Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Kapten Irianto
Dream - Kapten Irianto menjadi pilot pesawat Airasia QZ 8501 yang hilang pada Minggu pagi kemarin. Dia dikenal sebagai pilot yang sudah berpengalaman, telah melanglang buana dengan berbagai jenis pesawat.
Sebelum menjadi pilot pesawat komersial, pria kelahiran Yogyakarta 12 Desember 1961 ini merupakan penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Semasa menjadi pilot TNI AU, suami Widya Sukati Putri ini bertugas di Skuadron 14 Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur. " Dia menerbangkan F-5 Tiger," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FX Sulistyo, sebagaimana dikutip Dream dari Merdeka.com, Senin 29 Desember 2014.
Irianto lantas mengajukan pensiun dini. Dia kemudian menjadi pilot penerbangan komersial.
" Dulu penerbang tempur kemudian setelah keluar dari TNI AU lalu menerbangkan pesawat Foker milik Merpati," tambah Sulistyo.
Menurut sepupu Irianto, Hendro Kusumo Broto, dari Merpati, Irianto pindah ke Adam Air. " Saya tidak tahu rute yang biasa ditempuh sebelumnya, tapi sebelumnya mas Ir di Adam Air pas bangkrut terus pindah ke AirAsia," ungkap Hendro.
Dengan pengalaman itu, ayah dari Angelina Anggi (25) dan Arya Galih Gegana (8) ini telah mengantongi jam terbang yang cukup tinggi. Tercatat, dia telah memiliki total penerbangan 20.537 jam, 6.053 jam di antaranya terbang bersama AirAsia Indonesia. [Baca juga: Pesan Putri Pilot Air Asia QZ-8501]
Pesawat AirAsia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura terbang dari Bandara Juanda pukul 05.35 WIB Minggu kemarin. Pesawat itu dijadwalkan tiba di Singapura pukul 08.30 waktu setempat. [Baca juga: Kronologi Hilangnya Pesawat AirAsia]
Namun, dalam perjalanan, pesawat itu minta naik ke ketinggian 38 ribu kaki untuk menghindari awan. Setelah kontak dengan Air Traffic Center itu, pesawat AirAsia yang berisi 155 penumpang dan 7 kru itu menghilang dari pantauan radar. [Baca juga: Ini Posisi Terakhir AirAsia yang Hilang]
(Ism, Dari berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam