Tiga Masakan Daerah Sambut Jemaah Haji di Tanah Suci

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 19 Juni 2019 14:02
Tiga Masakan Daerah Sambut Jemaah Haji di Tanah Suci
Kami mengupayakan cita rasa makanan dapat mendekati rasa makanan yang ada di Indonesia.

Dream - Jemaah haji Indonesia akan mendapat masakan khas daerah asal sebanyak tiga kali selama sepekan. Menu-menu itu bakal diberikan tiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.

" Ini menyesuaikan dengan kebijakan akomodasi penempatan jemaah yang menggunakan sistem zonasi," kata Kasubdit Katering Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Abdullah di laman resmi Kemenag, Rabu, 19 Juni 2019.

Menu daerah apa saja yang bakal memanjakan lidah jemaah haji Indonesia? Antara lain rawon bagi jemaah dari embarkasi Surabaya, soto betawi untuk jemaah embarkasi Jakarta, hingga ikan pindang untuk jemaah dari Sumatera.

" Meskipun mungkin belum sempurna, kami mengupayakan cita rasa makanan dapat mendekati rasa makanan yang ada di Indonesia," ujar dia. (ism)

1 dari 8 halaman

Rumus Menu

Sementara itu, kata Abdullah, khusus di Mekah, para penyedia katering pun telah berkomitmen akan menyajikan menu tambahan bubur kacang hijau usai sholat Jumat.

" Jadi bagi jemaah yang misalnya tinggal di Mekah selama 20 hari, maka paling tidak, dia minimal dapat menikmati bubur kacang hijau sebanyak dua kali," kata dia.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis, menambahkan selain menu masakan zonasi, Kemenag juga menyiapkan rumus 2,3,4, dan 5.

" Rumusan 2,3,4, dan 5 pada penyusunan menu katering, adalah hasil masukan jemaah pada survei indeks kepuasan di tahun lalu," kata Sri Ilham.

Rumusan itu ialah dua kali menu telur, tiga kali menu daging, empat kali menu ayam, dan lima kali menu ikan.  (ism)

2 dari 8 halaman

Masih Ada Sisa Kuota Haji, Kemenag Buka Pelunasan BPIH Tahap IV

Dream - Kuota haji tahun ini masih tersisa. Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan kembali membuka pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang kali ini memasuki tahap IV.

Hingga pelunasan BPIH tahap III, Kemenag melaporkan masih ada sisa kuota haji yang belum terisi.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis, mengatakan, pelunasan kuota tahap III berlangsung pada 22-29 Mei 2019. Tahap tersebut dibuka untuk mengisi kuota tambahan sebanyak 10 ribu jemaah haji.

Tetapi, sampai batas waktu pelunasan tahap III ditutup, masih ada sisa kuota yang belum terisi. Jumlahnya mencapai 575 jemaah haji.

" Sedangkan jemaah haji cadangan juga dibutuhkan untuk menggantikan jemaah haji lunas yang menunda keberangkatan. Oleh karena itu akan dilakukan pelunasan BPIH tahap IV dalam waktu dekat," ujar Muhajirin dikutip dari Kemenag.go.id.

Meski demikian, Muhajirin tidak menyebutkan batas waktu berakhirnya pelunasan tahap IV.

3 dari 8 halaman

Syarat Berhak Lunas

Kepala Sub Direktorat Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler, M Khanif, menyatakan sudah mengirimkan surat edaran kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama di semua provinsi terkait pelunasan BPIH tahap IV ini. Dalam surat edaran itu dijelaskan mengenai kriteria jemaah haji yang berhak melunasi BPIH pada tahap ke IV.

Berikut kriteria calon jemaah haji yang berhak melunasi BPIH tahap IV:

1. Jemaah haji yang mengalami kegagalan pembayaran pada tiga tahapan pelunasan sebelumnya;

2. Jemaah haji lanjut usia minimal 75 tahun beserta pendamping;

3. Nomor porsi berikutnya dalam urutan provinsi dan kabupaten/kota;

4. Nomor porsi berikutnya yang berstatus sebagai cadangan sebanyak 10 persen dari sisa kuota tambahan pada masing-masing provinsi berdasarkan data base SISKOHAT yang belum pernah berhaji dan telah berusia 18 tahun atau sudah menikah.

4 dari 8 halaman

Sebaran Sisa Kuota

Lebih lanjut, Khanif menjelaskan, selain untuk mengisi kuota cadangan, pelunasan BPIH tahap IV ini juga dibuka untuk para calon jemaah haji cadangan. Sehingga total antara kuota tambahan dan cadangan menjadi 1.285 jemaah yang tersebar di 25 provinsi.

" Pelunasan BPIH tahap IV nantinya untuk 1.285 jemaah. Sisa kuota sebanyak 575, dan jemaah haji cadangan sebanyak 710 orang," kata Khanif.

Berikut Data sisa kuota pelunasan BPIH tahap IV:

1. DKI Jakarta: sisa kuota 198 orang, jemaah haji cadangan 35 orang, jumlah 233 orang;

2. Jambi: sisa kuota 54 orang, jemaah haji cadangan 35 orang, jumlah 89 orang;

3. Sulawesi Barat: sisa kuota 36 orang, jemaah haji cadangan 37 orang, jumlah 73 orang;

4. Kalimantan Timur: sisa kuota 34 orang, jemaah haji cadangan 25 orang, jumlah 59 orang;

5. DI Yogyakarta: sisa kuota 32 orang, jemaah haji cadangan 38 orang, jumlah 70 orang;

6. Sumatera Barat: sisa kuota 31 orang, jemaah haji cadangan 38 orang, jumlah 69 orang;

7. Nusa Tenggara Barat: sisa kuota 30 orang, jemaah haji cadangan 40 orang, jumlah 70 orang;

8. Kalimantan Barat: sisa kuota 28 orang, jemaah haji cadangan 24 orang, jumlah 52 orang;

9. Bengkulu: sisa kuota 22 orang, jemaah haji cadangan 30 orang, jumlah 52 orang;

10. Kalimantan Selatan: sisa kuota 22 orang, jemaah haji cadangan 32 orang, jumlah 54 orang;

11. Sulawesi Tengah: sisa kuota 19 orang, jemaah haji cadangan 25 orang, jumlah 44 orang;

12. Lampung: sisa kuota 18 orang, jemaah haji cadangan 28 orang, jumlah 46 orang;

13. Kepulauan Riau: sisa kuota 15 orang, jemaah haji cadangan 21 orang, jumlah 36 orang;

14. Kalimantan Tengah: sisa kuota 13 orang, jemaah haji cadangan 30 orang, jumlah 43 orang;

15. Aceh: sisa kuota 11 orang, jemaah haji cadangan 26 orang, jumlah 37 orang;

16. Sulawesi Utara: sisa kuota 5 orang, jemaah haji cadangan 17 orang, jumlah 22 orang;

17. Banten: sisa kuota 4 orang, jemaah haji cadangan 33 orang, jumlah 37 orang;

18. Gorontalo: sisa kuota 2 orang, jemaah haji cadangan 20 orang, jumlah 22 orang;

19. Bali: sisa kuota 1 orang, jemaah haji cadangan 35 orang, jumlah 36 orang;

20. Bangka Belitung: jemaah haji cadangan 19 orang;

21. Sumatera Utara: jemaah haji cadangan 18 orang;

22. Maluku Utara: jemaah haji cadangan 24 orang;

23. Nusa Tenggara Timur: jemaah haji cadangan 30 orang;

24. Papua: jemaah haji cadangan 32 orang; dan

25. Maluku: jemaah haji cadangan 18 orang.

5 dari 8 halaman

Agar Jemaah Haji Tak Alami `Gangguan Jiwa` Setibanya di Saudi

Dream - Tak kurang dari satu bulan, jemaah haji Indonesia akan berangkat ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan.

Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Farid Moeloek mengingatkan, kondisi kejiwaan juga penting untuk dijaga agar tidak mengalami gangguan ketika tiba di Tanah Suci.

" Dehidrasi, itu juga bisa menyebabkan keganggu ke otaknya atau juga ke gangguan fisiknya yang lain, hal-hal yang lain kita perhatikan," ujar Nila di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019.

Selain dehidrasi, faktor lain yang menyebabkan jemaah haji mengalami gangguan jiwa karena terlalu merasa takjub atau gembira ketika melihat Kabah, Masjidil Haram dan tempat suci lainnya di Arab Saudi.

" Mereka excited, kemudian perbedaan budaya. Excited itu saya kira (jadi faktor utama), jadi mereka begitu kadang-kadang sampai di Tanah Suci jadi hilang kontrol," ucap dia.

Untuk itu, Nila berpesan kepada para jemaah haji untuk senantiasa menjaga emosi dan perasaan. Sehingga, tidak memicu gangguan jiwa.

" Jadi itu sangat disayangkan, kalau bisa jangan sampai terjadi tapi kami mencoba meng-handle," kata dia.

Pada musim haji 2018, ada 47 jemaah haji yang mengalami gangguan jiwa berat dan harus mendapat perawatan.

" Mereka dirawat di sana (Arab Saudi). Diberi obat supaya tenang, karena dia kan ngamuk," kata Nila. (ism)

6 dari 8 halaman

Ingin Berhaji, Dua Orang Ini Bersepeda ke Mekah Saat Ramadan

Dream - Aksi luar biasa dilakukan dua Muslim asal India, Muhammed Saleem dan Rizwan Ahmad Khan. Mengejar waktu haji pada 25 Juli, dua sahabat ini mulai bersepeda dari negaranya menuju Mekah, Arab Saudi.

Saat ini, Rizwan dan Saleem telah mencapai Uni Emirate Arab (UEA). Sudah selama enam bulan, Rizwan dan Saleem bersepeda.

Dikutip dari India Times, Minggu 26 Mei 2019, tantangan jarak kini semakin bertambah. Rizwan dan Saleem harus bersepeda di bawah terik panas matahari saat Ramadan.

Tantangan semakin bertambah ketika sepeda milik Saleem sempat menghilang.

" Hilang di atas kapal feri dari Bandar Abbas ke UEA. Aku sedikit frustrasi karena waktu itu hari pertama puasa dan cuacanya sangat panas," kata Saleem.

Dari perhitungan, Salem dan Rizwan telah menempuh sekitar 1.300 kilometer dari India. Awalnya, dua petualang ini ingin menempuh rute perjalanan, India, Pakistan, Iran, Iraq, Kuwait, dan Arab Saudi.

7 dari 8 halaman

Dua Pria Kebumen Berhaji Naik Sepeda Onthel

Dream - Melengkapi rukun Islam kelima yaitu berhaji kerap menjadi mimpi banyak warga Indonesia. Demi mewujudkan mimpi itu, dua warga Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Khudori dan Nuruddin, memutuskan pergi ke Tanah Suci menggunakan sepeda onthel.

Untuk melengkapi dokumen imigrasi, Khudori dan Nuruddin mengayuh sepeda ke Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap yang jaraknya lebih dari 50 kilometer.

Sejak jauh hari, dua pria Kebumen ini telah mengurus paspor dan visa di Kantor Imigrasi Cilacap.

" Sudah, Pak. Yang bersangkutan sudah mengurus dokumen perjalanan Republik Indonesia di Imigrasi Cilacap Desember 2017," kata Kepala Sub-Seksi Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Cilacap, Ade Septiany, diakses Dream dari Liputan6, Jumat, 4 Mei 2018.

Dalam dokumen yang diberikan, tercatat mereka akan melakukan ibadah haji. Selain itu tercantum pula keterangan mengenai persinggahan mereka di negara-negara lain.

Tapi, tak disebut negara-negara yang akan menjadi persinggahan Khudori dan Nuruddin.

Mendengar kabar itu, Kepala Seksi Haji Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen Darsun angkat bicara. Darsun mengaku tak mengetahui rencana keberangkatan Khudori dan Nuruddin ke Arab Suci.

Sementara itu Seksi Perencanaan Kemenag Kebumen Tauhid Alamsyah pun tak mengetahui kapan pastinya kedua orang itu berangkat.

" Iya, itu kalau di dokumen Kemenag tidak ada, Mas. Pribadi itu ya. Kemarin kita juga tidak tahu, kita juga mencocokkan nama itu juga tidak ada," kata Alamsyah.

Simak kisah selengkapnya Khudori dan Nuruddin di tautan ini.

8 dari 8 halaman

Ayah Bersepeda 350 Km Cilacap-Ponorogo Demi Wisuda Sang Putri

Dream - Seorang pria asal Cilacap, Jawa Tengah, rela menempuh perjalanan jauh ke Ponorogo, Jawa Timur. Bukan dengan motor maupun mobil atau angkutan umum melainkan dengan sepeda.

Muhammad Juni mengayuh sepedanya untuk bisa menghadiri wisuda putri tercintanya, Nur Anisa, di Universitas Gontor Darussalam. Dia ingin usahanya bisa datang ke Ponorogo menjadi motivasi bagi sang anak untuk tidak mudah menyerah.

" Saya sengaja mengayuh sepeda tiga hari tiga malam biar anak saya tidak putus asa dalam menggapai cita-cita," ujar Juni, dikutip dari jatimnow.com, Jumat 27 Juli 2018.

Jarak Cilacap dan Ponorogo mencapai 360 kilometer. Pria berusia 54 tahun itu mengaku perjalanannya tidak mudah.

Ada banyak kendala yang dia alami selama bersepeda. Beberapa di antaranya seperti ban pecah dan tiupan angin kencang.

" Ban pecah itu berkali-kali. Juga angin lagi kencang-kencangnya," kata Juni.

Melihat perjuangan sang ayah demi bisa melihatnya memakai toga, Nur merasa bangga. Dia merasa sang sudah melakukan yang terbaik untuknya.

" Padahal saya belum bisa memberikan apa-apa," kata Nur.

Nur merasa semakin bersemangat untuk menjadi pribadi lebih baik lagi. Dia berniat mengabdikan ilmu yang didapat dari perguruan tinggi di lingkungan pesantren modern itu kepada masyarakat.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna