Luhut Sebut Varian Delta Kurangi Efikasi Semua Jenis Vaksin

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 15 Juli 2021 13:53
Luhut Sebut Varian Delta Kurangi Efikasi Semua Jenis Vaksin
Luhut menunjukkan bukti kondisi di Israel, kemanjuran vaksin Pfizer mengalami penurunan cukup drastis.

Dream - Indonesia mencatatkan kenaikan kasus harian sangat tinggi dalam beberapa terakhir. Data terkini, jumlah kasus harian per Rabu, 14 Juli 2021, mencapai 54.517 kasus.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan kenaikan kasus Covid-19 saat ini didominasi varian Delta dari India. Varian ini menyebar di hampir seluruh Pulau Jawa.

" Peningkatan kasus Covid-19 ini didominasi varian Delta, kalau kita lihat hampir semua sekarang di Jawa ini," ujar Luhut dalam konferensi pers disiarkan kanal Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Luhut mengatakan varian Delta memiliki kemampuan penularan jauh lebih cepat dibandingkan varian Alpha dan tidak mudah dihadapi. Tingkat penularannya bahkan 6 kali lebih cepat dari Alpha.

" Jadi kita menghadapi musuh yang beda, ya tentu kita dengan segala resources yang ada, kita hadapi tapi tadi, tidak mudah," kata Luhut.

Luhut juga telah mempelajari sejumlah studi mengenai varian Delta dari seluruh dunia. Sebagian besar hasil studi itu menyimpulkan kemampuan varian Delta yang jauh lebih dahsyat hingga dapat menurunkan tingkat efikasi vaksin.

" Varian Delta ini mampu menurunkan efikasi dari seluruh jenis vaksin," kata Luhut.

1 dari 4 halaman

Sejumlah Vaksin Jadi Kurang Ampuh

Dari data yang dia terima, Luhut mengatakan sejumlah vaksin yang sempat diklaim manjur untuk Covid-19 ternyata melemah ketika mengatasi varian Delta. Bahkan sekelas Pfizer yang diklaim paling ampuh.

" Orang bilang vaksin Pfizer yang paling hebat itu, di Israel itu dia turun tajam, AstraZeneca, Moderna, you name it," kata dia.

Lebih lanjut, Luhut kembali mengingatkan masyarakat untuk terus waspada dengan varian Delta ini. Bukan tidak mungkin akan muncul varian virus lain.

" Ini saya mengingatkan ini baru varian Delta, apa mungkin ada varian lain, we never know (kita tak pernah tahu)," terang Luhut.

2 dari 4 halaman

Luhut: Kita Sudah Masuk Skenario Terburuk, Antisipasi 100 Ribu Kasus Sehari

Dream - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menjelaskan Pemerintah saat ini menjalankan skenario terburuk dalam penanganan Covid-19. Ini menyusul terjadinya penambahan kasus yang sudah melampaui level 50 ribu dalam sehari

" Kami sudah masuk pada worst case scenario (skenario terburuk) yang sudah kami duga, kita akan naik di atas," ujar Luhut dalam konferensi pers, disiarkan kanal Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Luhut mengatakan data terkini penambahan kasus Covid-19 harian sudah berada di level 54.517. Angka ini merupakan yang tertinggi selama terjadinya pandemi.

" Kita berharap jangan lebih dari 60 ribu karena itu nanti mesti ada perkiraan lain lagi," kata dia.

 

3 dari 4 halaman

Langkah Antisipasi Pemerintah

Untuk mengantisipasi semakin meningginya kasus harian, sejumlah langkah telah disiapkan Pemerintah. Seperti meningkatkan capaian vaksinasi harian.

" Indonesia telah mengamankan stok vaksin sebesar 480,7 juta. Jadi kita basically nggak ada masalah," kata Luhut.

Luhut mengakui capaian vaksinasi harian masih fluktuatif. Terkadang jumlah dosis yang sudah disuntikkan bisa di atas target 1 juta per hari namun juga bisa di bawahnya.

" Jadi kita masih ingin supaya bisa 31 juta disuntikkan," kata dia.

 

4 dari 4 halaman

Siapkan Skenario 100 Ribu Kasus Sehari

Selain itu, Pemerintah juga menambah jumlah tempat tidur di sejumlah rumah sakit. Termasuk pula mendirikan rumah sakit darurat serta penyiapan fasilitas isolasi terpusat dengan memanfaatkan gedung milik institusi pemerintahan dan negara.

Tak hanya itu, jumlah tenaga kesehatan terus ditambah. Baik itu perawat maupun dokter.

Lebih lanjut, Luhut menyatakan Pemerintah cukup siap menghadapi lonjakan kasus tinggi mencapai 60 ribu dalam sehari. Skenario yang disiapkan pemerintah masih cukup baik dalam mengatasi lonjakan.

" Kita tidak berharap, mungkin sampai ke 100 ribu, tapi itupun kami sudah rancang sekarang kalaupun sampai terjadi ke sana," kata Luhut.

Beri Komentar