Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Pandemi Covid-19 rupanya tak hanya menjadi tantangan di bidang kesehatan. Lebih dari itu, pandemi juga menjadi tantangan bagi kelestarian lingkungan.
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan, pandemi Covid-19 memicu peningkatan jumlah sampah medis. Limbah medis tersebut berpotensi mencemari lingkungan lantaran tidak dikelola dengan baik.
" Contohnya di Teluk Jakarta banyak ditemukan limbah medis yang berhamburan, padahal Teluk Jakarta adalah satu kawasan untuk program budidaya dan juga program untuk ketahanan pangan, terutama di bidang perikanan," ujar Doni dalam Webinar Nasional " Peduli Limbah Medis" , Senin 15 Februari 2021.
Doni menegaskan, Teluk Jakarta saat ini sudah cukup tercemar. Sementara limbah medis dapat semakin memperbesar tingkat pencemaran di Teluk Jakarta. " Tentu ini tidak kita harapkan," kata Doni.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono, mengatakan, limbah medis sepanjang 2020 telah mencapai 67,8 juta ton. Banyaknya limbah ini dapat merusak ekosistem terumbu karang dan biota laut lainnya.
" Dengan 67,8 juta ton per tahun 2020, dan kalau pandemi ini terus berjalan, maka sampah medisnya akan semakin banyak," kata Dante.
Dia menegaskan perlu upaya komprehensif membuat limbah medis tidak mencemari lingkungan. Karena dampaknya juga bisa menyentuh bidang kesehatan.
" Maka upaya yang harus dilakukan secara komprehensif untuk membuat sampah medis tersebut bisa diupayakan untuk tidak mencemari lingkungan dan tidak membuat kesehatan menurun," kata Dante.
Pengelolaan limbah medis yang belum maksimal terjadi lantaran beberapa faktor. Di antaranya terbatasnya unit pengelolaan yang sesuai ketentuan memicu kasus kasus pembuangan limbah medis seperti alat pelindung diri (APD), bahan habis pakai seperti jarum suntik, masker dan head cap secara sembarangan.
Tak hanya itu, pembuangan masker sekali pakai secara sembarangan di masyarakat juga turut menjadi potensi pencemaran lingkungan. Bahkan bisa memicu oknum tertentu melakukan tindakan tidak bertanggung jawab seperti memperjualbelikan kembali limbah medis tersebut.
" Pengelolaan limbah medis dari fasilitas pengelolaan kesehatan masih menjadi permasalahan," kata Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Vensya Sitohang.
Vensya menilai permasalahan ini menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah, swasta, fasilitas kesehatan dan masyarakat. Dia menegaskan pengelolaan limbah medis harus dilakukan sesuai dengan peraturan.
Lebih lanjut, dia berharap pengelolaan limbah medis dapat dilakukan secara tuntas dengan memaksimalkan peran pemerintah daerah. Sehingga nantinya pengelolaan limbah medis dapat diselesaikan di wilayah masing masing tanpa harus diolah dari wilayah lain.
Laporan: Yuni Puspita Dewi
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya