Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Pixabay)
Dream - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengancam akan mengeluarkan bom nuklir jika mengetahui ada serangan misil yang masuk ke negaranya. Dia menyebut serangan balasan itu sebagai `pembalasan yang tidak dapat dihindarkan`.
" Agresor harus tahu pembalasan itu tak dapat dihindarkan," kata Putin dikutip dari SkyNews, Jumat, 19 Oktober 2018.
Putin mengaku tindakannya itu memang akan akan menyebabkan bencana global. Namun dia menegaskan, Rusia takkan menjadi pihak yang memicu pertempuran nuklir tersebut.
" Tapi, Rusia tidak bisa menjadi orang yang memulai itu," ujar dia menekankan.
Putin menyebut, akan menjadi martir seandainya Rusia menjadi korban serangan. Sementara bagi pelaku serangan, Putin mengancam akan membuatnya `terbunuh, tanpa sempat merasakan tobat`.
Pada Maret lalu, Putin membeberkan persenjataan canggih terbarunya. Termasuk di dalamnya, perangkat nuklir yang kebal intersepsi pertahanan musuh.
Selain itu, Putin juga menyebut dua senjata canggih lainnya, yaitu, rudal penjelajah bertenaga nuklir dan sebuah drone dengan kecerdasan buatan.
Putin mengatakan, rudal itu telah diuji akhir tahun lalu. Rudal itu memiliki jangkauan tak terbatas dan dapat menembus pertahanan rudal.
Sementara itu, drone dengan kecerdasan buatan itu disebut mampu membawa hulu ledak nuklir dan menargetkan dua kapal induk dan fasilitas pelabuhan.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya