Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Berbulan-bulan di rumah karena pandemi Covid-19 membuat kita sadar, kalau kondisi hunian sangat mempengaruhi mood dan psikologis. Mungkin banyak dari Sahabat Dream yang memimpikan rumah dengan pemandangan laut, gunung, atau perkotaan yang romantis.
Semua orang ingin melihat keluar jendela lalu memandang sesuatu yang indah. Ternyata, penting untuk menghargai gagasan menemukan rumah dengan pemandangan yang bagus.
Ketenangan pribadi bisa dicapai dengan berbagai cara. Bisa dengan dekorasi, warna, kenyamanan, dan pengaturan rumah yang ternyata memainkan peran yang sangat penting.
Dikutip dari Decortips, kita juga harus mempertimbangkan bahwa rumah dengan pemandangan yang indah dapat bermanfaat bagi kesehatan mental. Bangun setiap pagi, melihat keluar jendela dan melihat pemandangan yang menyenangkan adalah hal yang sangat berharga. Ini biasanya dikaitkan dengan rumah yang terletak di pedesaan. Namun, kita juga dapat menikmati pemandangan kota yang indah.
© Dream
Salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli rumah adalah lokasinya. Orientasi dan tata letaknya akan memengaruhi jam cahaya, udara yang dihirup, dan, tentu saja, pemandangan melalui jendela.
Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk mencari area yang lebih luas, di mana udaranya bersirkulasi dan jarak antar bangunan tidak terlalu dekat. Di pedesaan, kita bisa mendapatkan hal ini.
" Rumah dan lingkungan kerja sangat berpengaruh pada perasaan kita, tetapi hal itu sering diabaikan. Di sinilahh lingkungan yang paling sering kita habiskan, jadi wajar saja jika lingkungan itu berdampak pada kita," kata psikolog UW Health, Shilagh Mirgain.
Pemandangan dari rumah dapat memengaruhi secara emosional. Tidak diragukan lagi bahwa pemandangan pegunungan, pedesaan, laut, atau cakrawala kota setiap hari memberi dampak pada psikologis.
Rumah harus menjadi tempat peristirahatan, di mana kita merasa jauh dari stres dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, tak masalah jika Sahabat Dream masih terus mencari rumah yang paling pas dengan pemandangan yang sedap di mata.
© Dream
Dream - Banyak orang bilang kalau penataan rumah merupakan gambaran pemiliknya. Hal ini mungkin ada benarnya. Dalam menata terutama area interior, pemilik rumah pasti mempertimbangkan selera, kenyamanan dan juga kepribadiannya.
Beberapa pilihan interior mungkin sedikit memberitahu bagaimana kecenderungan si pemilik rumah. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan petunjuk. Seperti apa? Sahabat Dream mungkin bisa memperhatikan hal-hal berikut.
1. Tanaman
Tanaman hias yang dipilih bisa 'bercerita' banyak tentang pemilik rumah. Misalnya, pecinta tanaman tropis, seperti lidah buaya atau bunga lili, seringkali bersikap tenang dan luwes, karena dianggap dapat membantu mengurangi stres. Mereka yang menyukai sukulen biasanya sangat mandiri. Bagi penyuka anggrek cenderung tak suka berada di keramaian dan lebih memiliki berkumpul dengan sekelompok kecil orang.
© Dream
Kuantitas dan kualitas peralatan dapur dan makanan juga menunjukkan betapa 'ramahnya' rumah. Ini juga menunjukkan apakah seseorang suka makan bersama atau mengundang banyak orang.
Kulkas yang terisi penuh dengan makanan biasanya dimiliki orang yang impulsif dan ceria. Hal yang juga bisa diperhatikan adalah area kamar mandi. Jika di ruangan ini banyak detail sangat rapi dan bersih maka orang tersebut sangat suka keteraturan.
© Dream
Warna tempat tidur atau seprai yang disukai menunjukkan ciri-ciri tertentu tentang kepribadian. Misalnya, orang yang ceria lebih menyukai warna merah, serta motif garis yang secara tradisional dianggap sebagai simbol pemberontakan.
Orang-orang yang energik dan suka bersenang-senang lebih memilih selimut polkadot, sementara mereka yang percaya diri kerap memilih seprai motif binatang. Untuk yang suka mempertahankan pola geometris menunjukkan bahwa seseorang kerap merasa cemas.
Keteraturan sempurna di kamar tidur akan mengungkapkan bahwa seseorang suka merencanakan segalanya dengan cermat. Jika ada terlalu banyak barang yang tidak perlu di ruang tidur, kemungkinan besar berjiwa sentimental karena tak mau membuang barang yang penuh kenangan.
© Dream
Saat tamu datang ke rumah hal yang kerap jadi perhatian adalah susunan sofa dan kursi di ruang tamu. Jika penataan furnitur berlapis kain memungkinkan orang untuk berkomunikasi dengan nyaman, itu berarti pemilik rumah adalah orang yang suka berkelompok. Sementara jika kursi dibuat seadanya dan jaraknya cukup jauh satu sama lain, pemilik rumah mungkin tak terlalu suka dengan diskusi yang terlalu dekat dan ramai.
Sumber: Brightside
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya