Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Remaja Asia Memakai Masker. (Foto: Freepik.com)
Dream - Seorang remaja lelaki dari China yang sedang belajar di Inggris menjadi orang pertama yang membawa 'pulang' virus corona Covid-19 ke Wuhan, Tiongkok.
Kota yang jadi ibukota Provinsi Hubei itu sebelumnya pernah menjadi pusat penyebaran wabah Covid-19. Bahkan kasus terbanyak corona dunia sebelumnya ada di kota ini.
Sebelumnya pada pekan yang lalu, Wuhan menyatakan sebagian besar wabah sudah hilang setelah mencatat hanya satu infeksi baru dalam 10 hari.
Menurut laporan dari Petugas Kesehatan Wuhan, remaja berusia 16 tahun itu diidentifikasi sebagai 'kasus impor' pertama di kota itu.
Remaja itu, yang dikenal sebagai Zhou, diduga tidak menunjukkan gejala apa pun ketika terinfeksi Covid-19.
Pihak berwenang mengatakan Zhou telah melakukan perjalanan dari Newcastle ke Wuhan melalui Dubai dan Beijing.
China sejauh ini mencatat 691 kasus impor Covid-19. Sementara Inggris telah dituduh sebagai 'pelakunya' karena 'mengekspor' banyak kasus Covid-19 ke China.
Statistik resmi menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga kasus yang diimpor ke Beijing, ibukota China, terdeteksi di antara mereka yang datang dari Inggris, diikuti oleh Spanyol dan Italia.
Menurut catatan, lebih dari 1.800 orang telah meninggal akibat Covid-19 dan lebih dari 25.000 telah terinfeksi positif di Inggris.
Pejabat di Hubei telah mengidentifikasi 982 kasus yang tidak menunjukkan gejala apa pun, dan dapat menyebarkan virus tanpa menyadarinya.
Orang yang terinfeksi tanpa gejala ini berada di bawah pengawasan medis, kata pihak berwenang.
Menurut Komisi Kesehatan Kota Wuhan, Zhou tinggal di daerah Caidian, dan sebelum ini belajar di Inggris.
Dia dilaporkan naik penerbangan di Bandara Internasional Newcastle pada 21 Maret dan tiba di Bandara Internasional Beijing pada hari berikutnya setelah berhenti di Dubai.
Setelah melewati pemeriksaan kesehatan di bandara, Zhou dibawa ke sebuah ruangan untuk menjalani observasi medis.
Kemudian, dalam perjalanan pulang dari Beijing pada 23 Maret, dia naik kereta cepat dan dimasukkan ke karantina di sebuah pusat isolasi.
Pihak berwenang mengatakan Zhou tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi. Tetapi hasil tes asam nukleat yang dilakukan pada dirinya menemukan bahwa ia positif pada 28 Maret. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Paru Wuhan.
Zhou adalah satu-satunya infeksi baru yang dilaporkan oleh Komisi Kesehatan Kota Wuhan pada hari Rabu, 1 April 2020.
Pihak berwenang juga melaporkan bahwa ada lima kematian baru dan 173 kasus infeksi yang telah disembuhkan.
Secara global, wabah Covid-19 telah menewaskan lebih dari 42.300 jiwa dan menginfeksi lebih dari 860.000 orang.
Sumber: Siakapkeli.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya