Saudi Minta Umat Islam Dunia Tunda Perencanaan Haji 2020

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 1 April 2020 13:00
Saudi Minta Umat Islam Dunia Tunda Perencanaan Haji 2020
Sampai ada kejelasan situasi akibat pandemi virus corona.

Dream - Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Muhammad Salih bin Taher Banten, meminta umat Islam untuk menunda perencanaan perjalanan haji 1441 H/2020 M. Setidaknya sampai ada kejelasan mengenai situasi yang terjadi akibat pandemi virus corona, Covid-19.

" Kami telah meminta dunia untuk tidak terburu-buru berkaitan dengan kelompok-kelompok haji sampai masalah epidemi ini selesai, mengingat keselamatan jemaah dan kesehatan masyarakat sebagai prioritas," ujar Salih, dikutip dari Arab News, Rabu 1 April 2020.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Ekhbariya, Salih mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menggelar inspeksi terhadap hotel yang dijadikan lokasi isolasi pasien Covid-19. " Juga memastikan seluruh layanan dan perawatan diberikan kepada jemaah," kata dia.

Penyelenggaraan haji sebagai ritual ibadah tahunan terbesar umat Islam akan berlangsung akhir Juli. Tetapi, terjadi pandemi Covid-19 dan Saudi terpaksa menerapkan lockdown untuk mencegah penyebaran virus.

Kebijakan tersebut menimbulkan pertanyaan apakah hal itu akan diperpanjang atau tidak. Sebab, kebijakan itu dapat berpengaruh terhadap pelaksanaan ibadah haji yang tinggal beberapa bulan lagi.

Kerajaan juga telah menangguhkan sementara aktivitas jemaah umroh sampai pemberitahuan lebih lanjut. Seluruh penerbangan internasional dihentikan tanpa batas waktu yang pasti.

Selain itu, akses keluar masuk sejumlah kota ditutup. Demikian pula yang terjadi di Mekah dan Madinah.

Sejauh ini, Saudi melaporkan ada 10 pasien meninggal akibat Covid-19. Sedangkan kasus positif dilaporkan ada 1.563 pasien.

1 dari 5 halaman

Jemaah Umroh yang Tertahan di Saudi Bisa Pulang, Ini Caranya

Dream - Sejumlah 42 jemaah umroh asal Indonesia masih tertahan di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 39 jemaah menggunakan visa umroh dan tiga lainnya dengan visa ziarah.

Mereka belum bisa pulang karena terdampak kebijakan lockdown yang diberlakukan Saudi sejak 15 Maret 2020. Keberangkatan mereka ke Arab Saudi difasilitasi 11 Penyelenggara Perjalanan Ibadah umroh (PPIU). Pemerintah Saudi siap memulangkan dengan syarat jemaah segera melapor.

Direktur Bina umroh dan Haji Khusus Arfi Hatim sudah meminta PPIU, untuk melaporkan jemaahnya melalui sistem yang disediakan Pemerintah Arab Saudi. 

" Saya sudah minta ke PPIU untuk segera melaporkan jemaah yang masih di Arab Saudi agar diproses pemulangannya," kata Arfi Hatim di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.

Sementara itu, Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali mengatakan, Kementerian Haji dan umroh Arab Saudi sudah menyampaikan kesiapannya untuk memfasilitasi kepulangan jemaah umroh pasca penutupan penerbangan internasional.

Tetapi, fasilitas itu hanya diberikan bagi jemaah umroh yang masuk Arab Saudi pada periode umroh 1441H.

Untuk mendapat fasilitas itu, lanjut Endang, jemaah umroh yang masuk pada periode umroh 1441H harus segera lapor melalui situs Haji Arab Saudi. Setelah membuka situs itu, pilih tab " Overstayed registrations for Mutamers season 1441 H" . 

2 dari 5 halaman

Tidak Termasuk Visa Ziarah dan Turis

Selanjutnya, jemaah isi kolom kewarganegaraan, nomor paspor, kota keberangkatan (Jeddah/Madinah), serta nomor ponsel lokal di Arab Saudi.

" Ini harus segera dilakukan karena batas waktunya hanya sampai 28 Maret 2020 atau dua hari ke depan. Fasilitas ini hanya berlaku bagi WNI dengan visa umroh, tidak termasuk visa ziarah dan visa turis," ucap dia.

Kerajaan Arab Saudi, kata Endang, akan menyediakan pesawat penerbangan ke Indonesia dan pembebasan denda keimigrasian untuk jemaah yang telah melakukan registrasi. 

" Kapan mereka pulang, info seputar waktu dan jadwal penerbangannya akan disampaikan ke nomor HP yang didaftarkan," ucap dia.

" PPIU sudah kami minta untuk segera memfasilitasi pendaftaran jemaahnya," kata dia.

Endang menambahkan, jemaah umroh Indonesia yang masih di Saudi saat ini ditempatkan di sejumlah hotel oleh PPIU yang memberangkatkan. Secara umum kondisinya baik meski mereka berharap bisa segera pulang.

3 dari 5 halaman

Raja Saudi Resmi `Lockdown` Mekah dan Madinah Usai Dua Pasien Corona Meninggal

Dream - Dua kota suci, Mekah dan Madinah, ditutup total untuk sementara waktu. Ini menyusul adanya dua pasien positif terjangkit virus corona Covid-19 di Arab Saudi yang meninggal dunia.

Penutupan ini dijalankan atas perintah dari Raja Saudi, Salman bin Abdul Aziz. Selain Mekah dan Madinah, penutupan juga diberlakukan di Riyadh, dilaporkan kantor berita Arab Saudi, Saudi Press Agency

Informasi yang sama tentang penutupan akses keluar masuk (lockdown) ketiga kota di Arab Saudi juga juga  dilaporkan laman berita ekonomi terkenal dunia, Bloomberg.

Perintah penutupan tersebut dikeluarkan Raja Salman pada Rabu, 25 Maret 2020 malam waktu setempat. Para penduduk di tiga kota tersebut dilarang keluar maupun masuk terhitung mulai hari ini (Kamis, 26 Maret 2020).

Raja Salman juga menyetujui ditutupnya 13 wilayah Kerajaan dari semua pengunjung dari berbagai area. Perpindahan penduduk antarkota maupun antarprovinsi dihentikan.

 

 

4 dari 5 halaman

Berlakukan Jam Malam dari 15.00-06.00

Tak hanya itu, Raja Salman juga memerintahkan pemberlakukan jam malam terhitung mulai Kamis pukul 15.00 hingga 06.00 waktu setempat. Jam malam ini berlaku khususnya di tiga kota tersebut.

Untuk mereka yang melakukan pelanggaran akan dikenai denda sekitar 10 ribu riyal, setara Rp43 juta. Sedangkan bagi mereka yang melakukan pelanggaran jam malam beberapa kali diancam dengan hukuman penjara.

Pemberlakuan jam malam ini dikecualikan untuk pekerja khusus seperti polisi, militer, dan media. Juga untuk petugas layanan medis.

Pada Rabu malam, Saudi melaporkan kasus pertama kematian akibat Covid-19 yaitu dua orang pasien. Keduanya meninggal di Mekah.(Sah)

5 dari 5 halaman

Jemaah Umroh yang Tertahan di Saudi Diminta Ajukan Pembebasan Visa

Dream - Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi mengimbau para jemaah umroh yang tertahan di negaranya segera mengajukan permohonan pembebasan visa.

Langkah itu diperlukan untuk menghindari hukuman akibat masa berlaku visa berakhir. Keputusan tersebut diambil setelah Ditjen Paspor berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

Menurut permohonan bisa diajukan lewat laman kementerian paling lambat 4 Syaban 1441H atau 28 Maret 2020.

Jemaah umroh yang mengajukan permohonan pembebasan akan dibebaskan dari sanksi pidana dan denda jika masa berlaku visanya telah habis.

Otoritas transportasi udara juga mengupayakan penjadwalan ulang perjalanan para jemaah umrah yang hendak meninggalkan Saudi dan pulang ke negaranya masing-masing.

Para jemaah akan mendapatkan informasi terperinci dan jadwal terbang mereka lewat pesan yang dikirimkan otoritas berwenang ke nomor telepon yang mereka daftarkan.

Saudi menerapkan penutupan arus lalu lintas orang menyusul merebaknya virus corona. Kebijakan tersebut membuat banyak jemaah umrah yang terlanjur berada di Saudi tidak bisa keluar untuk pulang ke negaranya.

Beri Komentar