Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Instagram @luhut.pandjaitan)
Dream - Indonesia mencatatkan kenaikan kasus harian sangat tinggi dalam beberapa terakhir. Data terkini, jumlah kasus harian per Rabu, 14 Juli 2021, mencapai 54.517 kasus.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan kenaikan kasus Covid-19 saat ini didominasi varian Delta dari India. Varian ini menyebar di hampir seluruh Pulau Jawa.
" Peningkatan kasus Covid-19 ini didominasi varian Delta, kalau kita lihat hampir semua sekarang di Jawa ini," ujar Luhut dalam konferensi pers disiarkan kanal Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Luhut mengatakan varian Delta memiliki kemampuan penularan jauh lebih cepat dibandingkan varian Alpha dan tidak mudah dihadapi. Tingkat penularannya bahkan 6 kali lebih cepat dari Alpha.
" Jadi kita menghadapi musuh yang beda, ya tentu kita dengan segala resources yang ada, kita hadapi tapi tadi, tidak mudah," kata Luhut.
Luhut juga telah mempelajari sejumlah studi mengenai varian Delta dari seluruh dunia. Sebagian besar hasil studi itu menyimpulkan kemampuan varian Delta yang jauh lebih dahsyat hingga dapat menurunkan tingkat efikasi vaksin.
" Varian Delta ini mampu menurunkan efikasi dari seluruh jenis vaksin," kata Luhut.
Dari data yang dia terima, Luhut mengatakan sejumlah vaksin yang sempat diklaim manjur untuk Covid-19 ternyata melemah ketika mengatasi varian Delta. Bahkan sekelas Pfizer yang diklaim paling ampuh.
" Orang bilang vaksin Pfizer yang paling hebat itu, di Israel itu dia turun tajam, AstraZeneca, Moderna, you name it," kata dia.
Lebih lanjut, Luhut kembali mengingatkan masyarakat untuk terus waspada dengan varian Delta ini. Bukan tidak mungkin akan muncul varian virus lain.
" Ini saya mengingatkan ini baru varian Delta, apa mungkin ada varian lain, we never know (kita tak pernah tahu)," terang Luhut.
Dream - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menjelaskan Pemerintah saat ini menjalankan skenario terburuk dalam penanganan Covid-19. Ini menyusul terjadinya penambahan kasus yang sudah melampaui level 50 ribu dalam sehari
" Kami sudah masuk pada worst case scenario (skenario terburuk) yang sudah kami duga, kita akan naik di atas," ujar Luhut dalam konferensi pers, disiarkan kanal Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Luhut mengatakan data terkini penambahan kasus Covid-19 harian sudah berada di level 54.517. Angka ini merupakan yang tertinggi selama terjadinya pandemi.
" Kita berharap jangan lebih dari 60 ribu karena itu nanti mesti ada perkiraan lain lagi," kata dia.
Untuk mengantisipasi semakin meningginya kasus harian, sejumlah langkah telah disiapkan Pemerintah. Seperti meningkatkan capaian vaksinasi harian.
" Indonesia telah mengamankan stok vaksin sebesar 480,7 juta. Jadi kita basically nggak ada masalah," kata Luhut.
Luhut mengakui capaian vaksinasi harian masih fluktuatif. Terkadang jumlah dosis yang sudah disuntikkan bisa di atas target 1 juta per hari namun juga bisa di bawahnya.
" Jadi kita masih ingin supaya bisa 31 juta disuntikkan," kata dia.
Selain itu, Pemerintah juga menambah jumlah tempat tidur di sejumlah rumah sakit. Termasuk pula mendirikan rumah sakit darurat serta penyiapan fasilitas isolasi terpusat dengan memanfaatkan gedung milik institusi pemerintahan dan negara.
Tak hanya itu, jumlah tenaga kesehatan terus ditambah. Baik itu perawat maupun dokter.
Lebih lanjut, Luhut menyatakan Pemerintah cukup siap menghadapi lonjakan kasus tinggi mencapai 60 ribu dalam sehari. Skenario yang disiapkan pemerintah masih cukup baik dalam mengatasi lonjakan.
" Kita tidak berharap, mungkin sampai ke 100 ribu, tapi itupun kami sudah rancang sekarang kalaupun sampai terjadi ke sana," kata Luhut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya