Update Corona 14 Mei 2020: Pasien Positif Tembus 16 Ribu, Sulsel Nol Kasus Baru

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 14 Mei 2020 16:38
Update Corona 14 Mei 2020: Pasien Positif Tembus 16 Ribu, Sulsel Nol Kasus Baru
Proses pemeriksaan di Sulsel kini bisa dilakukan dengan cepat tanpa perlu lagi ke Makassar.

Dream - Achmad Yurianto melaporkan data terbaru penanganan Covid-19 di Indonesia. Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 ini mengatakan saat ini pemeriksaan kasus Covid-19 dijalankan dengan dua cara yaitu real time PCR serta Tes Cepat Molekuler (TCM) dengan menggunakan mesin TCM TB.

Yurianto mengatakan sudah ada 173.690 spesimen yang telah diperiksa menggunakan dua cara tersebut. Khusus dari pemeriksaan TCM, ada 719 spesimen terperiksa.

" Hasil yang kita dapatkan hari ini, maka positif konfirmasi kita dapatkan 568 orang sehingga totalnya menjadi 16.006 orang," ujar Yurianto.

Kasus sembuh, kata dia, meningkat sebanyak 231 orang menjadi 3.518 orang. Sedangkan angka kematian bertambah 15 pasien menjadi 1.043 jiwa.

Akumulasi Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini sebanyak 258.639 orang. Sebagian besar kasus dinyatakan telah selesai dipantau di tiap provinsi.

" Sudah tidak dalam status ODP, tapi ini angka akumulatif," kata dia.

Sedangkan akumulasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini sebanyak 33.672 orang.

" Sebagian PDP ini sudah selesai karena terkonfirmasi positif maka masuk dalam kasus positif dan terkonfirmasi negatif maka dia tidak akan masuk kasus PDP lagi," terang Yurianto.

 

1 dari 5 halaman

Sulsel Tidak Punya Kasus Baru Sejak Kemarin

Selanjutnya, Yurianto menyinggung soal peningkatan tajam kasus yang terjadi di daerah. Khususnya daerah dengan gap pemeriksaan cukup jauh maka mengalami peningkatan kasus dengan cepat.

Dia mencontohkan Provinsi Sulawesi Selatan yang kemarin mencatatkan kenaikan kasus harian cukup tinggi mencapai 91 orang. Ini terjadi karena pemeriksaan terhadap spesimen bisa dilakukan di lokasi menggunakan mesin TCM sehingga tidak perlu lagi dikirim ke Makassar.

" Sekarang sudah bisa diperiksa sendiri sehingga sekarang tidak ada penambahan karena seluruhnya sudah diperiksa kemarin," kata dia.

2 dari 5 halaman

Update Corona 13 Mei 2020: Kasus Positif Melonjak Tinggi, Tembus 15.438 Orang

Dream - Data terkini penanganan Covid-19 menunjukkan lonjakan yang cukup tinggi. Per hari ini, Rabu, 13 Mei 2020, kasus positif sudah melewati angka 15 ribu.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan pihaknya terus meningkatkan kapasitas pemeriksaan baik menggunakan real time PCR maupun Tes Cepat Molekuler.

Bahkan, pemeriksaan juga dilakukan dengan menggunakan mesin viral load PCR yang dulunya dipakai untuk pengujian HIV/AIDS.

" Kemarin kami sudah melihat datanya, di DKI untuk viral load PCR HIV sudah mampu melaksanakan 2.592 tes di dua rumah sakit. DIY kita tambahkan 480 tes, di Jawa Tiur 768 tes, NTT di Kota Kupang sudah kita tambahkan 480 tes, di Papua kita tambahkan 1.440 tes," kata Yurianto.

Jumlah spesimen yang telah diperiksa sebanyak 169.195 spesimen dari 123.572 orang. Jumlah ini didapat dari pemeriksaan baik menggunakan real time PCR maupun TCM.

" Dari kondisi ini, kita mendapatkan kasus positif totalnya hari ini 15.438, kemudian jumlah negatif 108.134," kata dia.

 

3 dari 5 halaman

Rinciannya

Yurianto kemudian merinci penambahan data kasus corona dalam 24 jam terakhir.

Menurut dia, sejak Selasa, 12 Mei hingga hari ini pukul 12.00 WIB, terjadi peningkatan kasus positif terkonfirmasi dengan jumlah cukup signifikan mencapai 689 orang sehingga akumulasinya menjadi 15.438 orang.

" Kasus sembuh meningkat dengan 224 orang sehingga totalnya sebanyak 3.287 orang. Kasus meninggal meningkat 21 orang sehingga totalnya menjadi 1.028 orang," ucap Yurianto.

Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sejak Maret hingga sekarang mencapai 256.299 orang dengan sebagian besar sudah dinyatakan sehat. Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 33.042 pasien.

" Inilah data-data kita dapatkan yang masih kita yakini kasus penularan di masyarakat masih terjadi," terang Yurianto.

4 dari 5 halaman

BNPB Ingatkan Jangan Panik Kasus Positif Corona Naik Pekan Depan

Dream - Pelaksana Tugas Deputi 2 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dody Ruswandi meminta masyarakat tidak kaget atau panik jika kasus positif infeksi virus corona naik cukup signifikan pekan depan. Menurut dia, hal ini bisa terjadi disebabkan adaya kenaikan kapasitas pengujian spesimen.

" Sebenarnya memang di daerah ini harapannya hasil positif itu memang kita targetkan untuk naik. Kenapa? Karena memang kemarin itu kita seharusnya kita itu ditargetkan bisa 10 ribu testing per hari oleh Pak Presiden," kata Dody, dikutip dari Liputan6.com.

Dody menjelaskan kenaikan jumlah kasus positif corona dilakukan agar pandemi ini dapat segera terselesaikan. Diaa juga memprediksi akan terjadi kenaikan kasus hingga 40 ribu kasus Covid-19.

" Sehingga nanti mungkin jangan kaget bapak ibu bahwa minggu depan itu akan cenderung banyak naiknya. Secara teknis memang harus begitu, karena supaya kita bisa mempercepat selesainya Covid ini, memang jumlah testing harus kita naikkan," terang Dody.

Dody menambahkan kenaikan kasus tidak akan bedampak langsung pada jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit. Sebab, sejauh ini pasien yang dirawat hanya mereka yang memiliki sakit berat kemudian meninggal dunia.

" Tetapi kalau nanti mereka naik, ini kan memang tidak ada hubungan langsung testing dengan yang di rumah sakit. Yang kita jaga adalah justru yang meninggal, yang meninggal ini memang secara statistik di Indonesia itu memang sampai 6-7 persen itu yang kritis dari semua yang positif," ujar Dody.

 

5 dari 5 halaman

Covid-19 di Jabodetabek Mulai Dapat Dikendalikan

Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta sudah mulai dapat dikendalikan. Ini didasarkan pada hasil pemantauan terhadap 12 rumah sakit di Jakarta yang merawat pasien Covid-19.

" Di Jakarta sendiri, di DKI di Jabodetabek itu 12 prioritas RS itu sekarang memang sudah mulai terkendali, tidak penuh lagi pasien-pasien Covidnya," ucap Dody.

Sementara itu, diprediksikan jumlah kasus positif di daerah bakal mengalami kenaikan. Maka pemerintah daerah perlu memperkuat kapasitas layanan kesehatan seperti ketersediaan rumah sakit untuk merawat pasien.

" Karena di daerah kemampuan testing ini akan ditingkatkan, kecenderungan sekarang nanti harus meningkatkan juga kapasitas RS di daerah. Dan saat ini sedang berlangsung di beberapa daerah, BNPB dengan Kementerian PU meningkatkan fasilitas-fasilitas untuk RS darurat, di mana ada yang kita relokasi baru, ada yang menyiapkan RS-RS darurat dari gedung-gedung ataupun tempat-tempat yang tidak dipakai," tandas Dody.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar