Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Soufi Dan Malath (Al Arabiya)
Dream - Bulan madu bukanlah perkara wajib untuk pasangan yang baru saja menikah. Saat-saat bahagia itu ternyata bisa diisi dengan kegiatan sosial. Membuat orang-orang di sekitar ikut merasakan kebahagiaan.
Itulah yang dilakukan oleh pasangan asal Irak, Mustafa al-Soufi dan Alla Malath. Pasangan ini melewatkan bulan madu mereka dengan beramal, menyalurkan bantuan untuk 225 keluarga pengungsi dari Provinsi Anbar.
Pasangan ini telah berpacaran selama lima tahun. Soufi yang merupakan dokter hewan memutuskan untuk menikahi Malath --yang merupakan guru biologi-- pada Jumat 9 Oktober 2015.
Di hari bahagia itu, mereka merasa prihatin dengan masyarakat di sekitar yang harus tidur di pengungsian karena konflik bersenjata. Sehingga mereka memutuskan memberikan sumbangan daripada memakai uang mereka untuk menggelar pesat pernikahan dan berbulan madu.
“ Bantuan pertama terdiri dari selimut musim dingin dan susu formula untuk bayi,” kata Soufi, sebagaimana dikutip Dream dari laman Al Arabiya, Senin 12 Oktober 2015. Setiap bayi mendapat 24 botol susu.
Keluarga pengungsi itu saat ini menghuni tenda-tenda pengungsi di Distrik Ghazaliya, Baghdad. Kondisinya sangatlah buruk. Mereka hanya tidur beralas tikar seadanya. Sejumlah keluarga bahkan sudah tak memiliki harta benda. Kekayaan mereka hanyalah tubuh kurus kering dan pakaian yang melekat saja.
“ Hampir semua bantuan kami berikan sendiri, kami takut penghuni kamp tidak menerima bantuan itu,” tambah dia.
Soufi dan Malath enggan menyebut berapa dana yang mereka pakai untuk kegiatan sosial ini. Mereka hanya menyebut bahwa santunan itu mereka beli dari seluruh biaya pernikahan. (Ism) Baca Juga: Pria `Buta` Uji Kejujuran si Kaya dan si Miskin Jual Donat di Kampus, Mahasiswa Ini Raup Untung Jutaan Anak Tukang Sampah Bikin Haru Jagat Sosmed Entrepreneur Sukses, Ubah Bisnis Rp 4 Juta Jadi Rp 850 M Cerita Perjuangan Penjual Parfum Rintis Maskapai Halal Cerita Perjuangan Penjual Parfum Rintis Maskapai Halal Kisah Gisele Marie, Muslimah Bercadar Gitaris Band Metal Hijaber Indonesia Jadi Jawara Kontes Musik Jepang Penyesalan Gubernur Aher Luput Perhatikan Hafiz Cilik Nasehat Sahabat Nabi Ini Bikin Rezeki Lancar
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
