuka, termasuk sekolah yang berada di zona kuning dan hijau," ujar Hermawan, dikutip dari Liputan6.com, Senin 24 Agustus 2020.
Ia mengingatkan, meski sekolah sudah dibuka bukan berarti pandemi Covid-19 berakhir. Untuk itu, masyarakat diminta semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Menurut dia, terdapat dua pendekatan yang dilakukan agar aman ketika melakukan aktivitas selama masa pandemi Covid-19. Pendekatan pertama yakni dari pihak pemerintah dan ke dua dari masing-masing individu.
Pemerintah bertugas melindungi dan memberikan imbauan dalam penerapan protokol kesehatan.
" Untuk pendekatan dari individu, yakni perlu menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), menggunakan masker, jaga jarak, dan jaga selalu imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, istirahat cukup," paparnya.
Sementara, masyarakat membutuhkan proteksi kesehatan yang menyeluruh, bukan hanya bagi diri sendiri tapi juga untuk keluarga tercinta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya