Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - Memperhatikan berat badan memang penting bagi setiap orang. Tak hanya buat penampilan, dengan mengetahui bobot kamu bisa menghindari obesitas yang memicu penyakit kronis seperti darah tinggi, kolesterol, diabetes atau hepatitis.
Meski penting tak lantas kamu menimbang berat badan setiap hari ya Sahabat Dream Jika dilakukan terlalu sering, apalagi sampai tahu bobot bertambah, kamu tentu akan menjadi stres.
"Menimbang berat badan sebaiknya dilakukan seminggu sekali di pagi hari. Jadi setelah bangun tidur, buang air kecil, gunakan pakaian yang ringan dan menimbang," ujar Raissa Edwina, Spesialis Gizi di Elite Club, Jakarta Selatan, Kamis 6 Desember 2018.
Raissa justru menyarankan agar tak menimbang berat badan setelah minum air, apalagi di siang dan malam hari ketika perut sudah terisi.

"Harus buang air kecil dulu. Kandung kemih yang penuh bisa menambah berat badan sampai 1,5 kilogram. Dan harus di pagi hari karena berat badan lebih stabil," katanya.
kebiasaan ini juga harus rutin kamu lakukan saat menjalani program diet. Kamu harus mengetahui detail bobot tubuh mulai dari massa otot, lemak dan air.
Menurut Raissa, bisa saja beratnya tetap sama setelah berolahraga akibat massa lemaknya berkurang dan massa ototnya meningkat.
Untuk mengukut detail bobot tubuh ini kamu harus memiliki timbangan yang berbeda. Biasanya alat ini tersedia di tempat gym.
"Tapi, kalau mau manual adalah mengukur lingkar pinggang. Maksimal pinggang perempuan 80 sentimeter, sedangkan laki-laki di atas 90 sentimeter," jelasnya.

Selain frekuensi pengukuran berat badan, berolahraga terlalu sering juga tidak baik bagi tubuh.
"Olahraga terlalu sering bisa menyebabkan radikal bebas dan seseorang akan mengalami penuaan dini," jelas Raissa.
Normalnya, menurut dia, olahraga dilakukan minimal 150 menit dalam seminggu dan tetap memperhatikan kondisi tubuh. Jika terlalu lelah, sebaiknya dilakukan lain waktu.
Agar diet lebih sempurna, kurangi konsumsi gula, garam dan lemak serta atur jumlah kalori harian.

"Kalori anak dalam sehari sekitar 2.000, karena masih dalam masa pertumbuhan. Untuk dewasa, normalnya sekitar 1.500-1.700," tegas Raissa.(Sah)
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya


Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?
