Kondisi Membaik, Pasien di Sulbar Lawan Covid-19 dengan Quran

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 1 April 2020 12:00
Kondisi Membaik, Pasien di Sulbar Lawan Covid-19 dengan Quran
Al-Qur'an merupakan obat penyembuh.

Dream - Kondisi seorang pasien positif virus corona, Covid-19, yang menjalani isolasi di RSUD Regional Sulawesi Barat (Sulbar) semakin membaik.

" Alhamdulillah JH terus mengalami perkembangan, kesehatannya kelihatan membaik. Kemarin sore saya sempat saling sapa dengan dia lewat jendela," kata Direktur RSUD Sulawesi Barat, dr Indahwati Nursyamsi, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 1 April 2020.

Menurut Indahwati, para perawat kagum dengan kondisi kesehatan JH. Selama dikarantina, tamba dia, JH terus melantunkan ayat suci Alqur'an dan mengerjakan sholat.

" Benar Alqur'an adalah asysyifa' obat penyembuh, cerita para perawat kepada saya," ujar Indahwati.

Indahwati mengatakan, ayat suci Alquran yang dilantunkan JH memberikan ketenangan dan semangat bagi para tenaga medis yang bertugas dalam penanganan virus corona Covid-19 ini.

Oleh sebab itu, dia berharap, agar semua pihak mendoakan kesembuhan JH. " Mari kita bersama-sama mendoakan kesembuhan untuk JH, karena saat ini kondisinya semakin membaik," ucap dia.

1 dari 5 halaman

Bukan Aib

Berdasarkan informasi yang dihimpun, JH merupakan santriwati di salah satu pondok pesantren di Kota Bogor, Jawa Barat. Ia adalah seorang penghafal Alqur'an (Hafizah) dan sekarang telah berhasil menyelesaikan hafalannya 30 juz. Atas prestasinya itu, dia telah dihadiahi paket ibadah umroh.

Ketua DPRD Sulawesi Barat, Sitti Suraidah Suhardi, meminta masyarakat tidak menganggap pasien yang terjangkit virus corona, Covid-19 sebagai sebuah aib. Sebab, penyakit itu merupakan cobaan dari Allah.

" Jangan mengucilkan atau membuat adik kita ini sedih dengan penyakitnya, tapi kita mendoakan untuk kesembuhannya, agar dia segera baik dan segera pulih kesehatannya," ujar dia.

Sumber: Liputan6.com/Abdul Rajab Umar

2 dari 5 halaman

Jalani Isolasi, Jemaah Tabligh Pasien Covid-19 Dzikir, Sholat, Baca Alquran

Dream - Menurut Johns Hopkins Coronavirus Resource Center, jumlah orang yang menderita Covid-19 di Malaysia hingga Selasa, 31 Maret 2020, mencapai lebih dari 2.000 orang.

Dari jumlah tersebut, kebanyakan yang positif Covid-19 'disumbang' oleh jemaah tabligh akbar di Masjid Petaling Petaling, Kuala Lumpur, yang digelar dari 28 Februari hingga 1 Maret 2020.

Dilaporkan sebanyak 16.000 peserta mengikuti tabligh akbar tersebut, yang terdiri dari 14.500 warga Malaysia dan 1.500 jemaah asing dari 25 negara.

Setiap hari, pemerintah Malaysia mengimbau jemaah tabligh akbar akan bersedia melakukan tes cepat untuk mengetahui apakah mereka positif Covid-19.

Namun, hanya sedikit yang bersedia datang melakukan tes cepat Covid-19 sehingga mereka mendapat kecaman dari netizen Malaysia.

3 dari 5 halaman

Seperti Berada di Masjid

Tetapi di balik pandangan negatif dan kata-kata tidak enak yang dilontarkan kepada jemaah tabligh, seorang perawat berbagi pengalamannya saat merawat salah satu dari mereka yang dinyatakan positif Covid-19.

Melalui pesan WhastApp yang menjadi viral, perawat tersebut menggambarkan suasana ruang isolasi yang berisi para jemaah tabligh akbar.

" Ketika memasuki ruang isolasi, seperti berada di masjid. Kebanyakan memakai jubah, ada yang berkopiah dan berserban. Semuanya tersenyum.

" Ada juga yang memakai tongkat seperti Tuan Guru (almarhum Datuk Seri) Nik Aziz, ada yang seperti ayah kita, kakek kita.

" Sedih, sampai menitikkan air mata. Tidak sadar bahwa di dalam ruang isolasi itu berisi pasien Covid-19 yang semuanya punya ilmu agama yang tinggi," katanya.

4 dari 5 halaman

Bicara dengan Suara Lembut

Bahkan, perawat itu menggambarkan jemaah tabligh yang menjadi pasien positif Covid-19 di ruang isolasi mampu membuat senang para petugas medis yang bekerja di garis depan melawan virus corona.

" Tidak ada wajah mengkerut, tidak ada yang marah-marah. Semua orang berbicara dengan lembut.

" Di tangan masing-masing ada yang pegang tasbih atau Alquran. Ada yang sholat berjemaah, sholat sunnah, atau berdzikir.

" Jika azan, suara mereka sangat lembut dan merdu. Benar-benar menyentuh kalbu," kata perawat itu mengungkapkan perasaannya.

5 dari 5 halaman

Selalu Menawarkan Bantuan

Menurut perawat itu, dia juga tersentuh ketika beberapa dari jemaah tabligh menawarkan bantuan dalam keadaan darurat seperti itu.

" Mereka selalu bertanya 'Apa lagi yang bisa kami bantu'. Kadang-kadang kami berpikir kenapa Allah tidak menggantikan orang-orang jahat di dunia ini dengan mereka.

" Tapi mau bagaimana lagi, Allah lebih mengetahui tentang orang-orang beragama yang beriman selalu diuji," tambahnya.

Meskipun lelah merawat 30 pasien, perawat itu lebih bersimpati kepada pasien Covid-19 dari kelompok jemaah tabligh akbar ini.

" Kami memang lelah, tapi rasa simpati dan kasihan kami lebih tinggi. Mereka sama sekali tidak menyusahkan kami. Semuanya sangat baik-baik. Jadi, berhenti kecam mereka setelah ini," katanya.

Sumber: MStar.com.my

Beri Komentar