Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Hajar Aswad Bisa Berada Di Sudut Tenggara Kabah
Dream - Banyak orang yang penasaran dan mempertanyakan mengenai sejarah Hajar Aswad bisa berada di sudut tenggara Kabah, tempat bertawaf umat Islam saat ibadah haji.
Beberapa kisah menuliskan jika Hajar Aswad merupakan batu lonjong yang tidak beraturan dan berwarna hitam kemerahan yang kerap menjadi perebutan umat Islam saat melaksanakan ibadah haji.
Suatu cerita terdapat dalam buku sejarah Kabah, kisah rumah suci yang tak lapuk dimakan zaman karangan Ali Husni Al-kharbuthli. Disana diterangkan saat pembangunan Kabah mencapai tahap terakhir, ternyata beberapa bagian sudut masih kekurangan batu.
Menurut sejarawan dan pemikir muslim dari Persia Ath-Thabari, saat ingin menyempurnakan bangunan Kabah, Nabi Ismail mencari bahan yang bisa melengkapi sudut kosong tersebut. Namun ketika Nabi Ismail hendak mencari bahan bangunan itu, sang ayah, Nabi Ibrahim memerintahkan kekosongan sudut Kabah itu hanya diisi dengan batu yang telah dipilihnya.
"Ketika Nabi Ismail ingin menyempurnakan Kabah dengan sebuah benda, tetapi Nabi Ibrahim berkata : Jangan !," larang Nabi Ibrahim, dikutip dari buku sejarah Kabah, kisah rumah suci yang tak lapuk dimakan zaman karangan Ali Husni Al-kharbuthli, Kamis 26 Juni 2014.
"Carilah batu seperti yang aku perintahkan," kata Nabi Ibrahim
Mendengar perintah itu, Nabi Ismail pun segera pergi mencari batu yang diperintahkan Nabi Ibrahim. Ketika kembali, ternyata Nabi Ibrahim sudah meletakkan sebuah batu di sudut kosong itu. "Wahai ayah, dari manakah engkau mendapatkan batu itu?" tanya Nabi Ismail
"Yang membawa batu ini adalah dia yang tidak dapat menunggumu, yaitu Malaikat Jibril. Ia membawanya dari langit," jawab Nabi Ibrahim.
Mengenai penghormatan kepada Hajar Aswad dalam buku ini dijelaskan, para ulama berpendapat bahwa penghormatan itu dilakukan tak lain karena Hajar Aswad memiliki keterkaitan dengan suatu yang suci dan mulia. Yakni mengenai sejarah pembangunan sejarah Kabah yang dilakukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
(Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?
